Category: Karir


Peluang Investasi di Tahun 2009

Jangan Letakkan Telur dalam Satu Keranjang

  • Peluang Investasi di Tahun 2009

Ibarat meletakkan telur, jangan letakkan telur di satu keranjang. Karena jika keranjang itu jatuh, maka habislah telur yang kita miliki. Itulah yang disarankan oleh Uya Kuya, artis sekaligus pengusaha yang memiliki lahan bisnis di beberapa bidang ini dalam sebuah acara talkshow yang ada di televisi TV One pada hari Selasa (30/12) ini.

Dalam acara tersebut, hadir juga Safir Senduk, konsultan keuangan yang meskipun masih muda, namun kemampuannya dalam memberikan saran di bidang keuangan sudah diakui oleh masyarakat luas.

Bicara tentang prospek ekonomi di penghujung tahun, tak ayal lagi, pastilah membicarakan apa yang bagus dan tidak untuk bidang ekonomi di tahun berada dalam naungan shio kerbau tersebut.

“Pada dasarnya jika kita bicara investasi, ada dua macam, bisnis atau non bisnis?” ujar Safir. Bicara bisnis, maka yang dimaksud adalah menanamkan sejumlah uang untuk melakukan usaha. Misalnya seperti membuat usaha makanan.

Sedangkan jika kita bicara nonbisnis, maka yang dimaksud adalah menanamkan sejumlah uang untuk reksadana atau surat hutang seperti ORI. Dan menurut Safir, justru inilah yang memang kecil resikonya untuk tahun 2009 yang konon katanya masih tidak stabil.

“Memang jika bicara stabil atau tidak stabil, bisa jadi dua minggu ke depan, atau sebulan nanti, kondisi tidak stabil itu bisa terjadi,” imbuh Safir.

Namun jika ingin berbisnis, sebetulnya syaratnya cukup lakukan saja, tanpa berpikir apakah ini nantinya akan untung atau rugi. Meskipun sebetulnya jika seseorang ingin menginvestasikan uangnya dalam bisnis, ia bisa jadi akan mereguk keuntungan yang lebih atau cukup besar, namun dengan resiko yang juga akan besar.

Lantas Safir pun menyarankan apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengivestasikan uang di tahun 2009 nantinya. Jika kita ingin berinvestasi dalam bidang nonbisnis, pilihlah bentuk investasi yang akan memberikan bunga atau keuntungan yang stabil. Berinvestasi dalam bentuk saham memang akan menimbulkan kemungkinan yang berfluktuatif.

Bagaimana dengan bentuk investasi dalam bisnis? Uya Kuya pun memberikan tipsnya. Satu di antaranya adalah kita sebagai orang yang akan berinvestasilah yang harus turun sendiri ke lapangan untuk melihat apa yang mungkin kita kembangkan kelak.

Safir pun menambahkan, jadilah pebisnis yang memiliki perbedaan. Jika kita terjun dalam dunia bisnis di mana mereka yang bergerak di bidang itu sudah cukup banyak, maka milikiah keperbedaan yang tidak dimiliki oleh bisnis lain.

Karena dalam berbisnis seseorang harus menemukan ritme terdahulu bagaimana masyarakat membutuhkan produknya, maka Safir pun mengungkapkan bahwasanya bisnis dengan bentuk franchise atau waralaba adalah pilihan yang memiliki resiko tidak seberapa besar.

“Kita tidak perlu mencari ritmenya dulu seperti yang dilakukan oleh Uya misalnya, yang baru tahu ritme usahanya di masyarakat setelah tiga bulan lebih dulu. Karena itu, franchise terhitung lebih aman,” ujar Safir.

Sebaliknya, bisnis yang membuat orang kemudian menempuh kredit lewat bank memang bisa jadi masih riskan di tahun depan. Ini tentu saja menyangkut suku bunga yang masih tinggi di dalam dunia perbankan.

Semua Orang Suka Pisang

Prinsip tidak menaruh telur dalam satu keranjang dilakukan oleh Uya ketika rejeki yang ia peroleh dari dunia hiburan berada dalam sakunya. Terjun ke dalam dunia bisnis pun akhirnya dipilih oleh artis yang kondang dengan acara Hari yang aneh di Anteve atau Playboy Kabel di RCTI.

Tengok saja sederetan usaha yang ia coba. Mulai dari pisang goreng, distro, showroom, siomay Bandung, sampai Bakso Malang ia jelajahi. Semuanya bisa dibilang dapat bertahan dan tidak rentan alias buka tutup. Apa yang menjadi rahasianya?

Meskipun dalam dunia hiburan Uya terlihat sebagai pribadi yang kocak dan konyol, namun ternyata di dalam menggeluti dunia bisnis, Uya adalah pribadi yang serius dan penuh dengan perhitungan sebelum melangkah.

Misalnya dalam bisnis pisang gorengnya. “Jujur, saya memang tidak suka pisang mentah yang maksudnya belum diolah. Tapi kalau pisang itu sudah dimasak atau diolah, saya suka,” akunya.

Ketika ia melirik pisang sebagai sesuatu yang bisa diolah, Uya pun mencoba terlebih dahulu dengan melihat pasar yang ada. “Saya sering beli pisang goreng di mana-mana. Saya coba, dan saya makan juga dengan teman-teman saya. Setiap saya memberinya ke teman-teman saya untuk dicoba, saya minta mereka untuk menilai,” kisahnya.

Di dalam proses itulah, Uya tetap mencoba terus resep pisang yang sedang dipersiapkannya. Saat resep itu sudah siap, ia pun melakukan langkah yang sama yaitu memberikannya kepada teman-temannya untuk dicicipi dan dinilai.

