Tak Malu Jadi Ratu Diskon

Standard

Negeri dengan perekonomian sekuat AS bisa mengalami keterpurukan! Bagaimana itu bisa terjadi? Ternyata ada suatu budaya di kalangan masyarakat AS yang tak pelak turut menjadi andil dari keterpurukan negara tersebut.

Menurut Dylan ratigan yang merupakan CNBC Headquartes, sebetulnya apa yang sedang dialami oleh AS saat ini tak lepas dari budaya konsumtif masyarakatnya. Masyarakat di sana ternyata sangat begitu menggampangkan kegiatan konsumsinya dengan mengandalkan kartu kredit.

Akhirnya, krisis yang melanda AS itu cukup membuat banyak masyarakat di sana kebingungan mengatur kembali keuangannya. Untuk itu, berbagai solusi diupayakan oleh berbagai pasangan suami istri untuk mengatasi keuangan keluarganya.

Hal inilah yang kemudian diangkat oleh Oprah dalam shownya yang saya saksikan siaran ulangnya di Metro TV pada hari Sabtu kemarin. Mau tahu apa saja yang dilakukan beberapa pasangan suami istri di AS untuk menyiasati keuangan keluarganya? Hm, saya rasa beberapa tips ini oke juga kalau Anda praktekkan juga! :)

1. Hidup sesuai dengan kebutuhan.
Di dalam acara tersebut ada pasangan Sue dan Bret yang berhasil dinobatkan sebagai keluarga yang paling cermat dalam mengatur keuangan. Bagaimana tidak, untuk pulsa ponsel satu bulan saja mereka cukup mengeluarkan uang $ 5. Nilai sebanyak itu hanya mereka pakai untuk keperluan jika anak mereka sakit saja. Selebihnya, mereka cukup menggunakan telepon rumah untuk keperluan komunikasi sehari-hari.

Cara ini memang memungkinkan untuk dilakukan di AS. Di sana, masyarakatnya tidak ketergantungan dan tergila-gila dengan ponsel, sih! Di Indonesia, orang rumahan sampai anak-anak saja harus pegang ponsel. Lha kalau mengandalkan cara telepon rumah ala Sue-Bret, bisa-bisa kita yang brangkut kali ya?!

Suami mereka pun tak gengsi untuk menumpang tetangganya saat berangkat ke kantor. Apa yang mereka lakukan ini cukup membuat pos pengeluaran uang mereka pun menjadi berkurang. Hm… beda banget kan dengan pola masyarakat kita yang setiap rumah saja untuk satu orang menggunakan mobil sendiri-sendiri.

Begitu juga untuk biaya makan. Satu kali makan untuk satu keluarga, Sue, Bret dan kedua anaknya, mereka hanya menghabiskan biaya $ 4! Tapi, Sue sebagai ibu rumah tangga tetap bisa mengemas masakan untuk keluarganya dengan cara yang sehat dan nikmat.

Mungkin terdengar ‘irit’ bukan gaya hidup mereka? Namun pasangan ini berujar, yang terpenting bagi mereka adalah keluarga, makanan, dan tempat berteduh. Itu saja cukup! Nah, berani jika Anda ditantang untuk hidup ala keluarga pasangan Sue dan Bret?

2. Kebutuhan vs Keinginan
Dalam reality show Oprah tersebut, Sue dan Bret juga diberi kesempatan untuk unjuk kemampuan menjadi konsultan keuangan bagi keluarga pasangan Mark dan Vicky. Awalnya Vicky memang ibu pekerja. Keluarga ini pun hidup berkecukupan dan sering memuaskan diri untuk rutin menonton bioskop hingga berpelesir ke luar negeri.

Namun ketika Vicky di-PHK, keluarga inipun harus menata ulang anggaran keluarganya. Sue-Bret pun kemudian memberikan beberapa tips untuk pasangan Mark-Vicky. Misalnya dengan membuat buku jurnal yang setiap hari harus diisi. Dalam dua halaman kiri dan kanan, Mark-Vicky diminta untuk menulis mana yang berupa ‘keinginan’ di halaman sebelah kiri dan mana yang merupakan ‘kebutuhan’ di halaman sebelah kanan.

Kartu kredit yang jumlahnya beberapa itupun mereka gunting dan disingkirkan. Sue-Bret menyarankan untuk lebih baik menggunakan kartu debit saja dibandingkan kartu kredit. Dengan kartu debit, pasangan Mark-Vicky inipun akan lebih mudah mengontrol pengeluaran mereka ketika sedang berbelanja.

Gaya hidup tiap minggu yang rutin menonton film di bioskop diganti dengan menyewa VCD untuk keluarga saja. Hm… sayangnya jika cara ini ditiru di kota besar, banyak masyarakat yang enggan barangkali ya untuk melepas rasa penasaran akan film terbaru daripada hanya menunggu versi VCD-nya saja keluar.

3. Bertukar Perabot atau Rumah
Ini dia cara unik yang mungkin akan enggan dilakukan bagi kebanyakan orang apalagi pada masyarakat Indonesia yang terbilang sangat menyayangkan harta yang sudah dimilikinya. Di AS, saat ini mulai menggejala kebiasaan untuk saling bertukar, alias barter.

Barter adalah pola kegiatan alat jual beli yang dilakukan oleh orang tempo dulu. Namun di zaman moderen sekarang, masyarakat AS pun ternyata melirik lagi cara ini untuk digunakan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Bosan dengan penampilan rumah Anda? Kenapa tidak barter saja dengan tetangga Anda? Itulah yang kemudian dilakukan oleh dua orang wanita yang bersahabat dekat di tampilan Oprah Show. Mereka berdua bertukar sofa ruang tamu dan ternyata kemudian saling menyukai hasil pertukaran tersebut.

“Awalnya kami berdua memang sudah bosan dengan tampilan rumah kami. Ingin merombaknya, tapi tidak punya dana. Kami berdua pun lalu saling bertukar sofa dan jadi tidak perlu mengeluarkan dana untuk merombak penampilan rumah,” ujar kedua wanita tersebut.

Barter rumah pun sampai dilakukan juga oleh warga AS. Ini karena di sana, tidak mudah ternyata untuk menjual rumah begitu saja. Bisa sampai dua tahun lamanya, sebuah rumah mungkin baru bisa terjual.

Dengan memanfaatkan jasa penjualan rumah di internet yang memungkinkan Anda menawarkan rumah dengan cara barter, Anda pun bisa mendapatkan rumah baru, dan rumah Anda pun bisa terjual dengan harga yang sesuai dengan keinginan Anda.

4. Cabut Alat Listrik, tidak Hanya Sekedar Mematikan
Percaya tidak jika ternyata ketika Anda mematikan alat elektronik tapi tidak mencabut kabelnya dari stop kontak, tetap ada aliran listrik yang masih mengalir ke alat tersebut!

Nah, di dalam acara Oprah kemarin, langkah mencabut stop kontak juga jadi satu dari sekian jurus untuk langkah menghemat dana pos pengeluaran. Ini memang akan sangat terasa terutama pada rumah yang begitu banyak memiliki alat elektronik dan membiarkannya saja terus terpasang stop kontaknya.

Jujur, saya pun percaya akan hal ini dan baru menyadarinya setelah menonton acara ini. Di rumah saya, jatah daya yang ada untuk rumah memang tidaklah besar. Jika saya memasang setrika dan masih membiarkan kulkas hidup, pompa air atau bahkan televisi sekalipun tidak lagi memiliki jatah listrik.

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya pernah menyetrika dan lalu tiba-tiba terkejut ketika daya listrik di rumah saya lalu padam. Padahal saat itu, tidak ada alat eletronik lain kecuali kulkas yang sedang menyala.

Selidik punya selidik, ternyata saya sadar sekarang jika saat itu, masih ada dua kabel kipas angin yang dalam kondisi mati tapi terpasang stop kontaknya, demikian pula dengan kabel televisi.

5. Koleksi Kupon Diskon

contoh bentuk kupon diskon

contoh bentuk kupon diskon

Inilah jurus irit yang dicontohkan oleh seorang ibu rumah tangga dalam acara tersebut yang paling saya minati. Si ibu ini menjuluki dirinya sendiri dengan Si Ratu Kupon Diskon karena hobinya yang memang mengguntingi kupon-kupon diskon yang ada di media massa atau mengambilnya dari internet.

Kupon diskon dengan masa berlaku yang berbeda-beda itu memang dilakukan oleh penjual pasar moderen untuk menarik minat pembeli. Namun bagi prinsip si Ratu Kupon Diskon ini, cara tersebut juga bisa ia tarik keuntungannya untuk kebutuhan belanja keluarganya.

Di AS, penawaran diskon dalam bentuk kupon memang cukup menggiurkan. Mulai dari wortel sampai sampo, ada semuanya semaunya! Dan keuntungan yang bisa didapat oleh si ibu ini sampai bisa membuatnya bahkan gratis, tidak perlu membayar beberapa item yang dibelinya!

Kalau di Indonesia sendiri, memang kupon ini masih belum seberapa artinya ya?! Tapi jika Anda akrab dengan Indomart atau Alfamart, Anda bisa memanfaatkan beberapa kupon potongan harga yang kadang terlampir dalam lembaran promosi setiap bulannya dan mereka bagi-bagikan ke lingkungan tempat tinggal atau di tempat yang bersangkutan.

Anda juga bisa memanfaatkan kartu keanggotaan belanja yang kadang memberikan fasilitas harga spesial di momen-momen tertentu, atau memanfaatkan hari-hari promo untuk produk-produk tertentu.

Peluang Investasi di Tahun 2009

Standard

Jangan Letakkan Telur dalam Satu Keranjang

  • Peluang Investasi di Tahun 2009

Ibarat meletakkan telur, jangan letakkan telur di satu keranjang. Karena jika keranjang itu jatuh, maka habislah telur yang kita miliki. Itulah yang disarankan oleh Uya Kuya, artis sekaligus pengusaha yang memiliki lahan bisnis di beberapa bidang ini dalam sebuah acara talkshow yang ada di televisi TV One pada hari Selasa (30/12) ini.

Dalam acara tersebut, hadir juga Safir Senduk, konsultan keuangan yang meskipun masih muda, namun kemampuannya dalam memberikan saran di bidang keuangan sudah diakui oleh masyarakat luas.

Bicara tentang prospek ekonomi di penghujung tahun, tak ayal lagi, pastilah membicarakan apa yang bagus dan tidak untuk bidang ekonomi di tahun berada dalam naungan shio kerbau tersebut.

“Pada dasarnya jika kita bicara investasi, ada dua macam, bisnis atau non bisnis?” ujar Safir. Bicara bisnis, maka yang dimaksud adalah menanamkan sejumlah uang untuk melakukan usaha. Misalnya seperti membuat usaha makanan.

Sedangkan jika kita bicara nonbisnis, maka yang dimaksud adalah menanamkan sejumlah uang untuk reksadana atau surat hutang seperti ORI. Dan menurut Safir, justru inilah yang memang kecil resikonya untuk tahun 2009 yang konon katanya masih tidak stabil.

“Memang jika bicara stabil atau tidak stabil, bisa jadi dua minggu ke depan, atau sebulan nanti, kondisi tidak stabil itu bisa terjadi,” imbuh Safir.

Namun jika ingin berbisnis, sebetulnya syaratnya cukup lakukan saja, tanpa berpikir apakah ini nantinya akan untung atau rugi. Meskipun sebetulnya jika seseorang ingin menginvestasikan uangnya dalam bisnis, ia bisa jadi akan mereguk keuntungan yang lebih atau cukup besar, namun dengan resiko yang juga akan besar.

Lantas Safir pun menyarankan apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengivestasikan uang di tahun 2009 nantinya. Jika kita ingin berinvestasi dalam bidang nonbisnis, pilihlah bentuk investasi yang akan memberikan bunga atau keuntungan yang stabil. Berinvestasi dalam bentuk saham memang akan menimbulkan kemungkinan yang berfluktuatif.

Bagaimana dengan bentuk investasi dalam bisnis? Uya Kuya pun memberikan tipsnya. Satu di antaranya adalah kita sebagai orang yang akan berinvestasilah yang harus turun sendiri ke lapangan untuk melihat apa yang mungkin kita kembangkan kelak.

Safir pun menambahkan, jadilah pebisnis yang memiliki perbedaan. Jika kita terjun dalam dunia bisnis di mana mereka yang bergerak di bidang itu sudah cukup banyak, maka milikiah keperbedaan yang tidak dimiliki oleh bisnis lain.

