Menghadapi Anak Autis

Standard

Optimis, Dia Pasti Akan Sembuh

            Melihat Fadhil bercanda dengan air dalam kolam renang hingga mampu berenang di kedalaman lebih dari satu meter, siapapun tak akan menyangka jika bocah berusia tujuh tahun tersebut menderita autis. Rizki Fadhila, demikian nama lengkap putra dari Lolyta ini, sebetulnya sudah disadari kondisinya yang berbeda dengan anak seusianya oleh sang ibu sejak berusia satu tahun.

            “Pertama-tama lihat perkembangannya, waktu saya lihat cara dia kontak mata dan bersosialisasi, saya merasa ia mengalami autis. Itu saya rasakan waktu ia berusia satu tahun,” ujar Lolyta.

            Ketika diperiksakan ke dokter, dua dokter menyatakan bahwasanya Fadhil mengalami hiperaktif sedangkan seorang dokter menyatakan bahwa putranya mengidap autis. Penasaran, Lolyta pun membawa putranya ke Jakarta untuk diperiksa lebih insentif.

            Hasilnya, Fadhil yang saat itu sudah berusia 2,5 tahun memang dinyatakan mengalami autis. Lolyta pun kemudian membawa Fadhil pulang sembari membawa home program.

            “Saya start mengadakan terapi di rumah untuk Fadhil saat ia sudah berusia tiga tahun. Untuk urusan bersosialisasi Fadhil, saya dulu juga sempat menyekolahkannya selama tiga tahun di playgroup,” terang wanita yang akhirnya memilih menghentikan karirnya untuk lebih fokus merawat Fadhil.

            Menurut Lolyta, Fadhil hingga kini memang terlihat lebih cepat belajar di bidang fisik dan emosi. Misalnya saja untuk berenang, Fadhil membutuhkan waktu tiga bulan untuk bisa belajar berenang. Beberapa patah kata sudah bisa diucapkannya. Tingkahnya pun tidak begitu atraktif.

            Peran Lolyta emang tidak setengah-setengah. Fadhil selalu berada dalam pendampingan serta pengawasannya baik dalam tingkah laku hingga pola makan. “Setiap anak autis memang punya pantangan makanan yang berbeda-beda. Kalau dilanggar, biasanya tingkahnya jadi lebih atraktif saja,” imbuh Lolyta.

            Selain home program di rumah, Fadhil juga diikutkan terapi di Rafelita dengan jenis terapi okupasi, sensori integritas, dan wicara. Rencananya ke depan, Fadhil akan diikutsertakan terapi musik juga di Merrys College.

            Sedangkan untuk sosialiasi Fadhil di lingkungan masyarakat, Lolyta rutin mengajak Fadhil untuk berjalan-jalan ke tempat ramai. “Dia juga main sepeda, skuter, dan berenang,” ujar Lolyta. (ika)

 

Ajarkan Anak Bertepuk Tangan

            Sudah sejak lama orang mengenal musik. Tidak hanya sekedar hiburan, musik pun mampu menjadi sarana penyembuhan bagi mereka yang menderita sakit atau ingin memperoleh peningkatan kualitas dan kemampuan diri.

            Di Merrys College sendiri, musik dihadirkan tidak hanya sebagai peningkatan kemampuan anak dalam hal bermain musik. Selain itu, musik pun digunakan sebagai sarana terapi bagi anak yang mengalami gangguan.

            “Terapi musik ini dapat digunakan oleh anak-anak yang mengalami gangguan seperti gangguan motorik, konsentrasi, atau bahasa. Prosesnya ada pada fungsi yang dinamakan FMRI atau Functional Magnetic Resonance Imaging dan terdapat di sel otak,” ujar Agung B Siregar, pengajar yang ada di Merry College.

            Aktivitas sel otak ini dapat terdeteksi melalui adanya perubahan tekanan dalam darah atau emotion really. Caranya, anak yang mengalami gangguan diberikan rangsangan berupa satu bunyi tak beraturan, dua suara, dan nada harmonis.

            Sementara itu dalam sistem kecerdasan otak, bagian belahan otak kiri adalah bagian yang mengatur beberapa bidang seperti kreatifitas dan abstraksi musik. Dengan adanya terapi musik ini akan mampu mengembangkan otak kiri hingga otak bagian kanan yang terdapat hipotalamus yaitu sebagai pusat respon emosi.

            “Perubahan seorang anak sebagai respon dari terapi musik ini bisa diketahui dari perubahan detak irama jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh,” imbuh Agung.

            Dalam terapi musik itu sendiri, anak-anak dikenalkan dengan Snow Silence Methode yang terdiri dari kegiatan mendengar, mengikuti tempo atau beat musik yang disesuaikan dengan gerak irama tubuh, analog detak jantung yang kegiatannya berupa tepuk tangan, gerak kepala, dan anggota badan bagian atas.

            Lantas sejak kapan anak yang mengalami gangguan tersebut dikenalkan dengan terapi musik, “Kalau bisa sedini mungkin,” sahut Agung. Yaitu, saat anak terdeteksi mengalami gangguan, mulai kenalkan ia dengan terapi musik tersebut. (ika)

 

About these ads

15 thoughts on “Menghadapi Anak Autis

  1. apakah perlu anak autis dibentak-bentak agar mengerti perintah? tolong dijawab terima kasih

    “Bukan dibentak, tapi diajak komunikasi dengan gaya yang tegas. Beda lho ya dibentak dengan tegas. Misalnya kl dia pengen makan sesuatu yg itu jd pantangan dia (tiap anak autis sebetulnya punya pantangan sendiri2), maka kita harus tegas bilang enggak, membuat dia berkomunikasi untuk menatap mata kita, dan kemudian membuatnya beralih ke hal lain.”

  2. saya ibu rumah tangga, anak saya itu dibilang autis tetapi segala kegiatan bisa tetapi dia suka sekali main sendiri dan apa bila tersinggung sedikit emosi anak tersebut begitu besar dan marah kemudian kencing sembarangan, untuk pendidikan seperti membaca belum bisa kalau hurup suka diberitahu diulang lagi lupa, ibu/bapak tolong saya bagaimana saya harus bersikap terhadapnya anak saya ini, dan cara sabar yang bagaimana saya harus bisa menghadapinya???????????

    “Anak autis itu anak yg suka berada dalam dunianya sendiri. Selama anak itu masih bisa diajak komunikasi (seperti merespon saat dipanggil namanya atau ditepuk pundaknya) itu bukan autis. Mohon konsultasikan lagi dan tidak untuk mengikuti istilah autis (cuek) seperti yg saat ini sedang tren di iklan. Kalau kencing sembrangan, cobalah untuk toilet training dengan cara ditatur (duajak ke toilet sesering mungkin, misal tiap satu atau dua jam), atau dibelikan alat toilet untuk melatih anak toiltet training (di toko bayi sepertinya ada). Menghadapi anak belajar memang butuh kesabaran. Intinya tidak dengan paksaan tapi lakukan secara rutin dan anak dalam kondisi nyaman agar ia cepat menyerap ritme atau apa yang ingin Ibu sampaikan.”

  3. sa'idah

    apakah anak autis murnu bsa brubah dan berbicara? karena yg syatemui dy cuma bs mengucap “mama”. dan hanya ingin bermalas2an. bgaimana terapi untuk anak seperti ini?? trimakasih

    “Insya Allah bisa. Saya pernah melihat ada yg bisa dan semua keajaiban itu cuma Tuhan yg bisa berkehendak. Konsultasikan saja ke pusat terapi autis. Sekarang ini di mana2 banyak kok tempatnya…”

  4. putri

    sepupu saya anak autis, orang tuanya tidak pernah mengasuhnya sendiri, dia hanya diasuh oleh seorang pembantu. dia mendapatkan terapi di sebuah SLB, namun dia jarang sekali masuk, orang tuanya beralasan karena tidak ada yang mengantarkannya, sehingga dia sering mengalami kemunduran, dan harus mengulang dari awal. yang saya tanyakan, apakah sepupu saja tersebut masih ada kemungkinan memiliki faktor protektif dalam dirinya? karena orang tuanya tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang sangat dibutuhkannya? meskipun, orang tuanya telah mendapatkan nasihat dari psikolog tentang bagaimana seharusnya menjadi orang tua seorang anak autis. terima kasih.

  5. saya sangat setuju bahwa anak autis itu perlu sekali perhatian dan peran dari orang tua nya dan juga dari lingkungannya. Jika dengan sabar dan penuh kasih sayang, saya percaya anak yang autis bisa berubah menjadi anak yang mormal

  6. meylinda

    disekolah saya ada acara ccs. kelas kami akan berkunjung kepanti asuhan autis. cara menghadapi anak autis gmn ya agar mereka tidak merasa terganggu dengan kedatangan kita? tq ya..

  7. amar

    bagi mrk yg memiliki anak autis, keterbelakangan mental, idiot, dll. alhamdulillah qta ada Therapy Brainwave (gelombang otak) yang telah berhasil menobati termasuk anak yg susah bicara, berjalan, emosional, insomnia dan pecandu (game). berminat contact di 081321907094

  8. amar

    therapy brainwave (gelombang otak) telah berhasil mengobati :
    1. anak autis, keterbelakangan mental, idiot
    2. susah jalan n bicara,
    3. insomnia
    4. kecanduan game (game online, dll)
    5. Emosional

  9. nur nikmattuloh

    @ amar,maaf sebelumnya,
    saya kira anak autis,keterbelakangan mental dan idiot tidak bisa di obati dengan therapi apapun yang ada sekarang,

    terapi yang ada di sekarang adalah untuk menstimulus perkembangan anak autis agar bisa berkembang dan bisa minimal mandiri,,,,
    karena kebetulan saya adalah seorang guru pembimbing untuk anak berkebutuhan khusus.
    khususnya anak autis
    jika ingin mengetahui infrmasi silahkan menghubungi di nomer telepon di 081906184337

    “Terima kasih banyak atas bantuan jawabannya. Semoga infonya bisa bermanfaat untuk pembaca lainnya.”

  10. rica rahayumarlinda

    Saya seorang guru ABK (atau guru yg mengajar anak2 autis),saya bru menjalankan pekerjaan ini beberapa hari yang lalu..dan saya membimbing anak yang super aktif tp dikala belajar dia selalu malas2 dan dalm berbicara pun kurang saya pahami….cara ap yang harus saya lakukan agar anak itu bisa belajar dengan baik dan berbicara dengan lancar..terimakasih

    “Mohon maaf, saya sendiri bukan dari psikologi. Tulisan ini saya buat sebagai artikel dan saat itu saya masih menjadi reporter. Cuma barangkali, sepertinya si kecil sedang masa adaptasi saja karena Ibu baru saja beberapa hari mengajar dia. Yang saya tahu, meski tingkah laku anak autis sulit dikontrol, ia memang membutuhkan tindakan yang tegas tapi tetap dengan lemah lembut. Karena secuek-cueknya anak autis, ia punya perasaan yang peka.”

  11. erpis

    Saya seorang wanita karier, sekarang saya berusaha merawat sendiri anak saya yang autis, sudah terapi dari umur 3 tahun sudah ada kemajuan tetapi sekarang mundur lagi,,apa pengaruh makanan,,,,tips apa yang harus saya lakukan agar saya bisa terapi anak saya di rumah menjadi lebih baik,,,terima kasih

    “Ada baiknya langsung saja konsultasi saja ke dokter atau psikolog yang kompeten Bu.”

  12. disekolah kami ada anak autis kini dia sudah kelas 5 .yang saya tanyakan 1. kenapa setiap dia mengalami kesulitan dalam pelajaran dia mengamuk seperti teriak,memukul meja bahkan memukul teman.2.gimana cara menghadapinya pak.trims

    “Coba saja konsultasikan dengan pihak psikolog”

  13. santi

    Adik suamiku mengalami keterlambatan dalam perkembangan pertumbuhannya. Namun, setelah browsing ke semua sumber dan memperhatikan perilakunya aku menjadi yakin bahwa ia mengidap autis. Di usianya yg di 7 thn ini perilakunya kasar dan selalu menyakiti orang lain. Buang air kecil dan besar pun masih belum bisa sendiri, beda dengan keponakanku yg berumur 6 tahun yg saya anggap sudah mandiri juga pintar. Yang saya bingungkan, semua keluarga suamiku termasuk suamiku sendiri tidak mau menerima bahwa anak ini menderita autis. Jd mereka tidak mau mengkonsultasikan autisnya ini ke doker terkait. Mereka lebih percaya pada paranormal. Yang saya khawatirkan dia selalu disakiti anak yg lain krn dia yang mulai menyakiti.

  14. rafa

    saya punya ponakan yang autis,, sekarang umur 3 thn,, dia blum bisa bicara, panggiil ‘mama’ pun tdk bisa, apakah suatu saat dia akan bisa bicara ?????????

    “Perkembangan setiap anak beda-beda. Kalau menurut saya, jangan risaukan nanti ia akan seperti apa. Tetap berikan saja yang terbaik untuknya: konsultasi ke psikolog, hingga limpahan kasih sayang. Banyak keajaiban terjadi pada anak-anak yang diduga masa depannya suram karena adanya doa dan kasih sayang yang melimpah dari keluarga :)

  15. nia

    Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, sensori integrasi, fisioterapi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu untuk autism, ADD, ADHD, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s