
sambal mangga
“Mbah… minta mangganya! Mau bikin sambal mangga…” seorang wanita muda yang sedang hamil tiba-tiba turun dari motor dan menghampiri mbah saya yang sedang menunggui pekerjaan dua orang pria yang sedang menebas pohon mangganya.
Sambal mangga? Wah… entah kenapa saya baru ingat sambal favorit saya tersebut. Dulu ketika saya kos di Citra Batam, pembantu iu kos saya memang gemar sekali membuat sambal mangga. Dan sambal itu juga yang membuat saya awalnya hanya terbilang biasa untuk menikmati sambal, tiba-tiba jadi hobi sekali yang namanya makan pedas.
Akhirnya sampai di rumah, keinginan saya untuk membuat sambal itupun tidak tertahankan lagi. Lagi-lagi saya menyesal, kenapa juga ya saya baru ingat sambal mangga sekarang dan tidak kemarin-kemarin? Padahal, sudah ada sekitar dua hingga tingga minggu ini rumah saya selalu dibajiri oleh mangga hasil petikan dari pohon mangga yang ada di depan rumah mbah saya.
Mangga milik mbah saya itu tergolong jenis Mangga Bapang. Fisik buahnya sih memang terlihat menggemaskan, berwujud mengkal dan ranum. Namun sayangnya jika dicicipi, rasanya manis dan cenderung masam dengan air buahnya yang begitu banyak.
Berhubung adik ipar saya sedang hamil muda, maka mangga yang ranum namun cenderung masam ini jadi idola para keluarga di rumah mbah saya untuk dikirim atau diberikan ke rumah saya melulu. Tentu saja, adik ipar saya girang bukan kepalang! Hehehe…
Nah, kembali ke pembicaraan sambal mangga, jenis mangga dengan rasa seperti itulah yang saya pikir sepertinya cocok untuk dibuat sambal. Sebetulnya sih sambal mangga itu paling cocok jika menggunakan mangga yang sedang muda cenderung tua. Namun karena mangga di tempat mbah saya kebanyakan sudah matang pohon, akhirnya mangga tua itulah yang saya gunakan sebagai sambal.
Mau tahu cara membuat sambal mangga ala saya? Hehe… ini dia rumusnya!
3 buah cabai besar
5 sampai 9 buah cabai kecil
10 biji kacang tanah
½ butir bawang putih
1 buah tomat ukuran kecil
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
daging buah mangga secukupnya (sekitar ¼ – 1/8 buah saja)
Bahan-bahannya sih biasa saja kan? Sebetulnya sama kok seperti membuat sambal. Kalau Anda sangat menyukai pedas, konon katanya sih gunakan cabai dengan ukuran ganjil. Itu mitos membuat masakan dengan cabai ala orang Jawa katanya!
Resep membuat sambal ini aslinya tidak menggunakan kacang tanah. Saya sendiri yang memodifikasi dengan menambahkan kacang tanah sebagai campurannya. Kacang tanah yang sudah digoreng sebelum diulek ini akan menambah citarasa gurih dan sedikit manis pada sambal nantinya.
Sebelum menghaluskan semua bahan, bahan-bahan seperti cabai, tomat, bawang putih, dan kacang tanah digoreng terlebih dahulu dengan sedikit minyak goreng. Lalu sebelum Anda memasukkan irisan buah mangga, haluskan semua bahan.
Jangan lupa, sertakan gula dan garam. Meski Anda memasukkan gula pasir dalam jumlah yang agak banyak (misal tiga sendok kecil) jangan khawatir akan terasa manis. Karena perpaduan gula dan garam itulah yang akan membuat sambal jadi terasa gurih. Gula pasir sendiri konon jika ditambahkan pada sambal, malah akan membuat pedasnya sambal makin terasa. Namun jika Anda memang ingin sambal Anda terasa menggigit, tambahkan saja jumlah cabai makin banyak. Jumlah cabai inilah yang lebih menentukan makin pedas tidaknya sambal.
Setelah bahan-bahan tersebut halus, masukkan daging buah mangga. Jika bisa, pilihlah mangga yang hampir matang karena rasa masamnya itulah yang membuat sambal jadi terasa nikmat. Saya sendiri menggunakan mangga Bapang karena buahnya yang memang masam dari sananya!
Sambal mangga ala formula saya ini rasanya jadi gurih, pedas, manis, dan asam. Klop deh rasanya! Gurihnya didapat dari campuran gula dan garam serta kacang tanah, pedasnya tentu saja dari cabai, manis dan asamnya dari buah mangga. Tentu saja, kalau rasa-rasa itu berkumpul jadi satu dalam sambal, dijamin, pedas sambal alias kapok tapi maunya terus-terus akan membuat Anda ketagihan sambal mangga ini! Selamat mencoba…











Komentar Terbaru