Karena dalam berbisnis seseorang harus menemukan ritme terdahulu bagaimana masyarakat membutuhkan produknya, maka Safir pun mengungkapkan bahwasanya bisnis dengan bentuk franchise atau waralaba adalah pilihan yang memiliki resiko tidak seberapa besar.

“Kita tidak perlu mencari ritmenya dulu seperti yang dilakukan oleh Uya misalnya, yang baru tahu ritme usahanya di masyarakat setelah tiga bulan lebih dulu. Karena itu, franchise terhitung lebih aman,” ujar Safir.

Sebaliknya, bisnis yang membuat orang kemudian menempuh kredit lewat bank memang bisa jadi masih riskan di tahun depan. Ini tentu saja menyangkut suku bunga yang masih tinggi di dalam dunia perbankan.

Semua Orang Suka Pisang

Prinsip tidak menaruh telur dalam satu keranjang dilakukan oleh Uya ketika rejeki yang ia peroleh dari dunia hiburan berada dalam sakunya. Terjun ke dalam dunia bisnis pun akhirnya dipilih oleh artis yang kondang dengan acara Hari yang aneh di Anteve atau Playboy Kabel di RCTI.

Tengok saja sederetan usaha yang ia coba. Mulai dari pisang goreng, distro, showroom, siomay Bandung, sampai Bakso Malang ia jelajahi. Semuanya bisa dibilang dapat bertahan dan tidak rentan alias buka tutup. Apa yang menjadi rahasianya?

Meskipun dalam dunia hiburan Uya terlihat sebagai pribadi yang kocak dan konyol, namun ternyata di dalam menggeluti dunia bisnis, Uya adalah pribadi yang serius dan penuh dengan perhitungan sebelum melangkah.

Misalnya dalam bisnis pisang gorengnya. “Jujur, saya memang tidak suka pisang mentah yang maksudnya belum diolah. Tapi kalau pisang itu sudah dimasak atau diolah, saya suka,” akunya.

Ketika ia melirik pisang sebagai sesuatu yang bisa diolah, Uya pun mencoba terlebih dahulu dengan melihat pasar yang ada. “Saya sering beli pisang goreng di mana-mana. Saya coba, dan saya makan juga dengan teman-teman saya. Setiap saya memberinya ke teman-teman saya untuk dicoba, saya minta mereka untuk menilai,” kisahnya.

Di dalam proses itulah, Uya tetap mencoba terus resep pisang yang sedang dipersiapkannya. Saat resep itu sudah siap, ia pun melakukan langkah yang sama yaitu memberikannya kepada teman-temannya untuk dicicipi dan dinilai.

“Ya tentu saja, saya tidak bilang kalau itu pisang goreng saya sendiri. Nanti kalau tahu, mereka jadi bilang enak karena takut nggak enak sama saya,” selorohnya tapi itu merupakan hal sungguhan yang ia bagi sebagai tips darinya.

Pisang goreng sendiri menurutnya adalah makanan yang bisa dibeli oleh kebanyakan orang pada saat kapanpun meskipun itu di saat makan pagi, siang, malam, atau di luar waktu-waktu tersebut.

“Segementasi produk saya memang untuk kalangan menengah yang sebetulnya bisa untuk semua masyarakat. Mereka yang naik mobil, motor, jalan kaki, atau siapa saja saya harapkan memang pada akhirnya menyukai produk saya,” akunya.

Setelah usahanya berdiri, ia pun menunggu usahanya tersebut sampai terlihat stabil. Dan begitu seterusnya yang Uya lakukan pada usaha-usahanya yang lain. Menurutnya, terjun langsung untuk melakukan riset adalah hal yang penting.

“Untuk siomay Bandung atau Bakso Malang, saya juga terjun datang langsung ke Bandung dan Malang. Misalnya Bakso Malang, yang saya tahu di sana, Bakso Malang yang asli itu adalah bakso yang makannya dicocol dengan saos tomat yang itu hanya asli ada di Malang,” ujar Uya yang akhirnya mengaku mengimport langsung, demikian istilah untuk apa yang telah ia lakukan, saos tomat tersebut dari Malang secara langsung.

Bagi Uya, usaha jajanan ataupun baju sekalipun tidak akan mati meski krisis melanda. Karena, makanan atau baju tetaplah merupakan kebutuhan primer. “Kalau krisis, apakah berarti orang kemudian tidak butuh baju?”

Bagaimana Uya memantau usaha-usahanya yang ada di berbagai tempat tersebut? Caranya dengan mengunjunginya setiap kali ia shooting dan berada dekat dengan tempat usahanya. “Kalau ingin makan kan tinggal mampir saja. Tapi saya tetap bayar habis berapa saja, itu agar tetap balance keuangannya,” aku Uya.

Tips untuk mereka yang ingin berinvestasi di dunia bisnis:

  1. Pilih produk yang disukai oleh kebanyakan orang.

  2. Lakukan riset dengan turun sendiri ke lapangan

  3. Jika telah ada usaha serupa, buatlah perbedaan yang merupakan ciri khas usaha Anda

  4. Jika sudah diputuskan untuk berdiri, lihat ritmenya dalam beberapa bulan

  5. Tunggu ritmenya hingga stabil sebelum membuka usaha baru lainnya

Berbisnis Makanan

Standard

Ingin Batam Ada Oleh-oleh

            Kalau dari Batam ingin menuju ke daerah lain dan ingin membawakan oleh-oleh, pasti banyak dari kita yang kebingungan. Kira-kira, oleh-oleh apa yang bisa dibawa dari Batam.

Jika itu oleh-oleh untuk teman di luar Sumatera rasanya sih kita mungkin bisa membawakan aneka jajanan khas asal produksi Singapura atau Malaysia. Namun jika itu ke daerah Sumatera atau ke Tanjungpinang dan Karimun yang masih berada di wilayah Kepri, oleh-oleh apa ya yang kira-kira bisa dibawa?

Pemikiran untuk menciptakan sebuah jajanan khas Batam itulah yang kemudian mengilhami pasangan Denni Delyandri dan Selvi Nurlia untuk membuat kek pisang dengan nama Villa hasil produksi mereka untuk dapat menjadi jajanan oleh-oleh khas Batam.

Berawal dari enam bulan yang lalu di rumah mereka yang ada di Perumahan Villa Mukakuning, Denni dan Selvi membuat kek pisang hasil produksi rumahan mereka hanya dengan satu oven untuk 20 loyang. Namun penerimaan masyarakat yang baik membuat mereka akhirnya hanya bertahan hitungan hari saja untuk memproduksi sebanyak itu.

“Selanjutnya kita banyak terima pesanan dari mana-mana. Habis itu kita produksi seharinya 40 loyang,” ujar Selvi. Dan tahukan Anda sekarang berapa produksi yang harus dilakukan Denni dan Selvi untuk kek pisangnya? 150 sampai 200 dan loyang per hari!

Dalam awal produksinya, Denni mengaku hanya menggunakan modal sendiri serta keyakinan. Pria yang sempat menjadi karyawan di Mukakuning inipun mencoba untuk berbisnis makanan sejak ia memutuskan keluar dari perusahaan dan memilih berwiraswasta pada tahun 2006.

Berbagai bisnis makanan pun sempat dicobanya. Bersama sang istri, ia sempat mencoba berjualan onde-onde, kerupuk buatan sendiri yang juga dipasarkan sendiri dengan sepeda motor, sampai membuka restoran.

“Restoran itu usaha kami yang kurang berhasil. Kalau usaha-usaha yang lain-lainnya bisa jalan sih, tapi kaminya yang kecapekan sendiri. Akhirnya usaha kek pisang inilah yang kami jalani sekarang,” cerita Deni.

Sementara itu bagi Selvi, pemikirannya untuk membuat kek pisang Villa buatannya merupakan sebuah ide yang muncul karena ia ingin membuat sebuah kek seperti brownies akan tetapi yang berbeda.

“Saya ingin buat kek yang seperti brownies tapi rasanya beda. Terus kepikiran untuk buat yang olahannya pisang karena kan jarang ada. Selama ini orang selalu tahu pisang tapi paling-paling hanya diolah untuk digoreng itu saja. Saya ingin buat yang olahan dari pisang tapi moderen,” ujar wanita yang hobi memasak sejak kecil ini.

Untuk pemasaran, pada awalnya Deni menawarkan kepada para pekerja di Mukakuning untuk menjadi pemasarnya. Setiap mereka yang berhasil memasarkan kek pisang miliknya akan dapat memperoleh fee bonus.

Kini, usaha kek pisang Villa bisa dibilang cukup berkembang pesat. Dari yang sebelumnya diproduksi sendiri di rumah, kini mereka sudah menyewa sebuah ruko di deretan ruko Villa Mukakuning Blok A2 nomor 10, Batam.

Pemasaran dan penawarannya pun sudah banyak kemajuan. Untuk penampilan kek pisangnya sendiri, Deni dan Selvi mengemas kek pisang mereka dalam sebuah kotak dengan desain khusus. Untuk rasa, kini kek pisang Villa ditawarkan dengan 12 rasa. Ada original banana, choco banana, mocha with peanut cream, mede with choco fla, rainbow banana, blaster banana, cheese banana, mede choco banana, blackforest banana, pandan cheese banana, kaya pandan banana, dan original pandan banana.

Untuk memudahkan pembeli, Deni dan Selvi juga menawarkan servis free delivery di nomor 0778 7375217. Ada juga paket pulang kampung yang dalam satu dus jinjingan berisi empat kotak dengan harga lebih hemat.

“Kalau nantinya berkembang, kami hanya ingin membuka cabang di Batam saja, bukan franchise atau buka cabang di tempat lain. Karena memang inginnya kek pisang Villa ini benar-benar jadi oleh-oleh khas Batam,” cetus Deni.

Sementara itu dalam pengembangan usahanya, Deni sendiri banyak menimba ilmu dari Entrepreneur Association, tempat berkumpulnya para pengusaha yang kebanyakan memulai usahanya benar-benar dari nol. Mulai dari pengurusan hak paten merek, label halal, atau strategi pengembangan usaha, Deni dan Selvi banyak menimba ilmu dari sana. (ika)

 

Jadi Ajang Berkumpul

            Begitu banyak masyarakat Batam yang penasaran dengan aneka macam panganan. Bahkan di Tribun sendiri, halaman cooking yang seharusnya ditujukan untuk mereka yang gemar memasak, ternyata justru menjadi ajang bagi mereka untuk tahu dan kemudian ingin langsung datang untuk mencobanya, bukan memasaknya sendiri di rumah.

            Aneka panganan yang hadir di Batam itu pun kebanyakan muncul berasal dari masakan daerah yang ada di penjuru Indonesia. Tidak hanya mereka yang berasal dari sana saja yang gemar mencoba atau menikmatinya, akan tetapi masyarakat dari daerah lain pun bisa dibuat penasaran untuk mencobanya.

            Misalnya saja Bakmi Bangka yang merupakan usaha milik Mei Ling. Bertempat di Komplek Airmas Blok D nomor 1 Batam Centre, Mei Ling menawarkan berbagai macam masakan khas Bangka, daerah asalnya.

            Mulai dari Mie Bangka, Song Sui, atau Ikan Lempah Nanas pun ada di tempatnya. “Saya lihat kalau di Batam ini kan nggak ada orang yang menawarkan masakan dari daerah Bangka, makanya saya coba usaha makanan asal sana,” ujar Mei Ling yang memang asli Bangka dan sudah sejak lama gemar memasak masakan dari daerah manapun.

            Tak heran, jika masyarakat asal Bangka pun banyak yang sering berkumpul di tempatnya. Apalagi, masyarakat asal Bangka memiliki budaya yang saling dekat satu dengan yang lainnya.

            Tapi kebiasaan masyarakat Batam untuk mencoba berbagai macam masakan akhirnya membuat tempat makan milik Mei Ling ini pun juga dikunjungi oleh masyarakat dari daerah asal lainnya. “Malah ada juga yang sampai berlangganan,” imbuhnya. (ika)

 

Hapalkan Ulang Tahun

            Bisnis apapun sebetulnya memiliki kata kunci yang sama jika ingin berhasil. Mulai dari kreatifitas, keuletan, sampai gaya manajemennya. Seperti yang dipaparkan oleh Janalis, dosen asal Universitas Brawijaya Malang dalam kegiatan pertemuan rutin Entrepreneur Association yang diadakan di Politeknik Batam.

            Dalam bisnis apapun baik itu besar atau kecil, setiap orang memerlukan yang namanya link, kerjasama, proses, administrasi yang baik, dan komunikasi. Apapun teorinya, siapapun Anda kalaupun tidak memiliki modal, biasanya langsung merasa putus asa dan usahapun akhirnya tidak akan terwujud.

            Janalis pun memberikan contoh, apabila kita minim modal namun ingin memulai usaha, kita bisa menggunakan orang lain dan mempengaruhinya. Selanjutnya, laksanakan ide-ide kreatif yang berbeda dan unik

“Misalnya kalau bisnis katering, coba deh hapalkan tanggal-tanggal ulangtahun para tetangga Anda. Nanti kalau ada yang ulangtahun, coba tawarkan masakan Anda. Siapa tahu ia akan berkesan dan dari sana bisa memulai mencoba katering kepada Anda,” jelas Janalis.

Sedangkan menurut Juniardi yang pada saat pertemuan Entrepreneur Association tersebut juga turut menjadi pembicara, seringkali orang merasa bingung untuk memulai bisnis apa saja yang cocok.

Senang, ada pasar, dan ahli, itulah sebetulnya yang diperlukan jika kita ingin memulai usaha. Senang bisa berasal dari hobi, ada orang yang nantinya bisa menjadi konsumen dari produk kita, dan lebih bagusnya lagi jika kita memang ahli menekuninya. (ika)

Investasi Rumah

Standard

Pertimbangkan Lokasi hingga Dokumen

            Banyak orang mengatakan, belilah rumah atau tanah di Batam. Maka Anda sama saja nantinya bisa memiliki investasi yang cukup bernilai. Jika ditilik, pendapat tersebut memang ada benarnya. Apalagi posisi Batam yang dekat dengan Singapura atau Malaysia serta adanya beberapa daerah kawasan industri, membuat tanah dan properti di Batam cukup bernilai.

            Tak jarang, masyarakat di Batam pun berpikiran untuk memiliki rumah tidak hanya satu buah. Akhirnya hadir juga yang disebut dengan rumah kedua, demikian istilah untuk rumah yang dibeli lagi dengan pertimbangan sebagai investasi.

            Nah, jika Anda termasuk orang yang ingin memiliki investasi dalam bentuk rumah atau tanah di Batam, ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan.

1. Lokasi

Nilai atau harga sebidang tanah dan kecepatan kenaikan harganya tidak bisa sama di berbagai tempat. Harga tanah yang paling cepat naik tentunya berada di wilayah pusat bisnis karena banyak peminatnya sehingga relatif mudah diperjual belikan. Karena itu harga tanah di lokasi ini bisa mahal.

2. Bebas Sengketa

Jangan membeli tanah yang belum jelas statusnya atau masih dijaminkan kepada pihak lain. Misalnya, tanah tersebut masih dijaminkan di bank, masih dalam perkara sengketa di pengadilan karena kasus pembagian harta warisan, harta gono-gini perceraian, terganjal kasus pembebasan tanah, tidak bersertifikat, atau perkara sita jaminan bank. Sebaiknya tanah yang berkondisi seperti ini tidak dibeli karena resiko terjadinya sengketa di kemudian hari sangat besar.

3. Dokumen atau surat-surat tanahnya lengkap

Pastikan bahwa tanah yang dibeli dokumennya lengkap. Seperti sertifikat tanah dalam bentuk SHM atau SHGB, dan IMB. Jikalau ada, mintalah copy cetak biru bangunannya serta SPPT PBB tahun terakhir. Periksalah data-data pada dokumen tanah dengan kenyataan fisiknya seperti luas tanah, lokasi atau, masa berlakunya.

4. Asumsi return hasil investasi

Investasi properti yang baik adalah yang bisa memberikan penghasilan kepada baik berupa pendapatan tetap semisal dari sewa kost maupun potensi kenaikan harganya seperti selisih harga jual beli. Hitunglah berapa asumsi return hasil investasi yang bisa didapatkan dari kenaikan harga tanah di daerah tersebut. Jika mendirikan bangunan kost, hitung berapa harga sewa rata-rata yang wajar untuk daerah itu.

5. Biaya-biaya lainnya

Return hasil investasi akan berkurang karena biaya-biaya. Misalnya biaya pembelian tanahnya untuk ke notaris, pajak, atau balik nama sertifikat, PPB tahunan, renovasi maintenance, listrik, telepon, kebersihan, karyawan atau penjaga kost. Jagalah agar dalam masa investasi ke tanah atau kost bisa ditekan biaya serendah mungkin. (ika)

 

Perhatikan Biaya Rutinnya

            Maunya sih berinvestasi dengan membeli rumah baru atau yangdisebut dengan rumah kedua. Namun sayangnya, banyak dari para pembeli rumah kedua ini yang kurang memperhitungkan biaya lainnya yang harus keluar dari kocek kita.

            Membeli rumah kedua bisa mempengaruhi aspek lain dalam kehidupan finansial seseorang maupun suatu keluarga. Walaupun itu merupakan sebuah bentuk investasi, namun tetap saja perlu diperhitungkan biaya-biaya yang juga turut diperlukan untuk keluar.

            Jika sebuah rumah dibeli dengan cara entah itu tunai atau kredit, tetap saja, akan ada pengeluaran rutin yang harus keluar sebagai biaya perawatan. Misalnya pajak, listrik, air, telepon, atau renovasi.

            Namun jika menurut Safir Senduk dalam situsnya http://www.perencanakeuangan.com, ada baiknya sebuah rumah dibeli secara tunai atau kalaupun dibeli secara kredit ada baiknya segera dilunasi.

Jika sebuah rumah dibeli dengan cara kredit, maka jumlah biaya yang harus keluar untuk membayar kredit yaitu dalam bentuk bunga akan terhitung besar. Belum lagi jika rumah tersebut masih terhitung belum layak, maka pembeli rumah masih perlu untuk merenovasi kondisi rumah tersebut. (ika)

 

Ada Tidaknya Peluang Investasi

            Mau tahu apakah sebuah rumah dianggap bernilai investasi atau tidak? Coba cek beberapa poin berikut yang terkadang sering terlupakan untuk menjadi bahan pertimbangan.

1. Dekat dengan pusat bisnis

            Jika sebuah rumah berada dalam lingkungan yang dekat dengan pusat bisnis, perkantoran, atau daerah industri, pusat perbelanjaan, sekolah atau kampus, maka harga rumah tersebut bisa cepat naik.

2. Jalan masuk yang lebar

            Faktor yang satu ini ternyata turut menentukan apakan seuah rumah bisa berharga tinggi atau tidak. Jika sebuah rumah memiliki jalan masuk yang lebar dan bisa dilewati oleh mobil dengan nyaman, maka faktor ini bisa turut mengangkat harga jual rumah.

3. Pengembang yang berkualitas

            Tertarik pada sebuah rumah di lingkungan perumahan tertentu, lihat dulu kualitas pengembangnya. Jika pengembangnya memiliki komitmen yang bagus untuk melayani penghuni kawasannya seperti urusan fasilitas jalan, air, listrik, atau telepon, maka secara tak langung harga rumah tersebut ke depan juga memiliki harga jual yang tinggi. (ika)

Dana Saat Lebaran

Standard

Bawa Uang Tunai Secukupnya

            Posisi kita di saat lebaran bisa memungkinkan dua hal. Bisa jadi kita akan mudik alias pulang kampung dengan mengunjungi bapak dan ibu yang ada di kota dan daerah lain. Atau, tetap berada di rumah, mengadakan open house, sampai keliling mengunjungi sanak famili yang memang bertempat tinggal satu kota atau kediaman teman kerja.

            Apapun itu, tetap saja yang namanya lebaran kadang membuat kita harus membudget khusus sejumlah dana. Meskipun, sudah dapat gaji bulanan, plus THR.

Misalnya untuk acara mudik. Rasanya acara mudik alias pulang kampung terasa tenang dengan sejumlah uang yang ada di genggaman. Namun tidak jarang, justru seusai acara mudik tersebut Anda menjadi kebingungan untuk mengatur keuangan setelah liburan lebaran berakhir.

            Jika tidak ingin kondisi keuangan karut marut setelah lebaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang akan melakukan mudik di tahun ini. Satu diantaranya membawa uang tunai secukupnya. Tentunya, sesuai dengan beberapa pos pengeluaran yang telah dipertimbangkan.

            Mengapa uang tunai secukupnya? Alasannya selain akhirnya membuat Anda hanya akan ke ATM untuk saat yang memang dibutuhkan, Anda pun bisa tetap merasa aman ketika bepergian. Tidak sampai kebingungan untuk berpikir, bagaimana keamanan sejumlah uang yang sedang saya bawa.

            Keberadaan pertimbangan pos pengeluaran ini sangat berguna sebagai dasar perhitungan Anda dalam melakukan pengeluaran. Jadi, tidak setiap saat Anda bisa seenaknya mengeluarkan uang dari sejumlah dana tunai yang Anda bawa.

            Pos pengeluaran yang perlu dipertimbangkan ketika akan mudik antara lain adalah biaya transport selama berada di kampung halaman. Jika biaya transportasi seperti pesawat atau kapal laut untuk pulang dan pergi sampai airport tax misalnya sudah teranggarkan sejak awal, maka jangan lupakan biaya tranportasi ketika berada di sana. Contohnya biaya ongkos taksi, bus dalam kota, atau angkutan umum lainnya yang membawa Anda dari bandara atau pelabuhan hingga rumah yang dituju.

            Jangan lupakan juga biaya makan dan minum selama perjalanan. Pos pengeluaran yang satu ini amat penting, terutama bagi Anda yang membawa anak kecil saat mudik. Anggarkan dana yang memang ideal, tidak boros sehingga dalam perjalanan Anda dan keluarga tidak lapar mata untuk membeli berbagai makanan, juga tidak pelit sampai-sampai mengabaikan kebutuhan tubuh untuk makan dan minum.

            Jika memang memungkinkan, buat saja makanan sendiri sebagai bekal untuk di perjalanan. Atau, beli saja makanan dan minuman sebelum berangkat karena biasanya, harga makanan dan minuman di perjalanan lebih mahal hingga dua kali lipat dari harga normal.

            Sementara itu untuk biaya angpau, ambilkan saja dari ATM jika memang tempat mudik Anda memungkinkan untuk menjumpai ATM. Serta, jika selama perjalanan memang riskan keamanannya, Anda bisa mengambilkannya dana angpau tersebut dari ATM terlebih dahulu.

Selain pos biaya pengeluaran tersebut, anggarkan pula biaya tak terduga. Ini dibutuhkan kalau-kalau Anda dihadapkan pada posisi untuk mengeluarkan uang. Dan jika ada dana lebih, rasanya Anda pun bisa mengangarkan dana untuk rekreasi bersama keluarga di kala mudik. (ika/bbs)

 

Pemberian yang Berkesan Tapi Bernilai

Jika untuk yang pulang kampung dengan bepergian ke luar kota membutuhkan sejumlah dana yang bernilai lumayan, bukan berarti berlebaran di kampung sendiri tidak membutuhkan sejumlah dana. Bahkan untuk hal yang sepele, misalnya pulsa atau budget untuk menelepon kampung halaman, serta kartu ucapan lebaran, itu pun bisa membutuhkan perhitungan tersendiri.

Hadiah lebaran biasanya ditujukan untuk rekan kerja atau teman, keluarga, sampai anak-anak kecil dari tetangga. Hadiah ini pun bentuknya bisa bermacam-macam. Tergantung kepada siapa hadiah itu akan diberikan. Pertimbangan ini pun terkadang menyangkut masalah nilai materi dari pemberiannya.

Untuk rekan bisnis seperti pelanggan dari usaha Anda terutama yang menjadi pelanggan tetap, berikan kepada mereka sebuah bingkisan atau suvenir yang berkesan. Bentuknya bisa beragam yang penting dapat mengingatkan pelanggan kepada usaha Anda. Bingkisan ini bisa secara tidak langsung juga menjadi tanda ungkapan terima kasih karena mereka selalu menjadi pelanggan di tempat usaha Anda. Bingkisan yang memenuhi kriteria tersebut juga tidak membutuhkan dana yang cukup besar kok.

Sedangkan bagi rekan bisnis sekantor atau antar perusahaan, parsel juga masih menjadi pilihan yang bisa dilirik untuk alternatif. Misalnya, parsel berisi makanan kecil, kue, atau sirup yang sudah biasa menjadi tradisi. Parsel dengan isi seperti itu bisa ternilai tidak mahal, tergantung pada komposisi isinya.

Namun jika anda ingin lebih dikenang pemberiannya dan tidak dinikmati hanya untuk waktu sebentar saja, coba kirimkan parsel dengan isi yang berupa barang-barang bermanfaat. Seperangkat alat memasak atau bahkan alat pembersih rumah tangga, bisa dilirik sebagai bingkisan hadiah. Memang, nilai untuk parsel jenis ini agak memiliki nilai lebih besar. Namun jika Anda memiliki dana lebih, bisa memilih parsel dengan model seperti itu.

            Kalaupun memilih kartu lebaran sebagai alternatif pengungkapan ucapan, tetap tonjolkan kesan berbeda dan berkesan. Saat ini pun sudah cukup banyak kartu lebaran yang memiliki nilai lebih. Tidak hanya sekedar pada bentuk dan gambarnya saja, akan tetapi juga kandungan kata-katanya.

            Meski nilainya tidak seberapa, namun coba buat kartu lebaran tersebut menjadi wujud ucapan yang berbeda. Jika bisa, buatlah rangkaian kata-kata sendiri atau apapun goresan pena dari kita. Ucapan lebaran dengan cara tidak mahal dan sangat menghemat pengeluaran pun bisa didapatkan.

            Lebaran juga tak luput dari pemberian angpau atau bingkisan kepada sanak saudara. Misalnya untuk sepupu atau keponakan yang masih berusia kecil, jika kita memiliki cadangan yang cukup, mungkin kita bisa menyiapkan sejumlah dana untuk mereka.

            Lantas bagaimana kita bisa mengetahui apakah nilai uang yang kita berikan pantas atau tidak, bisa diketahui dari uang saku mereka. Misalnya, kita bisa memberikan uang senilai uang saku mereka selama satu bulan.

            Jika hadiah ini diperuntukkan bagi orang tua, daripada kebingungan memikirkan nilainya, Anda bisa memikirkan kira-kira barang apa yang sedang mereka butuhkan. Namun pada umumnya, masyarakat memang cenderung menghadiahi orangtua dengan pakaian jadi atau bahan pakaian.

            Sekali lagi, hadiah atau bingkisan lebaran ini tidak perlu selalu mahal. Selain itu, sesuaikan pula dengan dana yang Anda miliki dan tidak perlu memaksa. (ika/bbs)

 

Ukur Makanan dengan Jumlah Pengunjung

Satu lagi yang sulit terlewatkan dari lebaran adalah keberadaan panganan sebagai suguhan saat open house. Bentuknya bisa panganan kecil, atau suguhan makanan seperti opor dan ketupat.

            Untuk menentukan budget suguhan makanan di saat lebaran, bisa dihitung dengan cara seperti ini, buat perkiraan jumlah pengunjung yang akan datang ke rumah Anda. Jadi ketika ingin membuat makanan seperti opor atau ketupat, buat kira-kira dengan jumlah sebanyak para pengunjung yang akan datang.

            Demikian halnya dengan jumlah makanan kecil dalam toples. Ukur kira-kira jika dalam satu toplesnya akan cukup untuk berapa orang. Jadi, Anda pun tidak sampai membuang-buang uang untuk suguhan para tamu yang terlalu berlebihan. Atau, sampai kekurangan menyuguhkan makanan bagi para tamu. (ika/bbs)

Hemat Saat Ramadan

Standard

Cermat dan Irit Waktu Ngabuburit

            Menghabiskan waktu berbuka puasa atau ngabuburit dengan kegiatan wisata kuliner memang banyak menjadi pilihan. Apalagi keberadaan pasar kaget atau bazar ramadan tersebut jumlahnya tidaklah sedikit dan ada dimana-mana. Belum lagi mall atau pusat perbelanjaan lainnya.

            Sayangnya, istilah lapar mata ini banyak berlaku bagi siapapun ketika sedang mengunjungi tempat tersebut. Sehingga jika kegiatan lapar mata ini tidak diantisipasi, beresiko pada kondisi keuangan. Meskipun, alasan yang muncul adalah belanja dalam jumlah yang sedikit dan sesekali. Tapi kalau istilah sesekali ini ternyata berulang kali?

            Untuk itu ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa dan tentunya tidak menguras kantong keuangan. Caranya, pilih tempat menunggu yang memang kira-kira aman. Maksudnya, hindari sebisa mungkin tempat-tempat seperti mall, pasar kaget, dan bazar ramadan. Kecuali, sudah ada perencanaan untuk membeli sesuatu di tempat dan memang sedang dibutuhkan.

            Batasi uang tunai yang Anda bawa jika sedang bepergian untuk ngabuburit. Demikian pula dalam penggunaan kartu kredit atau ATM yang biasanya juga berfungsi sebagai Kartu Debit. Coba saja berpikir untuk menyimpan uang demi kebutuhan lebaran yang masih beberapa minggu lagi.  (ika/bbs)

 

Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan

            Ngabuburit di mall bisa jadi aktivitas yang paling menyenangkan. Tapi kadang tanpa terasa, ketika sedang melirik ini itu di mall, justru uanglah yang keluar untuk membeli barang-barang yang kadang nggak seberapa penting.

            Jika Anda ingin mengerem kebiasaan yang satu ini, ada caranya yaitu dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya ketika ada baju menarik yang Anda lihat di mall. Tanyakan pada diri sendiri, betulkan Anda sangat memerlukannya ataukah hanya karena lapar mata.

Pertimbangkan juga untuk alangkah baiknya membeli barang-barang yang memang diperlukan. Baru kemudian jika ada uang lebih, bisa Anda membeli barang-barang yang memang diinginkan.

Yang namanya wanita, kadang busana dan aksesoris memang begitu menggoda mata. Jika memang ingin membelinya, fokuskan pada busana dan aksesori yang memang diperlukan dalam waktu dekat. Misalnya, busana dan aksesori yang akan dipakai saat lebaran.

            Itu untuk busana. Jika untuk menu makanan, justru banyak orang mengaku malah lebih banyak menghabiskan uang di pos makanan pada bulan ramadan. Padahal yang namanya bulan puasa justru seharusnya pembelian bahan makanan berkurang.

            Ini dikarenakan umumnya keluarga di Indonesia menyiapkan menu pada saat buka puasa dengan dua atau tiga macam menu. Contoh, kolak pisang, bubur sumsum, dan es blewah. Itu baru makanan selingannya.

            Untuk mensiasatinya, coba sajikan menu yang lebih sedikit ketika berbuka puasa. Memang itu tergantung dari jumlah anggota keluarga. Tapi daripada Anda menyajikan 3 atau 4 menu yang berbeda ketika berbuka, kenapa tidak menyajikan 1 atau 2 menu saja. Untuk yang lainnya bisa disajikan pada keesokan harinya.

            Ketika membeli bahan makanan, usahakan untuk tetap mengedepankan semua unsur empat sehat lima sempurna. Dengan demikian, uang yang dikeluarkan untuk membeli bahan makanan jadi lebih bermanfaat karena mengandung semua unsur gizi yang diperlukan tubuh.

            Sedangkan untuk menyiasati harga-harga yang naik, cobalah mencari tempat-tempat yang menawarkan harga barang lebih murah. Umumnya bisa ditemukan di tempat-tempat belanja grosir. Toh pada bulan puasa pada umumnya orang pasti lebih cenderung membeli barang kebutuhan rumah tangga dalam jumlah banyak. Jadi, sekalian saja berbelanja untuk banyak kebutuhan sekaligus. (ika/bbs)

 

Belanja yang Berhubungan dengan Lebaran

            Yang namanya mengontrol nafsu belanja memang bisa dikatakan susah-susah mudah. Apalagi jika dihadapkan pada diskon, kebutuhan lebaran, ditambah dengan tunjangan hari raya alias THR, nafsu untuk belanja itu akan semakin menggoda iman.

            Sebetulnya jika pertanyaan ini disodorkan pada Anda, kebutuhan apa saja yang dibutuhkan untuk ramadan dan lebaran? Jawabannya kebanyakan ada pada makanan dan busana. Tapi bila iming-iming diskon ini ada pada produk yang bukan kebutuhan ramadan dan lebaran, ini yang perlu diwaspadai.

            Misalnya ketika melihat tawaran barang-barang elektronik atau mainan anak yang digelar dengan harga diskon. Padahal, membeli barang-barang tersebut tidaklah berhubungan dengan datangnya hari raya.

            Sedangkan untuk kalangan wanita, make up juga menjadi iming-iming yang kadang bisa menggoda. Demikian juga dengan busana. Jadi berhati-hatilah dan tetap gunakan prinsip, apakah ini kebutuhan ataukan lapar mata. (ika/bbs)

Mengatur Keuangan Keluarga

Standard

Sesuaikan dengan Rencana dan Target

            Ketika pergantian tahun, banyak orang mulai menyusun rencana dan target ke depan di tahun yang juga baru. Namun, harap jangan lupakan juga untuk menyusun rencana keuangan. Entah itu bagi Anda yang sudah berkeluarga maupun belum, perencanaan ini penting disesuaikan dengan rencana atau target yang ingin dicapai di tahun depan.

            Misalkan untuk Anda yang sudah berkeluarga, mungkin perlu membuat perencanaan ketika si kecil nanti diprediksi di tahun depan akan lahir, ketika anak mulai memasuki jenjang pendidikan yang baru, atau target untuk membangun dan merenovasi rumah.

            Sementara bagi si lajang, perencanaan seperti menikah di tahun depan, sekolah lagi, membeli kendaraan baru, atau merencanakan meningkatkan investasi usaha juga perlu dipikirkan dalam menyesuaikan perencanaan keuangan.

            Selain itu, jangan lupakan juga perencanaan jangka panjang. Entah itu Anda akan memulai menyisihkan uang untuk perencanaan jangka panjang tersebut mulai tahun depan ataukah sudah dalam berjalan, poin ini harap perlu diperhatikan. (ika)

 

Hitung Aset hingga Pengeluaran

            Meskipun Anda bukanlah seorang akuntan handal atau penasehat keuangan yang berpengalaman, sebetulnya untuk masalah mengatur keuangan sendiri, Anda pun bisa melakukannya. Apalagi Andalah yang tahu, seperti apa pola kebiasaan Anda dalam memutar arus keuangan pribadi.

            Untuk menjalankan peran sebagai perencana keuangan, inilah beberapa tahapan yang harus dilewati. Yang pertama, kita perlu menentukan situasi keuangan kita saat ini yang berupa kekayaan dan utang.

            Kekayaan bisa berupa segala bentuk aset baik riil maupun finansial. Mobil, rumah, perhiasan sebagai aset riil, tabungan, deposito, reksadana sebagai aset finansialnya. Demikian pula dalam mengatur daftar utang yang bisa berupa utang jangka panjang atau pendek dalam bentuk kredit.

Jika kedua bagian tersebut sudah Anda dapatkan, tentunya Anda juga perlu menimbang berbagai macam bentuk penghasilan yang selama ini menjadi penopang hidup Anda. Mulai dari yang tetap, maupun sampingan. Jangan lupakan juga untuk menuliskan pengeluaran-pengeluaran rutin yang biasa Anda lakukan sebelumnya.

            Langkah selanjutnya adalah menentukan rencana yang akan dilakukan di tahun depan yang sekiranya membutuhkan penambahan pos pengeluaran. Ini bisa berupa pos pengeluaran untuk rencana jangan pendek, jangka menengah untuk tiga tahun ke depan, serta jangka panjang untuk delapan hingga sepuluh tahun ke depan.

            Bagi mereka yang mulai membaca, bahwasanya beberapa tahun lagi merupakan perubahan masa sekolah anak, tentunya perlu juga membuat perencanaannya sedari sekarang. Ini bisa diwujudkan dalam bentuk asuransi pendidikan nantinya.

Tentunya ketika menentukan perencanaan jangka panjang ini nantinya, kita perlu adanya penyiasatan jitu dengan memunculkan beberapa alternatif penyelesaian. Pikirkan dengan matang, bagamana pos demi pos rencana pengeluaran ini nantinya, terutama yang utama, dapat terpenuhi.

Namun harap juga diingat, dalam perencanaan ini nantinya tetap perlu adanya unsur fleksibilitas di tengah adanya patokan-patokan keputusan yang sudah kita buat. Perubahan yang bergeser dari perencanaan memang bisa saja terjadi di tengah-tengah pelaksanaan. Untuk itu, kita perlu sering melakukan evaluasi agar tujuan tetap tercapai, perubahan pelaksanaan rencana keuangan pun tidak sampai merusak pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. (ika/bbs)