“Ya tentu saja, saya tidak bilang kalau itu pisang goreng saya sendiri. Nanti kalau tahu, mereka jadi bilang enak karena takut nggak enak sama saya,” selorohnya tapi itu merupakan hal sungguhan yang ia bagi sebagai tips darinya.

Pisang goreng sendiri menurutnya adalah makanan yang bisa dibeli oleh kebanyakan orang pada saat kapanpun meskipun itu di saat makan pagi, siang, malam, atau di luar waktu-waktu tersebut.

“Segementasi produk saya memang untuk kalangan menengah yang sebetulnya bisa untuk semua masyarakat. Mereka yang naik mobil, motor, jalan kaki, atau siapa saja saya harapkan memang pada akhirnya menyukai produk saya,” akunya.

Setelah usahanya berdiri, ia pun menunggu usahanya tersebut sampai terlihat stabil. Dan begitu seterusnya yang Uya lakukan pada usaha-usahanya yang lain. Menurutnya, terjun langsung untuk melakukan riset adalah hal yang penting.

“Untuk siomay Bandung atau Bakso Malang, saya juga terjun datang langsung ke Bandung dan Malang. Misalnya Bakso Malang, yang saya tahu di sana, Bakso Malang yang asli itu adalah bakso yang makannya dicocol dengan saos tomat yang itu hanya asli ada di Malang,” ujar Uya yang akhirnya mengaku mengimport langsung, demikian istilah untuk apa yang telah ia lakukan, saos tomat tersebut dari Malang secara langsung.

Bagi Uya, usaha jajanan ataupun baju sekalipun tidak akan mati meski krisis melanda. Karena, makanan atau baju tetaplah merupakan kebutuhan primer. “Kalau krisis, apakah berarti orang kemudian tidak butuh baju?”

Bagaimana Uya memantau usaha-usahanya yang ada di berbagai tempat tersebut? Caranya dengan mengunjunginya setiap kali ia shooting dan berada dekat dengan tempat usahanya. “Kalau ingin makan kan tinggal mampir saja. Tapi saya tetap bayar habis berapa saja, itu agar tetap balance keuangannya,” aku Uya.

Tips untuk mereka yang ingin berinvestasi di dunia bisnis:

  1. Pilih produk yang disukai oleh kebanyakan orang.

  2. Lakukan riset dengan turun sendiri ke lapangan

  3. Jika telah ada usaha serupa, buatlah perbedaan yang merupakan ciri khas usaha Anda

  4. Jika sudah diputuskan untuk berdiri, lihat ritmenya dalam beberapa bulan

  5. Tunggu ritmenya hingga stabil sebelum membuka usaha baru lainnya

Ippho saat memberikan presentasinya di depan mahasiswa

Ippho saat memberikan presentasinya di depan mahasiswa

“Kebahagiaan seseorang di 20 tahun mendatang bahkan otak apa yang cenderung ia gunakan, bisa dilihat dari senyuman seseorang.”

Itulah yang terbersit dalam otak saya ketika Ippho dan tampilan di layar kala itu mencoba menerangkan kepada kami tentang korelasi antara senyum dan kebahagiaan seseorang di waktu yang akan datang.

Hari ini, Kamis (13/11), saya diserahi tugas sebagai moderator dalam kuliah umum yang mendatangkan pembicara yaitu Ippho Santosa. Begitu banyak hal berharga dan berarti yang bisa saya serta anak-anak dapatkan tadi.

Awalnya, saya menduga acara ini akan seperti buku-buku berdisiplin ilmu psikologi yang sering saya lahap. Namun tetap saja, ada ilmu-ilmu baru akhirnya yang bisa saya dapatkan kali itu.

Di beberapa menit setelah Ippho bicara, kami disuguhkan oleh kuis dengan beberapa pertanyaan dan hanya bisa dijawab oleh jawaban a atau b. Dari situ, saya bisa tahu bahwa ternyata banyak dari mahasiswa Politeknik Batam yang lebih mengandalkan otak kanan selama ini dalam berpikir. Hanya sedikit dari mahasiswa yang banyak memilih jawaban a yang berarti banyak mengandalkan otak kiri. Sedangkan sisanya, sangat sedikit sekali dari mahasiswa yang seimbang menjawab antara jawaban a dan b.

Apakah Anda selama ini sering memiliki meja yang rapih, kerja yang terencana, serta kurang bisa bekerja dengan musik adalah tipe-tipe dari mereka yang sering mengandalkan otak kiri. Sedangkan jika kebalikannya, itulah yang dimaksud oleh mereka yang sering bekerja dengan otak kanan.

Setelah serangkaian pertanyaan, dua layar di ruang auditorium itu berganti dengan tayangan seorang wanita yang tampil dalam bentuk siluet. Meski seluruh mata yang melihatnya tahu bahwa siluet wanita itu bergerak, akan tetapi tidak setiap pasang mata memiliki tangkapan penglihatan yang sama. Ada yang melihatnya selalu bergerak searah jarum jam, ada yang berlawanan, dan ada yang bolak balik. Apa yang tertangkap oleh mata itulah yang menandakan bagaimana selama ini kerja otak kita, sering menggunakan otak kanan, kiri, atau seimbang.

Seberapa pentingkah arti otak kanan? Wacana tentang pengoptimalan otak kanan ini sendiri muncul ketika kebanyakan dari manusia di dunia memandang bahwa mereka yang sering mengandalkan otak kirilah yang akhirnya sering keluar sebagai manusia-manusia berpengaruh di dunia. Mereka yang pintar di ilmu eksak atau memiliki pola kerja teratur itulah yang kerap dianggap sebagai orang yang bisa berhasil dan sukses.

Dan pada akhirnya, mereka yang kerap bekerja dalam bentuk informal, berkutat pada seni, bekerja dengan santai, sering dianggap sebagai orang yang akan kurang berhasil dalam hidup. Benarkah demikian?

Sebetulnya tidak ada yang salah apakah Anda sering menggunakan otak kiri atau kanan. Namun di dalam acara tadi, Ippho ingin menyiratkan bahwa janganlah kita mengabsolutkan otak kiri sebagai otak yang akan membawa seseorang ke arah kesuksesan.

Pembicara yang sering diundang di acara-acara nasional itupun menjabarkan, bagaimana sosok-sosok para ilmuan kini menjadi terkenal sebagai manusia penting karena apa yang ditemukannya. Newton misalnya, bisa menemukan teori gravitasi setelah ia sedang berpikir dengan menggunakan mayoritas otak kanannya. Saat ia bersantai di bawah pohon apel dan melihat apel yang jatuh itulah ia bisa menemukan ‘AHA!!!’ yang membawanya menjadi orang yang akan dikenal oleh manusia hingga kini.

Ketika manusia bersantai bahkan beribadah, kerja otak justru akan mengalami tingkat maksimalnya. Itupula yang pernah saya dapatkan dari Pak Aufi, ahli neuro linguist programme asal Batam yang kerap menjadi pembicara bertemakan hipnosis.

Saat kita menghentikan sejenak menghentikan aktivitas yang monoton, menjemukan, dan menekan emosi, lalu kemudian mencoba bersantai, beribadah, menenangkan diri, justru di situlah kerja kuantum dari otak akan mencuat dan melesat.

Lantas adakah ciri lain yang bisa kita ketahui apakah seseorang itu kerap menggunakan otak kiri atau kanan? Lihatlah kala ia tersenyum! Apakah senyumnya datar, tulus, dengan kerutan lepas dan tak tertahan, pangkal alis yang kerap bertemu atau tidak, bisa membuat kita membaca apakah ia kerap menggunakan itak kanan atau kirinya.

“Kalau ia kerap menautkan alisnya, senyumnya datar atau terkesan dipaksakan, itu tandanya ia kerap menggunakan otak kirinya,” demikian Ippho memberikan tips kepada kami.

Apa arti dan maknanya? Dalam acara tadi, kami ditayangkan tentang sebuah penelitian yang mencari korelasi antara foto berwajah tersenyum dalam buku lulusan sebuah sekolah dengan kehidupan sosok-sosok tersebut di beberapa tahun selanjutnya. Jawabannya, ternyata mereka yang sering membiarkan senyumannya lepas mengembang, tidak menghiraukan kerutan di sekitar mata atau pipinya kala tersennyum, adalah orang-orang yang bisa meraih kepuasan hidup di masa tuanya.

Apakah hanya otak kanan dan otak kiri yang bisa memiliki andil kesuksesan hidup kita? Ada satu lagi ternyata. Dan ketika tadi saya mengetahuinya, rasanya seperti sebuah ketidakmasukakalan, mistik, atau keimajinasian saja jika saja saya tidak ingat bagaimana hal itu memang benar-benar kerap berlaku dalam hidup saya atau orang-orang lain di sekitar saya yang sering saya ketahui.

Seringkah kita mencetuskan sesuatu yang entah itu sadar atau tidak, terkadang kita harapkan akan berlaku pada diri kita? Saya ingin kalung itu jadi milik saya, nanti saya akan hidup jadi pegawai, kelak saya akan kuliah sampai ke luar negeri, atau apalah yang pernah Anda cetuskan baik itu dalam gumaman, perkataan secara sadar, atau hanya dalam hati, sungguh, itulah yang akan terjadi.

Bagaimana bisa demikian? Ternyata ketika kita mencetuskan hal tersebut, ada semacam gelombang kekuatan yang mengalir menuju alam semesta dan membuat unsur, faktor, atau hal lain mencoba mendukungnya dengan mengarah ke arah magnet dari sumber kekuatan tersebut. Apa itu? Tak lain adalah diri Anda sendiri.

Namun jika Anda mencetuskan tidak ingin ini itu, tidak ingin mobil yang Anda naikki dan sedang mogok itu membuat Anda terlambat, tidak ingin menjadi guru, tidak ingin jadi orang miskin, percayakah Anda, justru kalimat negatif itu yang akan nyata keluar dan membuat Anda sungguhan ada di dalamnya!

Intinya, Ippho tadi pun mencoba mengajak kami agar selalu berpikir positif dan menjadikan tubuh kita sendiri sebagai sumber kekuatan magnet atas apa yang kita inginkan dalam hidup kita. Karena, kekuatan pikiranlah yang membuat segalanya menjadi nyata.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan, Anda adalah apa yang Anda lakukan, maka buatlah lingkaran positif ada dalam sekeliling diri Anda dan orang atau unsur lain di sekeliling Anda. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi Anda semua.

Belajar Bahasa Mandarin

Asal Ada Kemauan dan Konsisten
Saat ini, bahasa Mandarin memang menjadi tuntutan yang sering dijadikan standar tambahan dalam penguasaan bahasa asing lainnya. Tak cukup hanya menguasai bahasa Inggris saja, Anda pun harus lihai menguasai bahasa yang satu ini.
Apalagi untuk kita yang tinggal di wilayah Kepri, rasanya jika kita kurang bisa menguasai bahasa yang satu ini, maka kita agak mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi dengan banyak orang. Bagaimana tidak, masyarakat Tionghoa di Kepulauan Riau ini begitu besar. Belum lagi jika kita pergi ke Singapura, bahasa mandarin pun seakan-akan menjadi bahasa alternatif yang bernilai penting dan bisa digunakan di sana.
Dan seperti bahasa asing lainnya, bahasa asing yang satu ini juga memiilki tantangan tersendiri. Dalam bahasa mandarin, tulisan yang tertulis tidak hanya divokalkan dengan pengucapan biasa. Ada nada-nada tersendiri yang harus Anda kuasai. Salah pengucapan nada, arti dari apa yang kita ucapkan itu pun bisa berbeda.
Yang menjadikan bahasa mandarin memiliki tingkat kesulitan tersendiri adalah tentang aksara yang perlu juga dikuasai. Dan inilah yang membuat bahasa Mandarin menjadi tidak mudah begitu saja dikuasai oleh seseorang yang ingin benar-benar menguasai bahasa Mandarin secara total.
Namun bagi Anda yang sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa Mandarin, jangan lantas merasa tidak perlu untuk mempelajarinya lebih dalam. Karena kebanyakan orang hanya sanggup untuk mengucapkannya tanpa bisa baca dan tulis aksara Mandarin.
Memang, tidak mudah begitu saja untuk bisa menguasai bahasa yang satu ini. Merasa menyerah sebelum mencoba mempelajarinya? Jangan dulu tergesa-gesa putus asa. Karena meski Anda bukanlah orang yang mengenal dekat dunia Tionghoa, asal ada kemauan dan konsistensi, pasti bisa. Tang jan! (ika)

Pahami Aksara dari Bentuk Bendanya
Sebetulnya untuk menguasai bahasa Mandarin, tak lengkap rasanya jika kita tidak mempelajari huruf atau aksaranya. Namun karena aksara Mandarin tidak menganut huruf atau per kata dalam penulisannya, maka butuh cukup waktu juga untuk bisa menguasainya.
Huruf atau karakter Mandarin merupakan satu di antara huruf tertua yang dikenal di dunia. Banyak perubahan yang terjadi dalam penulisan huruf ini seiring dengan perkembangan zaman. Ada beberapa barang yang dulu belum ada, maka karakter penulisannya pun baru ada di zaman sekarang.
“Awalnya dulu penciptaan huruf mandarin hanya berdasarkan bentuk benda  tersebut. Misalnya mereka membuat huruf berbentuk gunung untuk menggambarkan gunung atau bulatan untuk menggambarkan matahari,” ujar LW Song, Badan Pembinaan Pendidikan Bahasa
Tionghoa (BP2BT).
Ia mencontohkan, sebuah titik yang ditambahkan pada huruf dao yang berarti pisau membuat kosakata baru yakni ren yang berarti pinggir pisau. Titik yang berada di sisi pisau itu berarti menunjukkan ketajaman pinggir pisau tersebut.
Secara struktural, huruf Mandarin sebenarnya bisa dibagi menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah sebagai huruf Mandarin sebagai komponen tunggal dan komponen kombinasi.
Sebagian besar huruf Mandarin merupakan kombinasi dari ratusan komponen di berbagai posisi huruf tersebut. Misalnya karakter kou bisa dikombinasikan dengan komponen lain di berbagai posisi yang berbeda untuk membentuk karakter baru.
“Huruf seperti ini bisa disebut radikal atau elemen sebuah huruf. Radikal biasanya berfungsi sebagai panduan penulisan, pelafalan dan pencarian huruf tersebut di kamus,” jelasnya.
Semua huruf yang memiliki radikal Kou biasanya memiliki arti yang berhubungan dengan mulut karena kou berarti mulut. Misalnya, menangis, menyanyi atau lainnya. “Dan radikal ini terdapat di semua huruf mandarin, meski tak ada pengelompokan radikal ini untuk huruf tertentu,” papar Song.
Di tahun 1956, Pemerintah Tiongkok mengumumkan adanya skema baru mengenai huruf Mandarin yang lebih sederhana supaya penulisan huruf Mandarin bisa lebih mudah. Huruf ini disebut jiantizi atau jianti yang berarti huruf Mandarin sederhana. Sementara huruf yang lebih tradisional disebut fantizi, yang bentuknya lebih kompleks.
“Sekarang orang di Tiongkok sudah menggunakan huruf yang lebih sederhana tersebut. Sedangkan publik Taiwan lebih memilih menggunakan huruf yang lebih kompleks. Di kawasan Asia, Singapura dan Malaysia lebih menggunakan jiantizi,” tutur Song.
Peraturan ini dibuat Pemerintah Tiongkok untuk lebih memudahkan orang asing yang baru mempelajari Bahasa Mandarin. Song pun tak lupa memberikan tips bagi orang yang baru pertama kali belajar Mandarin. “Pertama kenali karakter atau huruf, kenali bentuknya dan kenali radikalnya, pasti akan mudah belajar huruf Mandarin,” jelasnya.
Penulisan huruf Mandarin sendiri tak banyak mengalami perubahan sejak pertama kali diciptakan. Prinsipnya hanya ada dua cara, yakni penulisan dari atas ke bawah dan dari arah kiri ke kanan untuk semua karakter. “Dan peraturan itu harus ditepati, karena tanpa peraturan itu, penulisan huruf Mandarin akan kacau-balau,” pungkasnya.
Karena terhitung lumayan rumit untuk mempelajarinya, Song pun mengaku meskipun ada seseorang yang memang sudah lancar berbahasa Tionghoa, bukan berarti ia juga mudah untuk mempelajari aksara Mandarin.
Begitu juga menurut Suki Ariono, Pemilik Pusat Bimbingan Bahasa Mandarin Pelita Budaya Bangsa, ia sering merasa kesulitan untuk mengajak orang Tionghoa lainnya untuk belajar bahasa Mandarin.
“Banyak juga orang Tionghoa yang bisa percakapan tapi tidak bisa baca. Saya pernah dan sering meminta mereka untuk lebih belajar bahasa Mandarin. Tapi apa jawabnya? Saya sudah bisa bicara, kenapa saya harus belajar bahasa mandarin,” ungkap Suki yang menurutnya, baca dan tulis juga merupakan syarat seseorang dinyatakan menguasai bahasa Mandarin.
Baik Song maupun Suki akhirnya salut jika ada orang yang bukan dari kalangan Tionghoa namun mau dan serius mempelajari bahasa Mandarin secara total. Meski tergolong tidak mudah, tapi Song mengaku pernah memiliki seorang murid bukan dari kalangan Tionghoa yang bisa berbahasa Mandarin secara total. Dan itulah yang menjadi kebanggaannya serta membuatnya dapat memotivasi orang lain untuk bisa mempelajari bahasa Mandarin. (rur/ika)

Perhatikan Nada Bacanya
Ingin bisa dibilang cepat menguasai bahasa Mandarin? Paling tidak, kita bisa mempelajari bagaimana pengucapan atau kalimat demi kalimat yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi sehari-hari.
Namun bahasa Mandarin tidak seperti bahasa lainnya yang penulisan dengan pelafalannya sama. Ada empat nada yang mungkin bisa diucapkan dalam setiap kata demi katanya. Belum lagi panjang pendek pelafalannya. Jika salah atau kurang tepat pengucapannya, bisa berbeda juga arti dan makna yang ditimbulkan.
Misalnya saja kata Ma. Jika diucapkan dari nada pertama hingga nada keempat bisa memiliki arti ibu, kain kasar, kuda, sampai kata marah. Bagi yang belum terbiasa dalam pelafalannya, akan terasa sulit untuk mengucapkannya.
Suatu kata dengan lafal yang salah dalam bahasa Indonesia akan menyebabkan salah pengertian. Tapi bila salah menerapkan nada, akan lebih berat lagi dan membahayakan pengetiannya.
“Jadi harus diperhatikan sugguh-sungguh dalam latihan nada itu, mulai dari permulaannya sekali. Walaupun memang akan menjemukan,” Song menekankan dalam sarannya bagi mereka yang ingin belajar bahasa Mandarin.
Lantas, mengapa terkadang ada bahasa Mandarin yang berbeda pengucapannya? Hal itu tak lain karena adanya perbedaan dialek dalam masyarakat Tionghoa sendiri. Hampir seperti daerah Sumatera, ada beberpa bahasa daerah yang digunakan meski itu sama-sama berasal dari daerah Sumatera yang notebene provinsi di Indonesia.
Misalnya, terkadang kita sering melihat atau mendengar tampilan di televisi berupa percakapan masyarakat Tionghoa dengan kata-kata owe atau yang berarti aku. Nah uniknya, mengapa kata tersebut tidak kita dapati di daerah Provinsi Kepri?
Sebetulnya, kata owe ini berasal dari dialek Khek di kalangan Menteng yang ada di Jakarta. “Banyak bangsa dengan dialek yang berbeda dari masyarakat Tionghoa yang berada di Indonesia. Itu masih belum lagi pecahannya. Misalnya kalau Khek bisa ada beberapa dialek lagi,” jelas  Suki.
Bahasa mandarin yang kita sering tahu sekarang ini di Provinsi Kepri sesungguhnya bukanlah hanya terdiri dari satu macam dialek saja. Setidaknya ada lima dialek yang sering digunakan oleh masyarakat Tionghoa.
Macam dialek tersebut antara lain Teochiu, Hokkian, Khek atau yang biasa disingkat dengan HK, Konghu, dan Hainan. Mereka pun tersebar di daerah Provinsi Kepri dengan tiap-tiap daerah memiliki mayoritas suku tersendiri.
Sedangkan bangsa Khek atau yang sering disingkat dengan HK inilah yang bahasanya kemudian dijadikan sebagai bahasa Mandarin yang lebih dikenal di kalangan internasional. Menurut Suki, bangsa Khek berasal dari suku Han dan kemudian bahasa inilah yang digunakan sebagai standar baahsa Mandarin di tingkat internasional. (ika)

Manfaatkan Saluran Televisi Mandarin
Tinggal di Batam yang dekat dengan akses Singapura dan Malaysia
membuat kita begitu mudah memperoleh saluran televisi dari kedua negara tersebut. Tidak hanya televisi yang menyiarkan dengan bahasa Inggris atau Melayu, kita pun bisa juga mengakses saluran televisi yang menggunakan bahasa Mandarin.
Nah, bagi Anda yang ingin menguasai bahasa Mandarin, kemudahan itulah yang bisa Anda gunakan juga untuk memperlancar bahasa Mandarin Anda. Apalagi menurut Suki, kita bisa belajar membiasakan diri untuk mendengarkan percakapan dalam bahasa Mandarin dan mengerti artinya melalui terjemahan bahasa Inggris yang biasanya tertulis dalam teks di layar televisi.
Cara lain yang bisa Anda tempuh untuk mempermudah belajar bahasa Mandarin adalah dengan mempraktekkannya bersama dengan orang lain. Daalm kelas privat yang dibuka oleh Song misalnya, ia kerap mengadakan kelas dengan peserta yang memiliki latar belakang yang sama dari para muridnya.
Cara ini untuk mempermudah dirinya dalam memberikan kata demi kata yang bisa jadi ada beberapa  kata yang berbeda antara kelas privat yang satu dengan yang lain. Penerapan cara ini juga untuk mempermudah para peserta kelasnya agar bisa saling mempraktekkan materi yang diterimanya.
Ingin mencoba cara lain? Anda pun bisa belajar dari situs-situs pembelajaran bahasa Mandarin yang ada di internet. Misalnya dalam situs http://www.csulb.edu/~txie/ccol/content.htm. Di situs tersebut, Anda akan belajar bagaimana sebuah kalimat dibahasakan dalam bahasa Mandarin serta bagaimana karakter akasaranya. Situs ini juga dilengkapi dengan akses suara yang memungkinkan kita bisa mengerti bagaimana pelafalan dari kata per katanya. (ika)

Syaratnya Harus Konsisten
Anda punya cukup uang, punya cukup waktu, punya guru atau mengikuti institusi pendidikan bahasa Mandarin yang cukup handal, ternyata tidak menjamin Anda bisa dengan mudah menguasai bahasa yang satu ini.
Karena selain hal itu semua, Anda masih perlu memiliki tekad, kemauan untuk belajar, serta daya konsistensi untuk menguasainya. Seringnya yang terjadi, mereka yang ingin menguasai bahasa Mandarin ternyata tidak punya cukup modal niat yang kuat untuk benar-benar mempelajarinya hingga tuntas.
Selain itu, masalah waktu juga terkadang bisa menghalangi seseorang untuk putus di tengah jalan saat mempelajari bahasa Mandarin. Apalagi untuk mereka yang bekerja dan kurang bisa menyisihkan waktunya dengan baik, maka akan menghadapi kesulitan untuk tidak bisa secara teratur mengikuti kelas pelatihan.
Tak hanya waktu untuk di kelas, waktu untuk belajar di luar jam itu pun juga diperlukan. Jika ingin cepat lancar berbahasa Mandarin, tentunya kita juga harus mampu menghafal kata demi kata baru yang kita terima dalam setiap kali pertemuan dengan guru bahasa Mandarin. (ika)

Pasangan dalam Satu Kantor

Pengaruhi Kualitas Kerja

            Memiliki pasangan yang berada dalam satu kantor? Jangan ditanya jika akhirnya adegan seperti yang diperagakan oleh akting Ina dan Teguh (bukan pasangan sesungguhnya, red) dalam posteral Smartwoman edisi kali ini bisa saja terjadi.

            Namun yang sering terjadi, banyak perusahaan yang tidak memerbolehkan sepasang pria dan wanita yang memiliki hubungan asmara untuk berada dalam satu kantor. Dengan alasan, pastinya nanti akan memengaruhi hubungan kerja dalam lingkungan kerja perusahaan tersebut.

            Apa yang salah? Sebetulnya jika menurut Rostina Tonggo Morito, psikolog dari Batam yang merupakan HR Consultant dan Praktisi di PT Tunaskarya Indoswasta, hal tersebut sah-sah saja.

            “Tapi secara kualitas langsung atau tidak langsung, itu bisa berpengaruh. Apalagi jika satu divisi. Ini jadi alasan mengapa banyak perusahaan tidak mengizinkannya,” imbuh Rostina.

            Jangankan bagi pasangan yang mengarah ke hubungan serius atau yang sudah menikah, keberadaan sepasang pria dan wanita yang masih dalam tahap pacaran saja bisa memengaruhi kualitas dari kerja di suatu tempat. Di luar dari boleh tidaknya aturan tersebut, pasangan yang berada dalam satu tempat kerja memiliki konsekuensi pada perusahaan dan pasangannya itu sendiri.

            Apalagi jika ada masalah, tak jarang urusan kerja atau bahkan hubungan dengan lingkungan kerja di kantor pun bisa langsung tak langsung akan terpengaruh. Untuk mengatasi hal ini, perlu peran dari pasangan untuk saling mengerti atau mau mengalah.

            “Jika pasangan satu kantor, harusnya ada yang lebih paham. Saat ada masalah, lebih baik diam dan komunikasikan di saat reda. Harus lihat waktunya untuk menyelesaikan masalah. Kalau itu masalah rumah, ya selesaikan di rumah. Kalau urusan kantor, yang selesaikan di kantor,” Rostina menganjurkan.

            Komitmen untuk bagaimana menyelsaikan masalah jikalah terjadi suatu ketika ini perlu disepakati sebelum-sebelumnya. Lebih baik, hindari diri terlebih dahulu, lakukan evaluasi, dan kelola emosi. (ika)

 

Pertimbangkan Citra Diri

            Dikenal memiliki pasangan yang tidak berada dalam satu kantor, dengan yang memiliki pasangan satu kantor, sebetulnya juga berefek pada jatuhnya citra diri dari diri kita sendiri maupun pasangan di mata para rekan sekantor.

            Mengapa demikian? Jika kita telah melakukan sebuah prestasi atau justru mendapati sebuah kegagalan, secara tidak langsung, orang akan menghubung-hubungkan kita dengan pasangan kita. Begitu juga sebaliknya.

            “Akan ada perpindahan citra diri. Yang awalnya orang tahu kita dan jika ada apa-apa kita dipandang diri kita sendiri, setelah punya pasangan apalagi satu kantor, akana da perpindahan citra sendiri menjadi bersama,” jelas Rostina.

            Karena itulah tak jarang sering ada sebuah pasangan yang merahasiakan hubungannya dari teman-teman di kantornya. Karena jika demikian, orang di kantor pun tidak akan mengait-ngaitkan sebuah kejadian, prestasi, atau kegagalan seseorang dengan pasangannya.

            “Hal itu yang perlu disepakati dan dipikirkan seperti apa nantinya. Karena jika orang di kantor sudah banyak yang tahu, akan beda jadinya jika itu tidak diketahui oleh orang lain. Belum lagi konsekuensi jika orang-orang di kantor tidak diberi tahu, biasanya akan menjadi bahan gunjingan di kantor,” ujar Rostina. (ika)

 

Cari Komunitas Masing-masing

            Sudah jadi hal yang alamiah dari manusia untuk tidak bisa dalam kondisi yang sama secara terus menerus. Maka tak heran, jika memiliki pasangan yang sama-sama dalam satu lingkungan kerja akan memunculkan rasa jenuh karena kondisi yang stagnan.

            “Dalam pasangan yang kondisinya satu kantor, peluang jenuhnya bisa jadi sangat besar. Karena itu pasangan yang satu kantor harus lebih banyak mengembangkan komunitas di luar antara meraka,” saran Rostina.

            Untuk itu bagi mereka yang memiliki pasangan satu kantor entah itu sedang mengarah ke hubungan yang serius atau sudah dalam ikatan pernikahan, saran dari Rostina, bangun dan kembangkan komunikasi yang lebih terbuka dan intens dengan pihak lain.

            Dalam hal ini, tetap jagalah keprofesionalitasan dengan tetap melepaskan diri dari embel-embel yang identik dengan pasangan. Jika kita telah berkunpul dengan kelompok kita, maka hendaknya kita bisa melebur dengan mereka.

            Pencarian komunitas ini bisa dilakukan di dalam maupun di luar kantor. Misalnya untuk urusan makan siang bersama, kita bisa keluar bersama teman-teman kantor yang lain atau jikalau dengan pasangan, usahakan untuk melebur dan tidak melulu berkomunikasi berdua.

            Sedangkan untuk pencarian komunitas di luar kantor, kita bisa mencari komunitas yang berbentuk olahraga atau kesamaan hobi. Dengan demikian, kebosanan karena selalu bertemu dengan pasangan di kantor maupun di luar kantor menjadi teratasi. (ika)

 

Justru jadi Lebih Efisien

            Meski kebanyakan perusahaan menerapkan aturan untuk tidak memperbolehkan pasangan satu kantor, namun ternyata ada juga perusahaan yang memperbolehkannya. Misalnya saja pada perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat.

            “Rata-rata kalau perusahaan yang asalnya dari Amerika Serikat dan beroperasi di Indonesia, mereka memperbolehkan. Malahan, bisa jadi dapat bonus. Karena dalam model perusahaan tersebut, kalau ada dari kita yang bisa merekomendasikan orang yang kita kenal, kemudian dia bagus kinerjanya, itu bisa ada positif di kita,” ujar Rostina.

            Lagi pula, pasangan yang berada dalam satu kantor sebetulnya bisa memiliki sisi-sisi positif selain sisi negatif yang selama ini sering kali lebih banyak disorot. Misalnya saja untuk urusan efisiensi biaya transportasi ke kantor, makan, sampai urusan memantau pasangan.

            “Kalau satu kantor, memantau pasangannya kan jadi lebih mudah dan jelas. Satu sama lain tidak bisa main-main karena sama-sama ada di satu kantor,” ujar Rostina. (ika)

Berbisnis Makanan

Ingin Batam Ada Oleh-oleh

            Kalau dari Batam ingin menuju ke daerah lain dan ingin membawakan oleh-oleh, pasti banyak dari kita yang kebingungan. Kira-kira, oleh-oleh apa yang bisa dibawa dari Batam.

Jika itu oleh-oleh untuk teman di luar Sumatera rasanya sih kita mungkin bisa membawakan aneka jajanan khas asal produksi Singapura atau Malaysia. Namun jika itu ke daerah Sumatera atau ke Tanjungpinang dan Karimun yang masih berada di wilayah Kepri, oleh-oleh apa ya yang kira-kira bisa dibawa?

Pemikiran untuk menciptakan sebuah jajanan khas Batam itulah yang kemudian mengilhami pasangan Denni Delyandri dan Selvi Nurlia untuk membuat kek pisang dengan nama Villa hasil produksi mereka untuk dapat menjadi jajanan oleh-oleh khas Batam.

Berawal dari enam bulan yang lalu di rumah mereka yang ada di Perumahan Villa Mukakuning, Denni dan Selvi membuat kek pisang hasil produksi rumahan mereka hanya dengan satu oven untuk 20 loyang. Namun penerimaan masyarakat yang baik membuat mereka akhirnya hanya bertahan hitungan hari saja untuk memproduksi sebanyak itu.

“Selanjutnya kita banyak terima pesanan dari mana-mana. Habis itu kita produksi seharinya 40 loyang,” ujar Selvi. Dan tahukan Anda sekarang berapa produksi yang harus dilakukan Denni dan Selvi untuk kek pisangnya? 150 sampai 200 dan loyang per hari!

Dalam awal produksinya, Denni mengaku hanya menggunakan modal sendiri serta keyakinan. Pria yang sempat menjadi karyawan di Mukakuning inipun mencoba untuk berbisnis makanan sejak ia memutuskan keluar dari perusahaan dan memilih berwiraswasta pada tahun 2006.

Berbagai bisnis makanan pun sempat dicobanya. Bersama sang istri, ia sempat mencoba berjualan onde-onde, kerupuk buatan sendiri yang juga dipasarkan sendiri dengan sepeda motor, sampai membuka restoran.

“Restoran itu usaha kami yang kurang berhasil. Kalau usaha-usaha yang lain-lainnya bisa jalan sih, tapi kaminya yang kecapekan sendiri. Akhirnya usaha kek pisang inilah yang kami jalani sekarang,” cerita Deni.

Sementara itu bagi Selvi, pemikirannya untuk membuat kek pisang Villa buatannya merupakan sebuah ide yang muncul karena ia ingin membuat sebuah kek seperti brownies akan tetapi yang berbeda.

“Saya ingin buat kek yang seperti brownies tapi rasanya beda. Terus kepikiran untuk buat yang olahannya pisang karena kan jarang ada. Selama ini orang selalu tahu pisang tapi paling-paling hanya diolah untuk digoreng itu saja. Saya ingin buat yang olahan dari pisang tapi moderen,” ujar wanita yang hobi memasak sejak kecil ini.

Untuk pemasaran, pada awalnya Deni menawarkan kepada para pekerja di Mukakuning untuk menjadi pemasarnya. Setiap mereka yang berhasil memasarkan kek pisang miliknya akan dapat memperoleh fee bonus.

Kini, usaha kek pisang Villa bisa dibilang cukup berkembang pesat. Dari yang sebelumnya diproduksi sendiri di rumah, kini mereka sudah menyewa sebuah ruko di deretan ruko Villa Mukakuning Blok A2 nomor 10, Batam.

Pemasaran dan penawarannya pun sudah banyak kemajuan. Untuk penampilan kek pisangnya sendiri, Deni dan Selvi mengemas kek pisang mereka dalam sebuah kotak dengan desain khusus. Untuk rasa, kini kek pisang Villa ditawarkan dengan 12 rasa. Ada original banana, choco banana, mocha with peanut cream, mede with choco fla, rainbow banana, blaster banana, cheese banana, mede choco banana, blackforest banana, pandan cheese banana, kaya pandan banana, dan original pandan banana.

Untuk memudahkan pembeli, Deni dan Selvi juga menawarkan servis free delivery di nomor 0778 7375217. Ada juga paket pulang kampung yang dalam satu dus jinjingan berisi empat kotak dengan harga lebih hemat.

“Kalau nantinya berkembang, kami hanya ingin membuka cabang di Batam saja, bukan franchise atau buka cabang di tempat lain. Karena memang inginnya kek pisang Villa ini benar-benar jadi oleh-oleh khas Batam,” cetus Deni.

Sementara itu dalam pengembangan usahanya, Deni sendiri banyak menimba ilmu dari Entrepreneur Association, tempat berkumpulnya para pengusaha yang kebanyakan memulai usahanya benar-benar dari nol. Mulai dari pengurusan hak paten merek, label halal, atau strategi pengembangan usaha, Deni dan Selvi banyak menimba ilmu dari sana. (ika)

 

Jadi Ajang Berkumpul

            Begitu banyak masyarakat Batam yang penasaran dengan aneka macam panganan. Bahkan di Tribun sendiri, halaman cooking yang seharusnya ditujukan untuk mereka yang gemar memasak, ternyata justru menjadi ajang bagi mereka untuk tahu dan kemudian ingin langsung datang untuk mencobanya, bukan memasaknya sendiri di rumah.

            Aneka panganan yang hadir di Batam itu pun kebanyakan muncul berasal dari masakan daerah yang ada di penjuru Indonesia. Tidak hanya mereka yang berasal dari sana saja yang gemar mencoba atau menikmatinya, akan tetapi masyarakat dari daerah lain pun bisa dibuat penasaran untuk mencobanya.

            Misalnya saja Bakmi Bangka yang merupakan usaha milik Mei Ling. Bertempat di Komplek Airmas Blok D nomor 1 Batam Centre, Mei Ling menawarkan berbagai macam masakan khas Bangka, daerah asalnya.

            Mulai dari Mie Bangka, Song Sui, atau Ikan Lempah Nanas pun ada di tempatnya. “Saya lihat kalau di Batam ini kan nggak ada orang yang menawarkan masakan dari daerah Bangka, makanya saya coba usaha makanan asal sana,” ujar Mei Ling yang memang asli Bangka dan sudah sejak lama gemar memasak masakan dari daerah manapun.

            Tak heran, jika masyarakat asal Bangka pun banyak yang sering berkumpul di tempatnya. Apalagi, masyarakat asal Bangka memiliki budaya yang saling dekat satu dengan yang lainnya.

            Tapi kebiasaan masyarakat Batam untuk mencoba berbagai macam masakan akhirnya membuat tempat makan milik Mei Ling ini pun juga dikunjungi oleh masyarakat dari daerah asal lainnya. “Malah ada juga yang sampai berlangganan,” imbuhnya. (ika)

 

Hapalkan Ulang Tahun

            Bisnis apapun sebetulnya memiliki kata kunci yang sama jika ingin berhasil. Mulai dari kreatifitas, keuletan, sampai gaya manajemennya. Seperti yang dipaparkan oleh Janalis, dosen asal Universitas Brawijaya Malang dalam kegiatan pertemuan rutin Entrepreneur Association yang diadakan di Politeknik Batam.

            Dalam bisnis apapun baik itu besar atau kecil, setiap orang memerlukan yang namanya link, kerjasama, proses, administrasi yang baik, dan komunikasi. Apapun teorinya, siapapun Anda kalaupun tidak memiliki modal, biasanya langsung merasa putus asa dan usahapun akhirnya tidak akan terwujud.

            Janalis pun memberikan contoh, apabila kita minim modal namun ingin memulai usaha, kita bisa menggunakan orang lain dan mempengaruhinya. Selanjutnya, laksanakan ide-ide kreatif yang berbeda dan unik

“Misalnya kalau bisnis katering, coba deh hapalkan tanggal-tanggal ulangtahun para tetangga Anda. Nanti kalau ada yang ulangtahun, coba tawarkan masakan Anda. Siapa tahu ia akan berkesan dan dari sana bisa memulai mencoba katering kepada Anda,” jelas Janalis.

Sedangkan menurut Juniardi yang pada saat pertemuan Entrepreneur Association tersebut juga turut menjadi pembicara, seringkali orang merasa bingung untuk memulai bisnis apa saja yang cocok.

Senang, ada pasar, dan ahli, itulah sebetulnya yang diperlukan jika kita ingin memulai usaha. Senang bisa berasal dari hobi, ada orang yang nantinya bisa menjadi konsumen dari produk kita, dan lebih bagusnya lagi jika kita memang ahli menekuninya. (ika)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers