“Berawal dari Facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba. Bekas kekasih lama yang hilang, satu dari kekasih yang terbaik. Hm…”
Tahu lagu Gigi yang berjudul ‘My Facebook’ itu? Hehehe… sebetulnya sih nggak tepat seperti itu juga cerita yang saya alami. Cuma memang saya akui, sejak ikutan Facebook sekitar akhir tahun lalu, banyak hal yang menyangkut urusan pertemanan bisa saya dapatkan dari situs jejaring sosial itu.
- Melancarkan cara berkomunikasi untuk menolong orang lain
Ini yang jadi satu dari sekian pengalaman mengesankan saya tentang Fb. Gara-gara Fb yang lencananya bisa saya pajang di blog saya, saya jadi bisa menolong beberapa orang yang awalnya ingin mencari informasi dan kemudian nyasar ke blog saya.
Yang paling banyak sih urusan EO! Hehehe… meski kadang, banyak orang yang menyasar ingin berkenalan dengan saya karena dikiran saya yang punya EO!
Cuma, pernah ada dua kali saya benar-benar merasa senang karena bisa menolong orang lain melalui Fb. Misalnya suatu ketika, saya jadi bisa membagi tips tentang tehnik kepenulisan. Atau, memberi tahu seorang siswa yang ingin tahu bagaimana caranya mengadakan acara di Arboretum Batu. Sempat chatting melalui Fb, saya jadi bisa menolong siswa asal Malang tersebut untuk memberi tahu bagaimana cara detail dan ke mana saja ia bisa menghubungi pihak-pihak yang terkait tentang tempat tersebut.
- Berkomunikasi dengan penulis pujaan
Suatu ketika saya terkejut saat mengetahui bahwasanya pemenang ke dua Sayembara Cerber Femina 2008 adalah seorang wanita yang berasal dari Tanjungpinang. Iseng-iseng mencari di Fb, saya pun akhirnya menemukan si pemilik Fb tersebut. Akhirnya melalui Fb, saya jadi bisa menimba ilmu tentang kepenulisan dengannya.
- Ketemu lagi dengan dua orang teman yang tidak pernah bertemu selama 17 tahun
Meski cuma Femi dan Lia dua orang itu saja teman masa kecil saya ketika di Bekasi, tapi setidaknya dari mereka saya jadi bisa tahu cerita yang pernah dan sedang terjadi di sekitar rumah saya dulu, tetangga dan juga teman-teman saya. Misalnya ketika membuka Fb teman saya Lia, saya jadi tahu seperti apa rupa Bapak dan Ibu serta saudara-saudara Lia sekarang. Lumayanlah, menghapus rasa kangen setelah 17 tahun kami tidak pernah bertemu sua!
- Tetap berkomunikasi dengan teman dan anak-anak mantan mahasiswa saya di Batam
Si X sedang jadian sama si Y, si A lagi marah-marah sama si B, dan segala macam kabar anak mahasiswa saya terkadang bisa saya ketahui dari FB. Mereka pun sering juga untuk mampir di Fb saya hanya untuk sekedar menyapa. Kalau nggak mereka yang mengusili Fb saya, ganti sayalah yang sering juga mengusili Fb mereka! Hehehe…
Saya pun bisa mengetahui bagaimana serunya acara jalan-jalan matakuliah Kewarganegaraan anak-anak mahasiswa saya ke Camp Vietnam yang ada di Pulau Galang. Dulunya, memang sayalah yang membuat SAP-nya dengan mengadakan acara ‘jalan-jalan’ tersebut. Alhamdulillah, ternyata SAP buatan saya itu berbuah manis untuk anak-anak mahasiswa saya dan juga beberapa teman-teman saya…
Atau, saya pun bisa tahu juga kabar tentang akan diadakannya acara trekking oleh Tribun Batam tempat saya bekerja dulu. Ini pun berawal dari foto-foto jadul yang masih sempat saya simpan tentang saya dan teman-teman di Tribun Batam (termasuk foto-foto trekking) yang kemudian membuat mereka terinspirasi untuk mengadakan acara itu kembali.
Untuk urusan foto-foto Tribun Batam, saya memang beruntung sempat mengamankan foto-foto itu sebelum saya cabut dari sana. Ternyata ketika sekarang saya dan beberapa teman-teman telah berubah kondisi, ada yang sudah cabut dari sana, atau ada juga yang masih tetap di sana, foto-foto itu bisa jadi ajang reuni bagi kami untuk mengingat masa lalu yang sangat menyenangkan. Meskipun ada juga sih yang sempat mengingatkan rasa tidak mengenakkannya!
- Menemukan mereka yang hampir tidak pernah berkomunikasi lagi
Beberapa teman yang dulu sempat menjadi teman-teman saya ketika SD hingga SMA (sayangnya teman-teman kuliah saya ke mana semua Fb-nya!), atau teman-teman yang sempat saya kenal ketika awal saya di Tribun Batam dan sempat tidak berkomunikasi sama sekali karena kehilangan kontak, bisa saya temukan baik sengaja maupun tidak di Facebook. Untuk yang satu ini ngaku deh, pasti kebanyakan dari Anda mengalaminya juga kan?
Namun tentang satu hal ini, ada yang paling berkesan bagi saya. Ceritanya, saya masih menyimpan sebuah foto kenangan tentang saya dan 8 orang teman yang dulunya berangkat dari Jawa untuk menjadi reporter di Tribun Batam. Nah, satu per satu saya jadi bisa menemukan mereka melalui Facebook untuk melengkapi nama dari wajah-wajah yang terpampang dalam foto itu. Termasuk Aan, yang uniknya justru saya temukan dari Fb teman saya sewaktu SMP dulu. Setelah menemukan Aan, saya pun jadi tergerak untuk menemukan Daru, teman ex reporter Tribun Batam yang lainnya. Karena, memang hanya tinggal dia yang belum tertandai dalam foto itu.
Foto dan orang-orang yang di dalamnya itu sendiri punya kisah tersendiri di dalamnya. Ada yang pernah saling jatuh cinta, ada yang pernah berteman dan akhirnya bermusuhan sampai sekarang, dan ada yang awalnya saling curiga tapi justru jadi bersaudara hingga sekarang. Kalau tentang foto itu, saya hanya bisa berkomentar, “Teman, apapun yang pernah terjadi hingga sekarang, kita tetap teman yang pernah sama-sama makan duren bareng di Rusun Lancang Kuning Blok Putri!” Maksudnya, meskipun sekarang macam-macam model komunikasinya, aku dan mereka tetap orang-orang yang pernah berteman dan mengalami hidup susah dan senang bersama.
- Ketemu si cinta monyet
Ini yang paling lucu dari cerita Fb saya. Ceritanya suatu ketika, saya di-add oleh seseorang yang dulunya jadi orang yang paling saya musuhi karena aksi cinta monyetnya ke saya saat SD hingga SMP! Sempat senyum-senyum juga sih waktu melihat seseorang itu ada juga di Fb. Untungnya, saat ini ia sudah menikah dan kamipun sudah berkomunikasi dengan damai laiknya orang dewasa. Hehehe…
- Reuni SMA
Sebetulnya jika menemukan lagi teman-teman masa SMA saya dulu, jujur, saya kurang memiliki kesan apa-apa. Pasalnya, saya bukanlah orang gaul semasa itu dan kurang memiliki saat-saat indah seperti kata kebanyakan orang tentang SMA. Jadinya ketika di-add atau meng-add orang-orang yang disarankan untuk di-add oleh teman-teman saya, paling-paling saya hanya berujar, “Oo….” That’s it!
Namun pernah juga sih gara-gara Fb, teman-teman saya zaman SMA itu ingin berkumpul ketika ada dies natalis SMA saya dulu. Cuma entahlah kabar kemudiannya… Hm… buat saya kurang ada greget sih…
Nah, Anda punya cerita unik lainnya yang serupa atau berbeda dari saya? Yuk… kita cerita yuk di sini…











ok, tulisannya bisa mendewasakan saya kayaknya
(MAAF EMAIL SEBELUMNYA ADA KESALAHAN)
Kami dari penerbit Leutika Yogyakarta
Setelah kami membaca cerita anda tentang facebook yang berjudul “sSEMUANYA TERJADI DI FACEBOOK” maka kami tertarik untuk mengikutkan tulisan anda untuk rencana buku kami yang berjudul GARA-GARA F.
JIka berkenan atau tidak, mohon mengkonfirmasikan ke email kami di: redaksi@leutika.com.
kunjungi juga website kami di http://www.leutika.com.
terima kasih
Ridho, Redaksi Penerbit Leutika