Menyikapi Geng Motor

Motor Jadi Bahan Diskusinya
Ada kita, ada motor, ada teman-teman lain yang juga sama-sama hobi di jenis motor yang sama. Ya kalau udah kayak begitu, apalagi coba yang mau diomongin. Ya pastinya juga urusan motor dong.
Dan emang itulah yang jadi muasalnya kenapa sih kok ada klub-klub motor. Karena kesamaan hobi di bidang otomotif motor, jenis motor yang sama, ya udah deh. Jadinya kenapa nggak kita bikin klub motor sekalian.
Cuman nggak hanya sekedar ngomongin motor. Kegiatan-kegiatan yang lain pun akhirnya juga ikut-ikutan diadain. Dari yang positif, sampai yang negatif. Dari yang awalnya cuman ngomongin masalah motor, gimana ngutak atiknya, gimana bisa punya motor yang lebih bagusan kualitasnya dari produk asalnya, eh… sampai ternyata dunia motor bisa juga memunculkan kegiatan yang negatif.
Misalnya nih kayak kejadian geng motor yang ada di Bandung. Awalnya ya sma gitu deh, cuman sekedar ajang kumpul-kumpul karena kesamaan hobi aja. Dan nggak tahu kenapa, kok jadinya bisa mengarah ke hal yang negatif begitu ya?
Bayangin aja coba, masa untuk bisa masuk ke dalam keanggotaan klub tersebut harus pakai acara pembaiatan. Badan pakai acara harus terima ditendang-tendang dulu, sampai bikin acara brutal seperti ngerampok tempat perbelanjaan.
Kalau dipikir-pikir, apa hubungannya coba yang begituan itu dengan motor? Ya kalau emang niatan awalnya kumpul karena motor, kenapa nggak sekalian menagdakan aktifitas bersama yang emang ada hubungannya dengan motor.
Misalnya nih, ngediskusiin tentang perkembangan dunia otomotif terutama untuk jenis motor tertentu. Biasanya nih, kita bisa dapat informasi yang up to date dari majalah khusus motor atau internet.
Nah, kalau yang dilakukan sama para bapak yang ada di klub motor Batam Motor Club atau BMC ini boleh juga nih ditiru. Dari yang awalnya ngomongin onderdil motor, jadinya mereka bisa berdiskusi untuk mencari gimana sih ngedapetin ondersil-ondersil tertentu. Apalagi sampai hunting bareng-bareng ke Singapura.
Gaya ngumpul dan ngomongin masalah motor kemudian berujung pada ajang modifikasi juga dilakukan sama anak-anak dari Batam Bikers Club atau BBC. Malahan, klub yang satu ini juga tergolong sering ngejar prestasi di ajang modifikasi lho! (ika)

Mendingan Ikutan Baksos
Emang sih, ada dari kita yang dekat dengan dunia otomotif terutama motor dan kemudian mengarahkannya ke hal yang negatif. Misalnya kayak balapan liar yang sering diadain akhir minggu di daerah Barelang.
Tapi ternyata, banyak juga kok yang nggak memilih hal-hal kayak begitu itu! Kalau nggak percaya, yuk kita dengar cerita-cerita beberapa teman atau sampai yang tingkatannya sudah bapak-bapak dan menjadikan dunia otomotif motor itu sebagai hobi.
Misalnya seperti Pak Anton dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Batam Motor Club atau BMC. Dengan tongkrongan mereka yang berupa motor gede, mereka nggak pingin lho kemudian punya citra kalau mereka itu identik dengan hal yang sangar atau sok gaya.
“Kita ingin ikut mengampanyekan safety riding. Jadi bukan berarti motor besar itu untuk gaya-gayaan di jalan. Tapi kita juga ingin mengampanyekan bagaimana mengendara yang baik dan benar di jalan. Misalnya kalau motor ya melintaslah di jalur kiri, menyalakan lampu kalau siang hari, dan menggunakan helm standart,” jelas Pak Anton.
Yup, acara safety riding emang akhir-akhir ini sering banget diadain oleh Poltabes Barelang. Nggak hanya jadi ajang kampanye cara mengendarai motor yang benar, tapi di ajang ini kita juga jadi bisa nambah kenalan dengan para anggota klub motor yang lain. Selain juga bisa ngeceng di jalan ramai-ramai, hehehe…
Yang nggak kalah serunya adalah urusan touring, rame-rame naik motor, keliling-keliling ke suatu tempat, pokoknya berasa deh kebersamaannya. Tempat yang paling empuk buat sasaran touring kalau buat anak klub motor di Batam, mana lagi kalau bukan Barelang. Jalan ke arah ujung gugusan kepulauan Barelang yang nggak begitu ramai bikin acara touring yang melibatkan banyak motor pun jadinya nggak bikin ngeganggu.
Acara saling kunjung antar pulau pun bisa jadi agenda touring. Misalnya nih, anak klub motor Batam bikin acara touring ngunjungin anak klub motor di Tanjungpinang. Tentu saja, daerah lintasannya harus melewati daratan pulau Bintan terlebih dahulu.
Nggak hanya urusan kesenangan, acara sosial juga banyak kok dilakukan oleh beberapa klub motor. Misalnya nih, seperti yang diadain sama anak-anak skuter yang tergabung dalam Ikatan Scooter Batam atau ISB. Mereka nggak hanya ngurusin motor saja, tapi anggota dari klub ini bisa mengadakan kegiatan baksos seperti pembangunan masjid di kavling lama, serta pengecatan sekolah di Pulau Setokok. (ika)

Kontes sebagai Ajang Prestasi
Kalau dihitung-hitung dalam setahun, kayaknya makin hari makin sering aja deh adanya beberapa pihak yang menggelar ajang kompetisi untuk para pecinta motor yang hobi modifikasi. Alhasil, banyak juga akhir-akhir ini beberapa klub motor yang lahir demi sebuah aksi modifikasi dan juga mengejar prestasi.
Catat saja nama Batam Bikes Club yang terkenal dengan karya mono wheelnya. Udah gitu kalau dihitung secara tingkat Indonesia, karya mono wheel ini tergolong langka lho di Indonesia. Cuman bisa dihitung pakai jari saja deh.
Kalau menurut Mas Agus dari BBC, ajang modifikasi itu ngebuat para anggotanya jadi banyak yang insyaf dari ajang balap liar. Konsentarsi mereka jadi dialihkan dengan ngomongin modifikasi motor dan ngejar target bentuk modifikasi motor yang lalu diikutin ke lomba.
Nggak beda jauh sama klub Japemethe yang markasnya ada di Tanjungriau. Beberapa anak yang gabung di klub ini pun jadi ngerasa punya kebanggaan ketika bisa megang motor hasil modifiaksi. Apalagi kalau sekalian bisa ngoleksi piala yang didapat dari hasil kompetisi modifikasi.
Emang banyak sih yang bisa didapat kalau kita niatnya ngumpul sama anak-anak yang sama-sama punya hobi motor. Dari yang awalnya nggak tahu apa-apa, jadi bisa nimba ilmu dari hasil kongkow ngobrolin perkembangan otomotif. Apalagi kalau sekalian diaplikasiin dengan ngemodif motor.
Nah yang seru lagi tuh kalau pas ngejar waktu setoran deadline kompetisi. Wah, udah sampai pakai acara nggak tidur segala. Tapi senang lho! Soalnya bisa ngumpul bareng teman-teman yang senasib sepenaggungan dan satu tujuan sih.
Yang nggak kalah serunya lgi tuh kalau udah bisa ngegeber hasil modifikasi di ajang kontes. Hm… banyak mata yang nonton serta merhatiin motor kita di ajang itu. Bangganya tentu apalagi kalau bisa nambah sampai bisa menang. Pengen? (ika)

Balap Liar? Sudah Lupa Kali!
Pernah liat ajang balap liar yang ada di Barelang? Oups… buat yang nggak biasa, pasti ngerasa ngeri! Padahal cuman nonton doang tuh. Dan buat kamu yang jadi pelakunya, kayak gimana sih rasanya?
Emang sih, ikutan balap liar itu berasa ngeri tapi seru. Apalagi kalau tracknya nggak hanya harus jadi yang tercepat, tapi harus lihai ngesalip kendaraan-kendaraan lain yang sedang melintas. Whoa, bikin keki yang lagi lewat aja.
Dan herannya meski kadang ajang ini dinilai negatif karena selain nggak hanya ngeganggu kendaraan yang lagi lewat atau sampai bikin pesertanya meninggal, tapi kok ya tetap ada aja tuh ya yang main?!
Padahal kalaupun bisa menang, apa sih kebanggaannya? Mending ikutan ajang modifikasi. Masih dipamerin di ajang kontes aja udah jadi pusat perhatian pengunjung. Belum lagi kalau sampai bisa menang. Jadi lupain aja deh mending ajang balap liar itu! (ika)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s