Keladi Tikus Mampu Sembuhkan Kanker
*Banyak Ditemukan di Batam
Siapa mengira kalau Batam ternyata banyak memiliki tumbuhan obat-obatan. Bahkan, sejenis umbi yang bernama Keladi Tikus dapat digunakan untuk menyembuhkan kanker.
Umbi yang banyak tumbuh di Batam ini justru kurang begitu diketahui manfaatnya oleh masyarakat Batam sendiri. Padahal di negara Cina, umbi dari tumbuhan tersebut dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang dikenal mampu merenggut nyawa manusia ini.
“Saya sebelumnya mendapatkannya dengan cara mendatangkannya dari Cina. Tetapi ada beberapa orang yang bilang kalau umbi ini banyak tumbuh di Batam sini. Saya pernah juga menanamnya dan di dekat-dekat sini memang ada tumbuh,” ujar sin she Han Yun Bo dari Batam Sehat.
Umbi keladi tikus ini sekilas seperti singkong namun ukurannya lebih besar dan gemuk. Ia direbus bersama dengan kurma Cina bila ingin digunakan sebagai obat. Namun, keladi tikus ini baiknya digunakan oleh orang yang tahu cara pemakaiannya. Karena jika salah penggunaan, justru racun umbi ini yang akan bekerja.
Dari situ, Han pun kemudian sering mencari bahan obat-obatan tradisional yang digunakannya dalam pengobatan di Indonesia. Mulai dari masuk ke hutan yang ada di Batam, Pekanbaru, Siak, hingga Dumai.
Bila kita mengunjungi Batam Sehat, di etalase yang terletak di ruang masuk, kita akan menemukan berbungkus-bungkus bahan obat tradisional yang biasa digunakan untuk pengobatan. Bahkan, ada sejenis bunga yang selama ini kita temui di taman dan justru bisa digunakan untuk obat.
“Bunga ini bagi kita yang di sini mungkin dianggap sepele karena kita tidak tahu manfaatnya. Padahal di Cina sana, bunga yang dikeringkan tersebut mahal lho,” ujar Budi yang sering bolak balik Batam Cina dan mengetahui keberadaan manfaat bunga tersebut bagi masyarakat di Cina.
Deteksi Penyakit dengan Tiga Jari
Unik cara pengobatan alternatif yang satu ini. Hanya dengan menyentuhkan tiga jari di pergelangan kedua tangan, Han Yun Bo dapat mendeteksi apa yang dialami seseorang. Pria yang tiga tahun terakhir ini menjadi sin she di Batam Sehat, mengaku mendapatkan ilmu tersebut dari pendidikan khusus di Universitas Hei Long Jiang, Beijing.
“Lima tahun saya belajar di jurusan pengobatan tradisional di universitas tersebut. Sedangkan untuk mendalami pengobatan dengan cara ini saya lalui sampai 20 tahun,” aku Han yang memiliki gaya bicara lemah lembut dengan dialek Tionghoanya.
Saat seseorang berkunjung ke tempatnya, ia akan terlebih dahulu mendeteksi dengan meletakkan tiga jarinya saja di pergelangan tangannya. Pada tangan sebelah kanan, ia mampu mendeteksi kondisi paru-paru, maag, dan pinggang. Sedangkan pada pergelangan tangan sebelah kiri, ia mampu mengetahui seperti apa kondisi jantung, liver, dan ginjal serta pinggang atau usus seseorang.
Setelah ia mengetahui hal tersebut, mulailah pengobatan dilakukan. Ada berbagai cara yang bisa ditempuhnya. Mulai dari mengkonsumsi obat-obatan tradisional, akupuntur, listrik, hingga tenaga dalam. Cara-cara tersebut dilakukan tergantung penyakit yang diderita seseorang. Lama penyembuhannya pun tergantung parah tidaknya sakit yang diderita.
Macam-macam penyakit yang bisa diusahakan olehnya untuk disembuhkan. Dari sakit yang ringan seperti panas dalam, hingga sakit yang mampu merengut nyawa seseorang seperti kanker.
Pengobatan alternatif ini pernah menyelamatkan nyawa seorang ibu yang menderita kanker payudara. Ia bahkan telah berobat ke Singapura dan Malaka namun tak kunjung sembuh. Barulah setelah dibawa ke Batam Sehat, tiga bulan kemudian, wanita ini berhasil sembuh.
“Saya juga pernah menangani seorang tentara di Tanjungpinang yang menderita sakit kanker otak dan bisa sembuh,” imbuh Han yang bersma istrinya sering membantu orang yang datang untuk mengkonsultasikan kesehatan.
Masyarakat yang berkunjung meminta bantuannya untuk disembuhkan pun tak hanya mereka yang berasal dari Tionghoa. Banyak pula masyarakat non Tionghoa yang datang untuk berobat ke sin she Han di Batam Sehat.
“Karena di sini kami memiliki obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan, harga pengobatannya pun jadi tak mahal. Selain itu obat dari tumbuh-tumbuhan ini pun tidak ada efek sampingnya,” ujarnya. (ika)