Kecerdikan Tora

Standard

Oleh: Ika Maya Susanti

 

“Clok!” segumpal cairan kental jatuh di dekat pasukan semut yang sedang mencari makan.

“Makanan! Ayo teman-teman, kita serbu!” seru Bono, semut yang terkenal paling berani. Ia kemudian mempercepat larinya karena ingin sampai lebih dulu.

Tapi, kali ini Bono bertindak ceroboh. Ia langsung menerjang makanan sasarannya tanpa berhati-hati terlebih dahulu. Padahal, sasaran makanan tersebut adalah cairan kental yang mengandung minyak. Gara-gara kecerobohannya, Bono terperangkap di dalam cairan itu.

“Aduh, kenapa aku tidak bisa bergerak? Tolong, keluarkan aku dari sini!” teriak Bono kepada para semut yang sedang merayap di sekitarnya.

Mendengar teriakan itu, semut lainnya langsung waspada. Mereka hanya berjalan mengelilingi cairan makanan karena takut dan tidak mau ikut terjebak seperti Bono.

Namun, ada juga beberapa semut yang diam menunggu di dekat makanan. Ada juga yang mencoba mendekat dengan maksud menolong Bono. Termasuk, seekor semut yang bernama Tora.

“Aku penasaran dengan cairan ini! Hm, baunya sedap sekali! Pasti rasanya enak!” batin Tora sambil mengendus aroma cairan tersebut.

Bono yang masih terjebak di dalam cairan langsung mengingatkan Tora. “Hei, lebih baik kamu pulang saja! Panggil komandan kita. Dia kan bertubuh besar dan kuat. Pasti ia punya cara untuk menyelamatkanku.”

Dari jauh, komandan semut yang bernama Vero terlihat berjalan menghampiri mereka. Rupanya, ia sudah mendapat laporan tentang seekor pasukan semut yang terperangkap di dalam cairan makanan.

“Bono, mengapa kamu bisa terperangkap? Kamu kan pasukan semut yang terkenal handal?” ungkap Vero yang kecewa terhadap kecerobohan Bono.

Vero lalu berjalan mengelilingi cairan tersebut. Ia terus sibuk mengomeli Bono. Tapi, Vero tak kunjung beraksi menyelamatkan Bono. Karena sesungguhnya, Vero bahkan tidak tahu bagaimana cara membawa cairan makanan itu ke sarang para semut.

Bono sendiri malah asyik menceritakan keberhasilan-keberhasilannya saat dulu unggul dalam ajang berburu makanan. Ia sibuk menyalahkan dirinya dan bukan mencari jalan keluar,

Berbeda dengan Tora. Ia terdiam sambil mengamati percikan-percikan cairan yang menyebar ke mana-mana akibat ulah Bono yang terlalu banyak bicara dan bergerak. Saat percikan cairan itu ia dekati, ternyata ia bisa mengangkat gumpalan cairan itu dengan mudah.

“Ah, aku tahu bagaimana mengatasi masalah ini! Ayo Bono, teruslah bergerak sehingga cairan ini terpercik ke mana-mana!” teriak Tora menyemangati.

“Apa? Kamu bermaksud mengejekku ya? Kamu tahu, aku itu sudah lelah berada di dalam sini!” keluh Bono tersinggung.

Karena Bono sulit diajak bekerja sama, Tora akhirnya mencoba cara lain. Didekatinya cairan itu hingga menyentuh sedikit kepalanya. Lalu, ia tarik mundur hingga cairan itu berceceran.

“Apa yang kamu lakukan? Nanti kamu terperangkap seperti aku!” omel Bono.

Ternyata, cara yang dilakukan Tora justru aman bagi dirinya. “Ayo teman-teman, kalian ambili cairan yang berceceran! Ini aman dan ringan jika kalian membawa lalu menyeretnya!” seru Tora pada para semut di sekitarnya.

Pasukan semut yang sebelumnya telah melihat bagaimana cara Tora menyeret cairan makanan, langsung mencoba mengikuti cara itu. Sedangkan Vero yang dari tadi hanya sibuk bicara, akhirnya mengikuti perintah Tora. Cairan yang menjebak Bono pun lama-lama berkurang sehingga Bono bisa keluar dari cairan makanan yang kental itu.

Para pasukan semut kemudian membawa butiran-butiran kecil cairan makanan tersebut ke sarangnya. Mereka gembira, karena cadangan makanan mereka telah bertambah.

Di kemudian hari, karena kecerdikan dan keberanianya, Tora lalu mendapat penghargaan dari Ratu Semut.

“Wahai pasukanku, lain kali tirulah cara yang sudah dilakukan Tora. Ia pasukan semut yang cukup berani. Ia juga menggunakan kecerdasannya untuk menyelesaikan masalah. Jadi mulai sekarang, aku akan mengangkatnya sebagai komandan pasukan kita,” ujar Ratu Semut.

Ratu Semut kemudian memberikan jabatan komandan semut pada Tora. Vero yang tidak lagi menjadi komandan semut, tersenyum bangga pada komandan barunya. “Kau memang pantas menjadi komandanku, Tora!”

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s