Saya benar-benar jatuh cinta dengan Barcelona dini hari tadi! Jika selama ini saya sering menjagokan MU dalam Piala Champions musim 2009 ini, namun sejak kemenangan Barcelona dari Chelsea pada semifinal sebelumnya, saya mulai jatuh cinta dengan tim asal negara berjulukan Matador tersebut.
Siapapun yang menyaksikan pertandingan Barcelona versus MU semalam pasti sepakat jika memang Barcelona tampil ulet dalam melawan MU yang justru paling banyak dijagokan untuk menjadi pemenang dari Piala Champions.
Cantiknya permainan Barcelona terlihat pada menit ke-30 saat Eto’o berhasil mencetak gol. Padahal di menit-menit sebelumnya, penguasaan lapangan dikuasai oleh MU. Namun sejak menit itulah seakan-akan bola berbalik sering berada di kaki-kaki para pemain Barcelona.
Begitu juga sampai di babak ke dua. Saya amati, sampai ada sekitar tiga kali usaha gol yang mengancam genting gawang MU yang dilakukan oleh pasukan EL Barca sebelum akhirnya Messi bisa menjebol gawang MU pada menit ke-70.
Benar-benar gaya ulet yang ditampilkan Barcelona memiliki semangat yang mirip ketika Barcelona menghadapi Chelsea. Saat itu meski sedang menghadapi kenyataan kalah 1-0 dari Liverpool, mereka bisa membalikkan nasib di akhir menit-menit tambahan.
Yang saya sampai terheran-heran justru pada permainan MU. Van de Sar yang biasanya jarang sekali sampai kebobolan gawangnya, dini hari tadi tak dapat menghadang dua kali serangan bola dari tim Barcelona. Bahkan, ia sering terlihat kewalahan menjaga gawangnya.
Gaya menyerang MU yang agresif juga terlihat kurang. Tapi ketika mereka merasa terancam, kualitas permainan MU pun seakan menurun hingga total offside sampai 5 kali dilakukan oleh MU. Sementara itu ball possesion justru banyak berpihak pada Barcelona yang tidak pernah mau terlena meski sudah mengantongi satu hingga dua gol.
Belum lagi ditambah peran Ronaldo yang beberapa kali terlihat tidak pada tempatnya. Ronaldo kerap terlihat turun ke lini pertahanan untuk menghadang hujan perlawanan dari Barcelona. Gaya tembakan Ronaldo yang sering tidak meleset dari sasaran, para pertandingan tadi juga sering terlihat menghujam kurang tajam.
Inilah permainan yang menjadi bukti di mana keuletan dan semangat keoptimisan Barcelona sebagai tim yang kurang dijagokan karena skil yang dianggap kalah matang dari MU, hingga keyakinan dan kepercayaan Guardiola pada anak-anak didiknya, membuahkan hasil yang manis berupa kemenangan.
Selamat deh buat Barcelona yang menjadi pemenang di musim Piala Champions 2009, mengalahkan MU secara telak, 2-0. Terimakasih untuk suguhan permainannya yang penuh dengan semangat!











