11
Jun
07

Mengenalkan Ayah atau Ibu Tiri

Hadirkan Pihak Penengah

            Lepas dari itu semua, orangtua kandung yang akan memutuskan untuk menikah lagi dan menghadirkan orangtua tiri untuk anaknya, harus mempersiapkan beberapa hal terutama jika ingin anak nantinya bisa menerima kehadiran orangtua tirinya.

            Jadi sebelum anak bertanya-tanya bahkan menduga-duga, ada baiknya orangtua kandung memperkenalkan dahulu pasangannya sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

            “Orangtua kandung hendaknya bisa menangkap gelagat pada anak. Ajak mereka bicara dan berdiskusi tentang calon orangtuanya. Biar bagaimanapun, orangtua kandung harus tetap memegang orientasi pasangan pada keluarga,” terang Evy.

            Lanjutnya, beri tahu anak alasan mengapa orang baru tersebut yang dipilih sebagai pasangan. Jangan kenalkan calon pasangan secara tiba-tiba apalagi di masa-masa yang begitu dekat dengan tanggal pernikahan yang telah ditentukan.

            Untuk mencairkan suasana atauagar anak dan calon pasangan mudah beradaptasi, hendaknya ada pihak ketiga yang hadir sebagai penengah. Bisa berasal dari orangtua kandung itu sendiri.

            “Ada mungkin anak yang tipenya pengalah. Dia ini mudah saja menerima keputusan yang diambil orangtuanya. Akan tetapi tidak kebanyakan anak sematang itu. Karena kebanyakan anak egonya tinggi dan tidak mau tahu. Yang penting adalah apa yang dia rasakan,” papar Evy.

            Untuk itu saran dari Evy, orangtua sebagai pihak penengah harus meyakinkan kalau sewaktu-waktu ia akan tetap berada di pihak sang anak. Selain itu, bantu juga anak untuk bisa menilai sendiri apakah ia nyaman dan bisa menerima kehadiran calon orangtua tirinya. Kalau orangtua kandung dancalon orangtua bersikap tidak wajar, anak pun biasanya peka dan bisa merasakannya. (ika)

 

Bapak Tiri Lebih Mudah Diterima

            Memiliki orangtua lengkap selalu menjadi impian setiap anak. Akan tetapi jika ia harus dihadapkan pada orangtua tiri, tak jarang penolakan pun akhirnya yang terjadi. Apalagi ditambah dengan cerita dan dongeng yang sejak dulu hingga sekarang ada bahwasanya orangtua tiri selalu lebih kejam daripada orangtua kandung.

            Namun posisi calon ibu tiri dengan calon bapak ibu tiri biasanya berbeda. Calon ibu tiri cenderung lebih sulit diterima daripada calon bapak tiri. “Karena ibu tiri itu nantinya di keluarga yang akan pegang aturan,” ujar Evy Rakryani, psikolog anak dari Batam.

            Selain faktor siapa yang akan menjadi orangtua tiri, faktor usia anak juga turut memengaruhi apakah ia akan mudah atau tidak menerima kehadiran orangtua tirinya. “Biasanya kalau anak masih usia kecil, ia bisa mudah menerima karena mereka belum punya pemahanan tentang aturan,” imbuh Evy.

            Lain halnya dengan anak usia sekolah bahkan remaja. Karena mereka sudah mengenal aturan yang diterapkan oleh orangtua mereka sebelumnya, maka mereka pun membutuhkan adaptasi untuk mengenal calon orangtuanya terlebih dahulu.

            Berbeda lagi dengan anak yang sudah besar atau usia bekerja. Karena anak seusia ini biasanya lebih mandiri, maka ia akan menyerahkan keputusan kepada orangtuanya sendiri. (ika)

 

Buat Acara Bersama

            Sekarang bagaimana ceritanya jika ternyata masing-masing pasangan memiliki anak bawaan masing-masing. Maka masing-masing anak selain dipersiapkan untuk menerima calon orangtua tiri, ia juga harus diperkenalkan dengan calon saudara tiri mereka.

            “Kalau seperti itu kasusnya, maka masa penyesuaiannya juga akan jadi lebih panjang. Sampai kapan masa penyesuaiannya, itu tergantung dari masing-masing anak,” itu anjuran dari Evy.

            Dalam masa adaptasi, masing-masing orangtua bisa mengajak tamasya bersama atau mengajak ikut serta dalam kegiatan yang menyenangkan. Ajak mereka mengikuti game yang bisa diikuti oleh anak dari dua belah pihak secara bersama.

“Ajak mereka dalam kegiatan dimana anak sama-sama dilibatkan namun tidak mengistimewakan salah satu pihak,” imbuh Evy. (ika)

 

Harus Ekstra Usaha

            Menjadi orangtua tiri memang tidaklah bisa dikatakan mudah. Apalagi untuk mereka yang memang masih lajang dan akan berposisi sebagai calon orangtua tiri, tanyakan lagi ke dalam diri sendiri apakah mampu berperan sebagai orangtua tiri dan langsung mendidik anak tirinya.

            “Memang harus ekstra usaha. Kalau pertanyaan tersebut dijawab tidak mampu, yang lebih baik mundur,” imbuh Evy.

            Untuk merebut hati anak, calon orangtua tiri hendaknya bersikap tulus dan tidak dibuat-buat. Perhatikan dan cobalah saja untuk peka, apa yang memang dibutuhkan calon anak tiri.

            “Masa pendekatan itu bukan berarti membeli. Anak itu peka kok kalau ada orang yang tulus atau tidak,” pungaks Evy. (ika)


0 Tanggapan ke “Mengenalkan Ayah atau Ibu Tiri”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Kalender

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 387,762 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

pintu air jagir wonokromo

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan