Arsip untuk Oktober, 2007

08
Okt
07

Sensor Navigasi untuk Robot

Sensornya Harus Pesan Di Luar Negeri

            Akhir-akhir ini kita sering banget mendengar istilah kontes robot yang mempertandingkan kemampuan robot dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Uniknya, meski robot-robot itu bisa menyelesaikan tugas, tapi mereka kok bisa ya berjalan sesuai dengan rute yang telah ditentukan sampai bisa menemukan titik tugas yang harus diselesaikannya?

            Nah, kali ini ada Pak Hendawan Soebhakti nih, Dosen Teknik Elektro Politeknik Batam yang akan nerangin ke kita, kenapa ya kok robot yang berjalan itu bisa berjalan sesuai dengan rutenya dan sampai ke titik tujuan tugas?

“Itu diistilahkan dengan mobile robot, istilah yang sering digunakan untuk menyebut sebuah robot yang memiliki kemampuan menjelajah. Tidak peduli apakah robot tersebut bergerak menggunakan roda, kaki, maupun kipas untuk berenang atau bahkan terbang sekalipun, maka robot semacam ini masuk ke dalam kategori mobile robot,” terang Pak Hendawan.

Agar tidak nyasar, robot harus dilengkapi dengan sistem navigasi yang dapat memberikan informasi arah dengan baik. Jadinya robot dapat memutuskan dengan benar, ke arah mana seharusnya bergerak untuk mencapai lokasi yang diinginkan.

            Nah, sistem navigasi yang cukup baik, efektif, mudah digunakan, dan murah meriah ini bisa kita dapatkan dari kompas digital. Cukup nanyak sebetulnya jenis kompas digital yang diproduksi khusus untuk keperluan robotika

Satu di antaranya yang sangat populer kalau menurut Pak Hendawan adalah CMPS03 Magnetic Compass buatan Devantech Ltd. CMPS03 ini punya ukuran 4 x 4 cm dan menggunakan sensor medan magnet Philips KMZ51. Sensor magnetnya ini cukup sensitif lho untuk mendeteksi medan magnet bumi.

Sayangnya kompas digital seharga Rp 650 ribu ini masih harus didatangkan dari luar negeri! Pesannya saja kalau kata Pak Hendawan harus dipesan selama 2 sampai 3 minggu sebelumnya. Waduh… lama banget ya?!

“Mudah-mudahan dengan semakin berkembangnya teknologi robotika di tanah air, kompas digital dan perangkat robotika lainnya dapat dengan mudah diperoleh. Sehingga dunia robotika Indonesia dapat berkembang semakin cepat,” harap Pak Hendawan. (ika)

 

Gunakan Algoritma Sederhana

            Sekarang kita ngomongin gimana sih sebetulnya cara kerja dari CMPS03. Kompas yang bentuknya digital ini hanya memerlukan suplai tegangan sebesar 5 Vdc dengan konsumsi arus 15mA.

Terus kalau dalam CMPS03, arah mata anginnya dibagi dalam bentuk derajat. Ya seperti arah mata angin yang ada hgitu deh, Utara (00), Timur (900), Selatan (1800) dan Barat (2700).

“Ada dua cara untuk mendapatkan informasi arah dari modul kompas digital ini. Yang pertama dengan membaca sinyal PWM (Pulse Width Modulation) pada pin 4 atau yang kedua dengan membaca data interface I2C pada pin 2 dan 3,” jelas Pak Hendawan.

Sinyal PWM sendiri itu apaan sih? Sinyal PWM itu merupakan sebuah sinyal yang telah dimodulasi lebar pulsanya. Nah kalau pada CMPS03, lebar pulsa positif merepresentasikan sudut arah.

Lebar pulsa sendiri bervariasi, antara 1mS (00) sampai 36.99mS (359.90). artinya, lebar pulsa bisa berubah sebesar 100uS setiap derajatnya. Sinyal akan low selama 65mS di antara pulsa, sehingga total periodanya adalah 65mS + lebar pulsa positif (antara 66mS sampai 102mS). Pulsa tersebut dihasilkan oleh timer 16 bit di dalam prosesornya, yang memberikan resolusi 1uS. 

            Selain PWM, CMPS03 juga dilengkapi dengan interface I2C yang dapat digunakan untuk membaca data arah dalam bentuk data serial. Pada mode 8 bit, arah utara ditunjukkan dengan data 255 dengan resolusi 1,40625 derajat/bit. Pada mode 16 bit, arah utara ditunjukkan dengan data 65535 sehingga resolusinya menjadi 0,0055 derajat/bit.

            Data digital dari CMPS03 dapat langsung dibaca kontroler robot untuk mengetahui posisinya sekarang. Misalnya nih kalau sedang menghadap ke timur (data 64), selanjutnya agar robot bisa menghadap ke utara, maka robot harus berputar ke kiri sampai data CMPS03 menjadi 255. Demikianlah, dengan algoritma yang sangat sederhana sudah bisa digunakan untuk membentuk sistem navigasi robot yang cukup baik.

            Tuh, sekarang sudah tahu kan, kenapa ya kok robot bisa bergerak dan berjalan sesuai dengan arah yang ditentukan?! (ika)

08
Okt
07

Pelatihan Pembuatan Trainer DIC Microcontroller

Tidak Lagi Gunakan Spidol Biasa

            Buat kalian yang sekolah di SMK jurusan elektro, mungkin istilah-istilah seperti software protel, desain Printed Circuit Board atau PCB, atau microcontroller udah biasa kali ya. Tapi meskipun udah biasa, ternyata cara yang digunakan untuk belajar secara prakteknya sering banget pakei cara-cara lama.

            Misalnya nih untuk ngebuat desain PCB saja, harus dibuat satu-satu garis pakai spidol. Padahal ngebuat PCB tuh bukan kayak gambar biasa. Lumayan rumit deh apalagi kalau fungsinya untuk alat elektronik yang juga nggak sederhana.

            Untuk itulah Dinas Pendidikan yang di bawahnya terdiri dari Pendidikan Menengah Kejuruan bekerjasama dengan Universitas Internasional Batam (UIB) mengadakan pelatihan pembuatan trainer Digital Interface Control (DIC) Microcontroller.

Selama enam hari yaitu mulai tanggal 23 Juli sampai 28 Juli 2007, guru-guru kita yang dari SMK se Provinsi Kepulauan Riau dilatih beberapa materi nih. Mulai dari pengenalan software protel dan desain skema rangkaian, desain PCB manual dan dengan cara autoroute, pengenalan perangkat lunak dan keras microcontroller sampai perangkat pendukungnya.

Dosen jurusan elektro yang menjadi pelatih dalam kegiatan ini antara lain Wahyu Setyo Pambudi, Andik Yulianto, dan Weldy Samanda yang merupakan para dosen prodi Teknik Elektro, Heri Tri Susanto, Agusli, dan Andi yang merupakan asisten laboratorium Teknik Elektro UIB.

Sedangkan kalau pesertanya sendiri terdiri dari guru-gur kita yang berasa dari SMK se Provinsi Kepri berjumlah 19 orang. “Selama ini pelatihan seperti ini baru ada setelah memanggil instruktur dari Jawa. Ternyata, di Batam, juga ada yang bisa memberikan pelatihan seperti ini dari Teknik Elektro UIB,” ujar Pak Hendarmansyah, kepala jurusan Teknik Elektro SMK 3 Tanjungpinang mewakili para guru yang hadir dalam pelatihan tersebut.

Nah kalau menurut Pak Nofriza, guru dari SMK 1 Batam, selama ini para siswa di SMK seringnya mengalami masalah dalam membuat desain rangkaian elektronik PCB. Tapi setelah mengikuti pelatihan tersebut, ia jadi tahu cara mengatasi masalah tersebut.

“Kita telah diberikan cara-cara yang mudah, sederhana, praktis, dan murah dalam membuat PCB. Nanti saya akan beritahu siswa saya yang ingin bekerja sambil kuliah bisa di UIB,” ujar Pak Nofriza.

Saking senangnya karena banyak dapat hal baru dari pelatihan di UIB tersebut, banyak sekolah yang sampai kepengen lho mendatangkan tim dari Teknik Elektro UIB untuk sekedar memberikan pelatihan singkat atau seminar di sekolah masing-masing tentang PCB dan microcontroller. Sekolah kamu kapan? Tunggu aja ya… (ika)

 

Setrikanya Harus Panas

            Penasaran kayak apa aja pelatihan yang kemarin udah diberikan UIB ke para guru kita dari SMK? Yuk kita pretelin satu-satu… Yang pertama diberikan pada pelatihan tersebut adalah pelatihan pembuatan PCB.

            Di hari pertama, para peserta pelatihan dikenalkan dengan software protel dan desain skema rangkaian. Kalau untuk pelatihan yang satu ini, para guru sih sebetulnya udah banyak yang nggak asing lagi.

            Tapi pas membuatan desain PCB manual serta autoroute, baru deh hal baru mereka terima. Misalnya, para guru kita tersebut udah nggak perlu lagi ngegambar sedikit demi sedikit pakai spidol di atas PCB untuk ngegambar skema rangkaian.

            Mereka kita ajarkan dengan cara seperti ini nih… Kalau menurut keterangan Pak Pambudi yang ikut melatih para guru tersebut, sebuah skema rangkaian yang sudah dibuat dalam program komputer tertentu, tinggal di print saja. Baru habis gitu, hasil printnya tersebut tinggal ditempel di PCB dengan cara disetrika.

            “Setelah itu baru melewati proses Ferri Chlorida atau dilarutkan dengan zat tersebut. Nah, nantinya skema rangkaiannya akan tergambar sendiri di PCB. Lapisan PCB yang tidak terkena jaringan skema yang akan luntur,” jelas Pak Pambudi.

            Tapi ini bisa nggak berhasil lho kalau ada yang salah dalam proses setrikanya. Jadi kalau setrikanya kurang panas, skema rangkaian PCB yang tergambar akan putus-putus atau nggak jelas.

            Para guru SMK kita itu lebih tertarik lagi pas diajarin yang namanya desain PCB autoroute. Proses pengerjaan desain dengan cara yang satu ini emang lebih banyak bermain dengan program komputer sih.

            Jadi skema rangkaian yang sudah tergambar dalam komputer nantinya akan dinet list. Kemudian dengan program khusus, bahasa atau perintah hasil net list dari skema tersebut akan dipindah ke program lain.

Dan dengan sekali tekan tombol di keyboard, skema rangkaian dengan warna garis yang berbeda dan jalur yang lebih ringkas serta sistematis akan langsung muncul di layar komputer. Siap deh untuk diprint dan dipindah ke atas PCB! (ika)

 

Bisa Dibuat Moving Sign

            Puas belajar tentang pembuatan PCB, para guru kita itu juga dilatih tentang perangkat keras dan lunak dari microcontroller serta akses pendukungnya. Yang termasuk dalam perangkat lunak microcontroller sendiri antara lain bahasa assembly untuk jalankan microcontroller yang akan digunakan untuk perangkat lunak.

            Sedangkan kalau perangkat kerasnya dikenalkan tentang struktur, organisasi memori, serta kemampuan dari microcontroller. Nah, kalau microcontrollernya sendiri yang dikenalkan pada waktu itu adalah MCS51.

            MCS51 ini merupakan microcontroller yang biasa digunakan standar dalam Intel. Microcontroller MCS51 ini sendiri cukup langka lho. Kalau nggak nyari di Jawa atau di Singapura, nggak bakal dapat. Harganya sendiri kalau di Singapura tergolong mahal kalau dibeli per bijinya.

            “Selama ini para guru tersebut cuman mengajarkan tentang microcontroller sebatas pengenalan saja kepada para siswanya. Tapi kalau kemarin, kita coba kenalkan sekaligus bagaimana aplikasinya,” jelas Pak Pambudi.

            Terus kalau dalam pengenalan perangkat pendukung microcontroller sendiri di antaranya tentang serial interface RS232, ADC dengan merubah input berupa analog menjadi digital, driver motor DC, sampai pengendalian motor DC dan pengendalian motor stepper.

            Kalau pengen membuat robot, langkah pengendalian motor DC dan pengendalian motor stepper inilah yang diperlukan sebagai dasar aplikasi. Nah selama ini, yang kayak begituan itu tuh yang kurang diajarkan oleh para guru SMK kepada kita di sekolah. (ika)

            Sedangkan kalau buat tampilannya sendiri, perangkat yang menggunakan microcontroller ada tiga macam. Ada yang namanya seven segment yang biasa digunakan untuk alat ukur, LCD 1632 untuk perangkat kerja di industri dengan tampilan layar berkarakter, atau matrix display yang bisa digunakan untuk moving sign. Itu lho kayak tulisan tentang kota Batam berwarna merah yang pada hurufnya di daerah perempatan Nagoya kalau kita mau ke arah Jodoh. (ika)

08
Okt
07

Robot OB-Poenya Politeknik Batam

Robot Cerdas Bersensor Penjejak Garis

            Beberapa bulan yang lalu, Youngsters pasti udah pernah dengar kabar tentang kehebatan robot orang Batam OB-Poenya yang jadi jawara nomor satu se Sumatera. Robot yang dibuat sama kakak-kakak kita dari Politeknik Batam yang terdiri dari Lukman Hakim, Pandu Raditya, Karel Steviano, dan Dika ini jadi jawara di ajang Politeknik Caltex Riau.

            Meskipun sebetulnya udah lama banget lombanya, tapi kita coba ulik yuk kayak apa sih di balik kehebatan robot yang satu ini. Kali ini ada Pak Sumantri K Risandriya, dosen Teknik Elektro serta Kepala Laboratorium Instrumentasi dan Robotika Politeknik Batam yang akan nerangin gimana-gimana tentang robot yang satu ini.

            Tema dari kontes itu sendiri adalah Menanam Benih Cita-cita Bangsa. Dengan menyesuaikan tema tersebut, maka peraturan pertandingan untuk para robot yang dilombakan ini adalah memasukkan bola seukuran bola pimpong dalam keranjang. Lho, apa hubungannya ya?

“Dengan memasukkan bola pimpong dalam keranjang, diumpamakan sebagai menanam benih cita-cita bangsa,” itu menurut penjelasan Pak Sumantri.

Untuk dapat mencapai keranjang, para robot dipandu dengan garis putih atau yang biasa disebut sebagai line track. Jadi saat mulai pertandingan, robot akan bergerak menuju keranjang bola pimpong secara otomatis yang dipandu oleh garis putih alias line tracker itu tadi.

Garis putih atau yang disebut line tracker itu akan dideteksi oleh robot dengan menggunakan sensor infra merah yang berfungsi seperti mata pada panca indera kita. Kalau saat mengikuti garis putih tadi ternyata robot keluar jalur dari garis putih, maka robot diwajibkan kembali ke start untuk memulai lagi dari awal. Dan sebagai penilaiannya, robot yang bisa dapat juara satu dari pertandingan ini adalah yang paling cepat mencapai keranjang pimpong dan memasukkan bola pimpong yang telah dibawa.

            Sistem pertandingan ini menggunakan sistem gugur yang nantinya pada babak semifinal dan final, di lapangan akan dipasang sebuah tanjakan sebagai halangan bagi robot untuk menuju keranjang pimpong.

“Pada tanjakan ini banyak robot yang gagal menaiki tanjakan karena kekuatan robot untuk dapat menaiki tanjakan benar-benar diadu. Di sini diperlukan desain robot yang tangguh dan presisi. Tangguh dalam menaiki tanjakan sebagai halangan dan presisi dalam mendeteksi line tracker sebagai panca indera dari robot,” jelas Pak Sumantri.

Politeknik Batam sendiri dalam kontes tersebut menurunkan tiga robot antara lain OB-Poenya, Korobot, dan Kromivatz. Dan pada hasil akhir pertandingan kontes robot se-Sumatera ini dimenangkan oleh tim OB-Poenya dari Politeknik Batam yang keluar sebagai juara I. Tim Korobot sendiri meraih gelar Best Robot Design.

            Robot OB-Poenya sendiri dikerjakan dalam waktu 1 bulan. Dengan teknologi sensor photodiode sebagai panca indera, robot ini bisa mendeteksi line track dengan processor yang digunakan adalah jenis AT89S51 sebagai otaknya. (ika)

 

Teknologi Robot Line Tracker

            Kalau tadi kita udah baca gimana lomba itu diadakan, mungkin ada dari Youngsters yang bingung, kok cuman dengan adanya garis batas putih tapi bisa jadi acuan robot buat berjalan ya? 

            Begini penjelasannya menurut Pak Sumantri, pada robot Line Tracker, unsur utama dalam desain robot itu adalah sensor penjejak garis. Sensor penjejak garis inilah yang berfungsi membedakan antara garis dan biasanya berwarna putih serta dasar lapangan yang biasanya berwarna gelap seperti berwarna hitam, biru, atau hijau tua.

Sensor penjejak garis ini biasanya menggunakan sensor photodiode. Sensor ini sendiri terdiri dari dua bagian yaitu transmitter (Tx) dan receiver (Rx) yang difungsikan untuk membedakan warna.

“Photodiode transmitter akan memancarkan sinar Infra merah yang dipancarkan pada obyek dan akan dipantulkan serta akan diterima oleh sensor photodiode receiver. Pada teknologi terakhir, transmitter dan receiver photodiode tersebut sudah terintegrasi menjadi satu,” jelas Pak Sumantri.

            Setelah sensor photodiode berfungsi sama sebagai panca indera pada robot, maka processor tipe AT89S51 akan berfungsi sama dengan ‘otak’ pada robot. Biar Robot Cerdas dapat bekerja sesuai yang kita kehendaki maka ‘otak’ robot tentu harus handal dan diprogram sesuai dengan keinginan kita.

Kalau ngomongin masalah pemrograman pada robot, sebetulnya hampir sama kok dengan pemrograman pada komputer. Hanya saja perbedaan utamanya, kalau pemrograman komputer dilakukan pada komputer sedang pemrograman pada robot dibuat setelah program dibikin pada komputer dan kemudian didownload pada chip IC Processor AT89S51.

Nah, sekarang udah nggak bingung lagi kan kalau ngomongin masalah kecanggihan robot yang bisa begini begitu? Rumitnya emang setara dengan utak atik perangkat dan program komputer. Tapi yang satu ini tentunya ada keasyikannya sendiri dong. Apalagi kalau sampai bisa berhasil bikin robot secanggih OB-Poenya. (ika)

           

Bisa Gunakan Rangkaian Logika Digital

            Sekarang, ada kabar baik nih buat Youngsters yang masih duduk di bangku SMA. Soalnya dalam waktu dekat menurut Pak Sumantri, akan ada pertandingan robot kayak kontes seperti itu yang akan diadakan di Batam.

            Tapi jangan khawatir deh kalau nggak bisa buat robot secanggih seperti kakak-kakak kita yang duduk di bangku kuliahan. Soalnya, kita juga bisa kok buat robot dengan teknologi lain tapi tampil nggak kalah kerennya.

            Menurut Pak Sumantri, sebenarnya teknologi robot Line Tracker ini bisa dibuat dengan teknologi yang lebih sederhana tanpa menggunakan teknologi microprocessor atau microcontroller. Caranya yaitu dengan teknologi rangkaian logika digital biasa.

“Sehingga nantinya sangat memungkinkan dibuat oleh siswa-siswa tingkat SMU/SMK. Ini dilakukan guna lebih memasyarakatkan teknologi Robotika di kalangan pelajar tingkat SMU/SMK,” imbuh Pak Sumantri.

            Dan nantinya kalau sudah sukses di Batam, ada kemungkinan akan diadakan untuk tingkat SMU atau SMK se provinsi Kepri. Dan, kenapa nggak kita mengkhayal kalau suatu saat nanti Indonesia bisa seperti negara Jepang yang sudah memperkenalkan teknologi robotika di tingkat SD. Wah… pastinya seru tuh! (ika)

08
Okt
07

Robot Barelang I Politeknik Batam

Bertugas Bawa Penanya Presiden

            Kalau dengar ada robot yang bisa ini itu, rasanya emang udah nggak kaget lagi deh. Begitu juga kalau Youngsters sampai tahu ada sebuah robot yang punya tugas membawa pena buat Presiden SBY.

            Jadi waktu kemarin ketika gedung Politeknik Batam akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) pada bulan Juni 2006 lalu, ada sebuah robot bernama Barelang I yang punya tugas membawaka pena untuk Pak SBY.

“Saat itu tercipta suatu ide, bagaimana jika saat penandatanganan prasasti peresmian gedung Politeknik Batam, pena yang akan digunakan oleh presiden dibawakan oleh sebuah robot yang dapat bergerak secara otomatis. Berangkat dari ide inilah, dosen, instruktur dan mahasiswa terlibat dalam pembuatan Robot Barelang I ini,” cerita Pak Sumantri, Dosen Teknik Elektro Politeknik Batam yang juga Kepala Laboratorium Instrumentasi dan Robotika-Politeknik Batam.

Robot ini nggak asal dibuat lho. Akan tetapi juga punya nilai maknanya. Kalau diamati robot ini memiliki enam kaki yang menggambarkan jumlah jembatan yang menghubungkan Batam, Rempang, dan Galang.

“Keenam kaki ini mendukung berdiri kokohnya Robot Barelang I sesuai dengan jembatan Barelang yang menghubungkan gugusan pulau Batam-Rempang-Galang, yang juga berjumlah 6 buah jembatan,” imbuh Pak Sumantri.

Nama Barelang sendiri dipilih karena merupakan ciri khas dari Batam yang memiliki jembatan Barelang. Dari nama Barelang inilah kemudian dibuat sebuah bobot yang bisa menggambarkan kebanggaan masyarakat Batam dan Kepulauan Riau.

Dan memang beneran lho, robot ini akhirnya jadi kebanggaan setelah ia memerankan tugasnya sewaktu mengantar pena untuk Pak SBY dalam peresmian penandatanganan prasasti. Setelah selesai bertugas membawa pena, Bapak Presiden pun kemudian memberikan kenang-kenangan dengan membubuhkan tanda tangan pada tubuh Robot Brelang I ini. “Sungguh kenang-kenangan yang tidak akan terlupakan,” ungkap Pak Sumantri.

            Sampai sekarang Robot ini menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi Politeknik Batam yang disimpan di Laboratorium Robotika Politeknik Batam. Selain itu Robot ini juga digunakan sebagai prototype bahan Riset dan pengembangan Robot berkaki di masa yang akan datang. (ika)

 

Laba-laba pun Ikut Diteliti

Robot ini sendiri secara efektif dikerjakan dalam waktu 1 bulan, di laboratorium dan workshop Robotika Politeknik Batam. Sedangkan untuk riset dan studi literaturnya,  membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan penuh.

Riset yang dilakukan diantaranya melalui studi tentang sistem dinamik dan keseimbangan sistem robot berkaki. Studi sistem pergerakan mekanis robot berkaki ini emang menyerupai serangga. Malahan, sempat juga lho ada pakai acara mengumpulkan beberapa serangga berkaki enam seperti laba-laba dan serangga lainnya untuk diamati secara khusus. Jadi para peneliti ini ingin tahu bagaimana sistem serangga tersebut dapat berjalan dengan keseimbangan yang sempurna.

            “Robot ini berkaki enam dengan otak dibuat dari processor jenis AT89S51. Sedangkan sistem penggerak keenam kakinya menggunakan Motor DC Servo sebanyak 12 buah. Supply tegangan dari batere 12V dan 6V-nya dapat dicharge. Kendali robot ini selain dapat bergerak otomatis juga dapat digerakkan dengan remote control dengan Frekuensi 27MHz. Sedangkan sensor yang digunakan adalah Sensor Photodiode merk Sharp GP2D15. Body Robot ini sendiri terbuat dari acrylic. Karena, material ini ringan, cukup bagus, dan mengkilap,” jelas Pak Sumantri panjang lebar.

            Robot Barelang I ini selain bertugas sebagai pembawa pena untuk Pak SBY, juga digunakan untuk sarana riset pengembangan Robotika di Politeknik Batam. Terutama, pengembangan robot berkaki. Dengan harapan, nantinya akan muncul Robot Barelang II yang memiliki desain mekanik Robot berkaki yang lebih sempurna dan lebih cerdas. (ika)

 

Rencanakan Calon Robot Seukuran Manusia

            Robot Barelang I merupakan bentuk robot berkaki enam pertama yang dibuat oleh Politeknik Batam yang kemudian dilanjutkan dengan robot berkaki empat bernama Threesold yang dilombakan pada Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) pada tahun 2006 lalu.

Untuk ke depannya, robot ini bisa menjadi bahan riset dan pengembangan robot berkaki lainnya hingga disempurnakan menjadi robot berkaki dua yang menyerupai manusia. Sekarang ini, robot berkaki dua tersebut sedang menjadi bahan Tugas Akhir mahasiswa tingkat akhir dan menjadi bahan penelitian bagi dosen pembimbingnya.

“Nama robotnya adalah Robot Bipedal yang sekarang sedang dikerjakan sebagai Tugas Akhir oleh mahasiswa dengan nama kelompok Maju Butar-butar. Jika berhasil, maka lengkaplah teknologi yang dikembangkan oleh Politeknik Batam dalam bidang teknologi Robotika. Tinggal dibuat yang lebih besar sehingga mempunyai ukuran yang nyata seperti manusia,” terang Pak Sumantri.

            Selain itu untuk pengembangan robotika di bidang industri, saat ini juga sedang dijajaki oleh Politeknik Batam. Kata Pak Sumantri, saat ini sedang tinggal mencari rekanan di bidang industri yang kiranya tertarik dengan pengembangan robotika untuk menyelesaikan tugas-tugas di industri yang sekiranya memerlukan kerja robot.

Misalnya nih, pekerjaan pengelasan, Pick & Place Robot, atau pekerjaan yang membutuhkan kerja robot otomatis lainnya. Politeknik juga menawarkan robot yang bisa navigasi untuk membantu tugas pihak kepolisian dalam mendeteksi bom dan narkotika. “Tinggal dipadu dengan sensor penjejak bom dan narkotika, robot ini pun siap membantu pihak kepolisian,” imbuh Pak Sumantri. (ika)

08
Okt
07

Kontes Robot Indonesia 2007

Pencarian Pulau Komodo

            Kontes Robot Indonesia sebentar lagi akan kembali diselenggarakan. Memang masih beberapa bulan lagi sih, tepatnya pada tanggal 2 sampai 3 Juni 2007 mendatang. Meski masih beberapa bulan lagi, tapi Youngsters sekalian bisa mulai tahu kok seperti apa sih lomba untuk tahun ini akan diadakan.

            Nah pada edisi kali ini, Pak Sumantri K Risandriya, dosen jurusan Teknik Elektro Politeknik Batam akan cerita ke Youngsters nih tentang gimana-gimananya lomba tersebut nanti akan diselenggarakan di Surabaya nanti.

            “Pencarian Pulau Komodo adalah tema Kontes Robot Indonesia 2007 yang kali ini akan diadakan di Surabaya mendatang. Tema ini diadopsi dari tema International Robocon 2007 di Hanoi Vietnam dengan tema Ha Long Bay Discovery,” cerita Pak Sumantri.

            Ha Long Bay sendiri adalah nama sebuah gugusan pulau-pulau kecil di Vietnam.  Dan ssst, ternyata ada cerita legendanya lho. Jadi alkisah, setelah rakyat Vietnam membangun negerinya, datanglah para musuh menyerbu Vietnam melalui jalur laut. Kemudian para dewa mengutus Ibu Naga dan putranya turun ke bumi membantu rakyat Vietnam dengan mengeluarkan mutiara dari mulut Ibu Naga dan Putra Naga.

Mutiara-mutiara yang dikeluarkan dari mulut Ibu Naga dan Putra Naga tersebut itulah yang menjadi sebuah gugusan pulau yang kemudian menghalangi kapal-kapal musuh untuk memasuki perairan Vietnam. Karena gugusan pulau tersebut, kapal-kapal musuh banyak yang karam karena terhalang oleh gugusan pulau tersebut.

Gugusan pulau tersebut kemudian diberi nama Ha Long Bay. Sedangkan Ibu Naga dan Putra Naga tetap tinggal di bumi dan membentuk sebuah gugusan pulau yang kemudian disebut Bay To Long. Legenda inilah yang kemudian menjadi tema International Robocon 2007.

            “Pengadopsian tema Kontes Robot Indonesia dari International Robocon tidak mengurangi aturan main pertandingan itu sendiri. Pengadopsian ini semata-mata agar tema Kontes Robot ini lebih bernuansa Indonesia jika dilaksanakan di negara kita. Karena nantinya, yang keluar sebagai Juara I Kontes Robot Indonesia akan mewakili Indonesia di International Robocon di Hanoi,Vietnam,” terang Pak Sumantri.

Seperti kontes robot tahun sebelumnya, tiap peserta diwajibkan membuat dua jenis Robot, robot otomatis dan robot manual. Robot manual adalah robot yang sistem kontrolnya dikendalikan manusia atau biasa disebut Fully Manual dan dalam peraturan pertandingan telah ditentukan untuk menggunakan Joystick sebagai kontrolnya.

Sedangkan robot otomatis adalah robot yang sistem kendalinya secara otomatis. Jadi, robot otomatis ini dapat berpikir dan bekerja dengan sendirinya tanpa dikendalikan oleh manusia atau yang biasa disebut Fully Automatic.

Dan di pertandingan nanti, kedua jenis robot itu harus dapat saling bekerjasama untuk memperoleh point sebanyak-bayaknya atau diistilahkan dengan telah mencapai Victori sebagai pernyataan untuk menyatakan akhir kemenangan pertandingan. (ika)

 

Menyusun Mutiara di Pulau Victory

            Sekarang kita ngobrolin tentang gimana aturan main dalam pertandingan ini nantinya. Jadi begini, dalam lapangan pertandingan nanti akan dibuat seperti bentuk jaring laba-laba dan dibagi menjadi dua bagian.

            Dua bagian tersebut nanti akan diperuntukkan bagi area untuk robot manual yang berwarna biru muda serta area untuk robot otomatis berwarna biru tua. Sedangkan kedua tim akan dibedakan menjadi tim warna hijau dan warna merah.

“Masing-masing Tim harus memasukan pearl atau mutiara yang dilambangkan berbentuk tabung silinder dengan tinggi 20 cm dan dengan lubang menembus dari atas ke bawah berdiameter 30 cm,” ujar Pak Sumantri.

Untuk masing-masing peserta akan disediakan waktu untuk bertanding selama 3 menit. Kedua tim yang saling berhadapan harus berusaha untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dengan cara meletakkan pearl ke tiang yang telah disediakan.

“Robot otomatis dan robot manual harus bisa bekerjasama untuk memasukan pearl tersebut ke masing-masing tiang yang ada. Robot manual bergerak dengan dikontrol oleh seorang operator dan robot otomatis bergerak dengan sendirinya,” imbuh Pak Sumantri.

Para peserta harus mengumpulkan point dengan menyusun pearl sebanyak-banyaknya atau menuju ke Victory Island dan meletakkan pearl dengan susunan seperti huruf V. Kalau sudah bisa membentuk seperti itu dan bisa sampai ke Victory Island, berarti tandanya peserta tersebut memenangkan pertandingan. “Hal ini hanya bisa dilakukan oleh robot otomatis saja,” imbuh Pak Sumantri.

Lho, terus gimana dengan robot manualnya? Buat robot manual hanya boleh memasuki area Ha Long Zone. Tugasnya, adalah memberi bantuan pada robot otomais dengan memberi pearl untuk kemudian disusun oleh robototomatis tersebut.

Kemenangan pertandingan juga akan ditentukan dengan poin tertinggi yang bisa didapat jika berhasil menyusun pearl. Poin tertinggi juga bisa diperoleh apabila tim berhasil meletakkan pearl membentuk huruf V di area Victory Island. (ika)

 

Berharap Menang Di Ajang Nasional

            Terus sekarang gimana dong dengan persiapan dari Politeknik Batam? Kabarnya nih, di Politeknik Batam sendiri sudah melakukan seleksi internal. Mulai dari seleksi proposal yang meliputi strategi sampai desain robot dari para mahasiswa. Buat para mahasiswa dengan strategi dan desain robot terbaik berhak mewakili Politeknik Batam di tingkat nasional.

            “Mengingat tingkat kesulitan yang bertambah setiap tahunnya, maka dirasa perlu dilakukan persiapan yang lebih matang untuk dapat menembus tingkat nasional dan internasional ini. Persiapan yang dilakukan secara teknis maupun mental,” terang Pak Sumantri.

Secara teknis, persiapan yang telah dilakukan diantaranya riset selama lebih kurang enam bulan serta studi banding ke Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS). Di politeknik tersebut, adalah tempat lahirnya tim tangguh yang diakui di tingkat nasional serta pernah menjadi juara I internasional pada tahun 2001 dengan nama Tim B-Cak. Konon, tim ini juga berhasil mengalahkan tim tuan rumah yaitu Jepang pada lomba waktu itu lho.

            Kalau Politeknik Batam sendiri rencananya akan menurunkan dua tim. Di antaranya, satu tim untuk Kontes Robot Indonesia (KRI) dengan nama GAZERO dan satu tim untuk Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007 dengan nama GIGATRON.

“Harapan kami bisa memenangkan pertandingan tahun ini. Atau setidaknya, memperbaiki posisi yang pernah dicatat sebagai Runer-Up Group untuk KRI dan Juara 4 untuk KRCI pada tahun 2005 dan 2006 yang baru lalu,” sambung Pak Sumantri.

Dan tahu nggak, Kontes Robot Indonesia itu sebetulnya bisa dikatakan menjadi barometer perkembangan Robotika di Indonesia lho. Meskipun, pihak yang melakukan riset masih di tingkat perguruan tinggi dan robot yang dibuat baru robot untuk entertainment, namun Kontes Robot Indonesia bisa dikatakan cermin tingkat penguasaan Teknologi Robotika di negara kita.

“Dan kita bisa kok menyamai teknologi Robotika di negara-negara lain. Buktinya kita pernah menjuarai Kontes Robot International pada 2001,” sahut Pak Sumantri yang berharap adanya dukungan dari seluruh masyarakat Batam, kabupaten dan provinsi Kepulauan Riau beserta jajaran pemerintah dan kalangan Industri untuk turut mendukung Tim Robot Politeknik Batam demi nama baik Batam khususnya dan Kepulauan Riau pada umumnya. (ika)




Kalender

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 385,477 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

pintu air jagir wonokromo

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan