24
Agu
09

Jika Adik Menangis Lagi

Oleh: Ika Maya Susanti

Aku sedang bingung, pusing, sedih, dan kesal. Lho, kenapa bisa campur aduk seperti itu ya? Soalnya, adikku yang masih berusia tiga tahun, Shakila, sedang memiliki hobi baru yang mengasyikkan. Yah, itu mungkin kalau versi Shakila barangkali ya?!

Penasaran dengan hobi si adik kecilku ini? Hobi barunya itu adalah menangis! Yah benar, menangis! Aku sendiri sampai pusing. Soalnya, akhir-akhir ini Shakila begitu mudah sekali menangis. Bahkan sepertinya, aksi menangisnya itu jadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apapun yang diinginkan oleh Shakila.

“Huh, sedikit-sedikit nangis! Mau ini itu, nangis dulu!” gerutuku.

Misalnya saat sedang bermain denganku, Shakila pasti akan mengeluarkan jurus ampuhnya jika keinginannya tidak terpenuhi. Kalau aku sedang berbaik hati, biasanya sih akhirnya aku mencoba mengalah dan menuruti apa yang menjadi keinginan Shakila. Tapi kalau aku sedang tidak ingin menjadi anak yang baik, aku tetap tidak akan mau mengalah. Biarkan saja Shakila menangis sampai berguling-guling di lantai. Kan capek kalau harus mengalah terus!

Tapi kalau sudah begitu, biasanya Mama yang akhirnya turun tangan. Mama akan membawa Shakila pergi, atau ujung-ujungnya aku yang disuruh untuk mengalah.

“Mentang-mentang Shakila masih kecil, kok jadinya Naomi terus sih Ma, yang disuruh mengalah?!” protesku.

“Naomi sayang… apa iya lalu Mama meminta adik yang mengalah? Ini saja sudah menangis separah ini. Jadi mau tidak mau, Naomi yang mengalah ya, Nak. Naomi kan sudah lebih besar dan lebih mengerti,” Mama meminta pengertianku.

Kadang-kadang, aku memang kasihan juga melihat Mama. Mama sering terlihat capek karena mengurus rumah dan juga bekerja. Kalau aku sedang sadar seperti itu, akhirnya aku mencoba mengalah. Biar Mama tidak semakin kelelahan.

Entahlah, bagaimana asalnya Shakila sampai menjadi anak yang cengeng seperti sekarang. Karena kalau aku ingat-ingat sih, sebetulnya Shakila sebelumnya tidak secengeng seperti saat ini kok. Bulan lalu saja seingatku, Shakila masih menjadi adik manis yang tidak gampang menangis. Namun kenapa ya sejak minggu-minggu terakhir ini, Shakila kok hobi sekali menangis?

“Aha, Aku ingat sekarang! Ini sepertinya sejak Bik Nana pulang kampung deh!” aku tiba-tiba jadi teringat sejak kapan Shakila menjadi mudah menangis akhir-akhir ini.

Iya, sejak Bik Nana pembantuku itu pulang kampung, aku merasa adikku berubah menjadi anak cengeng. Soalnya kalau ada Bik Nana, apa-apa keinginan Shakila pasti dipenuhi. Sehari-hari, Bik Nana bisa bermain dengan Shakila. Apa iya ya, mungkin Shakila kehilangan orang yang sangat perhatian dengannya?

Uh, tapi jadinya sekarang orang satu rumah jadi kerepotan, deh karena ulah Shakila! Aku lihat, akhir-akhir ini Mama dan Papa jadi repot. Mama dan Papa harus bergantian mengurus rumah. Lalu, jadi repot lagi karena Shakila yang sering cengeng setiap harinya.

Aku juga jadinya ikut-ikutan terganggu nih. Kalau aku sedang sibuk belajar, Shakila sering sekali datang untuk mengajakku bermain. Ah, tapi bukan bermain menurutku. Aku pikir lebih tepatnya dia hobi sekali menggangguku! Dasar anak kecil. Sudah diberi tahu kalau aku sedang belajar, masih saja ia menggangguku. Menarik-narik bukuku, mengambil pulpen yang akan aku gunakan untuk menulis, atau ulah lainnya yang cukup mengganggu. Huah… capek!

“Mimi… atu mita inyi…” oceh Shakila tiba-tiba yang bicaranya masih susah untuk dimengerti. Ia mencoba menarik-narik HP milikku yang sedang diletakkan di atas meja belajarku. Benar-benar aku kaget. Soalnya, aku sedang asyik belajar. Eh, bukan kok. Yang benar sebetulnya aku sedang bingung melamun memikirkan Shakila.

“Ih Shakila, mau dibawa ke mana HP punya Kakak? Eh… duh… itu nanti rusak!” aku mencoba melarang Shakila. Tapi ternyata lagi-lagi Shakila tidak mau tahu dan terus mencoba merengek meminta HP milikku itu.

“Aduh… jangan ganggu Kakak, dong! Kakak kan sedang konsentrasi mengerjakan PR nih!” protesku sambil langsung menarik HP yang sudah berhasil dipegang oleh Shakila.

Shakila kaget. Ia lalu memandangku lama sambil tetap memegang kuat HP yang ada di tangannya. Dan… satu, dua, tiga! “Hiks… hiks… Hua… Mama… Mimi ahat…!!!” teriak Shakila mencari pembelaan dari Mama. Tuh kan, mulai lagi deh aksi menyebalkannya itu!

Aku jadi panik, takut Mama dan Papa akan datang menegurku karena sudah membuat Shakila menangis. Lalu sampai-sampai tanpa sengaja, aku menekan asal beberapa tombol yang ada di HP itu saat sedang mencoba merebutnya dari tangan Shakila. Tapi tanpa aku sadari, aku sedang merekam suara tangisan Shakila.

“Eh, aduh! Tuh, jadi nggak sengaja menekan tombol HP, nih! Sini!” aku langsung mengambil paksa HP di tangan Shakila dan mengecek tombol apa yang tadi sudah kutekan.

“Hah, perekam suara?” aku terkejut dan lalu mencoba menyetel ulang.

“Hua… hua… Mimi ahat! Hua… hua…” suara tangis Shakila yang ada di HP terdengar bersaing dengan suara tangis Shakila. Pertama-tama Shakila tampak bingung. Ia melihat HP yang ada di tanganku sambil terus menangis.

“Ciapa… ciapa…? Tu Adek, angis,” tunjuknya ke HP yang masih terus kusetel rekaman suara tangis Shakila.

“Iya, ini suara Shakila kalau lagi menangis. Tuh, dengar tuh… siapa tuh yang cengeng?” tanyaku sambil memperdengarkan rekaman tangis Shakila.

Eh ajaib! Ternyata tangis Shakila malah berhenti dan ia jadi tertawa-tawa. Saat suara rekaman habis, ia memintaku untuk menyetel ulang lagi.

“Agi… agi…” serunya yang mau tak mau akhirnya kuturuti. Yah tak apalah, asalkan Shakila tidak menangis lagi deh.

Nah sejak saat itu, aku jadi menemukan jurus ampuh bila Shakila sedang menangis. Biasanya, aku akan merekam suaranya dan lalu kuputar ulang. Kadang-kadang, aku foto wajah jeleknya yang sedang menangis dan kutunjukkan padanya.

Sejak saat itulah, hobi menangis adekku jadi berkurang. Tapi sebagai gantinya, sekarang aku jadi pusing sendiri. Soalnya, Shakila punya hobi baru. Ia suka sekali menyanyi keras-keras dengan suara cadelnya dan minta direkam olehku. Atau, ia akan bergaya sok cantik dan minta untuk kufoto. Aduh… pusing deh jadinya melihat hobi baru adikku itu!!!


0 Tanggapan ke “Jika Adik Menangis Lagi”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 377,670 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

Orang Ke Tiga (The Other Woman)

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan