03
Jun
07

Wanita dengan Karir Lebih Cemerlang Dari Pasangan

Perlu Seimbang dalam Karir dan Keluarga

            Wanita berkarir dan ikut membiayai kebutuhan keluarga? Kini hal tersebut sudah dianggap wajar. Namun ketika ternyata karir wanita lebih cemerlang daripada pasangan apalagi suami, inilah yang masih dianggap tidak biasa di kalangan masyarakat.

            Siapa sih yang tidak mau mendapat karir atau memperoleh penghasilan lebih besar? Namun jika kemudian posisinya lebih tinggi dari suami, maka hendaknya hal seperti ini dibicarakan di antara pasangan itu sendiri. Ini bukan menyangkut penilaian orang yang melihatnya. Akan tetapi lebih kepada hal-hal apa saja yang kemungkinan akan terjadi di dalam hubungan pasangan tersebut.

            “Akan lebih baik kalau dari awal sudah ada komunikasi, komitmen, dan balance,” ujar Dinuriza Lauzi, psikolog asal Batam yang akrab disapa dengan panggilan Nisa. “Kalau itu terjadi sebelum menikah, ada baiknya komunikasikan terlebih dahulu. Kalau sudah, baru komitmen bersama dan balance-nya sepeti apa.”

            Menurut Nisa, seperti apapun seorang wanita memiliki karir, ia harus mengingat kodratnya sebagai wanita itu sendiri. Meskipun, wanita juga memiliki hak untuk menunjukkan kemampuannya dalam kesempatan yang ada dan juga berhak untuk mengembangkan dirinya.

            Jika komitmen sudah tercapai, ada baiknya istri membuat sikap seimbang atau balance tersebut dalam bentuk sikap sehari-hari di rumah tangga. “Misalnya kalau bangun pagi, siapkan sarapan atau baju bagi suami. Saat pulang kantor, kalau bisa pulang lebih dulu. Pulang kantor pun kalau bisa jangan tunjukkan kelelahan. Memang sulit rasanya, tapi sebagai istri ia harus berlaku seimbang,” papar Nisa.     

            Wanita juga hendaknya bisa bersikap lemah lembut dan care. Bersikap sedikit manja kepada suami juga membuat siami akhirnya merasa dibutuhkan. Demikian halnya dengan sikap membanding-bandingkan, hal semacam itu hendaknya dihindari. (ika)

 

Kebutuhan Pokok Tetap Tanggungjawab Suami

            Lantas bagaimana dengan urusan keuangan keluarga? Masalah pengeluaran yang diukur berdasarkan pemasukan dua belah pihak seharusnya juga telah melewati tahap komunikasi dan komitmen. Namun agar seimbang peran yang terlihat dari suami atau istri, maka kebutuhan pokok tetap merupakan tanggungjawab suami.

            “Kalau masalah penghasilan, biar bagaimanapun suami tetap harus memberi nafkah kepada keluarga. Kebutuhan pokok tetap tanggungjawab suami. Secara nggak langsung suami jadi merasa dibutuhkan,” tutur Nisa.

            Demikian halnya dengan kebutuhan anak. Meskipun sang ibu memiliki cukup uang untuk membelikan apa yang dibutuhkan anak, sebisa mungkin tetap harus dipenuhi dari bapaknya. Saran dari Nisa, sebaiknya anak juga diajari dan diberi pengertian yang dewasa dengan bahasa anak tentunya.

            “Misalnya anak ingin beli mainan. Walaupun uang ibunya ada, bilang saja kalau memang sang ibu ada uang tapi sedang disimpan untuk keperluan nanti. Atau kalau memang akhirnya membelikannya, belikan barang yang harganya di bawah harga dari barang yang dia inginkan. Dari sini anak jadinya belajar tentang masalah prioritas,” jelas Nisa. (ika)

 

Pilih Pekerjaan Freelance

            Di negara maju seperti Jepang, ternyata ada sebuah trend yang menggejala di kalangan wanitanya. Meski banyak wanita di sana yang lulus dari predikat setara S1 atau S2, namun mereka lebih memilih untuk bekerja freelance.

            “Memang di sana angka pernikahan dan melahirkan sedikit. Tapi para wanitanya sekarang mulai bersikap seperti itu, memilih bekerja freelance agar lebih punya perhatian untuk keluarga. Dan itu dihargai oleh pemerintah di sana,” ujar Nisa yang juga memilih bekerja freelance meski telah meraih gelas master di bidang psikologi dari Universitas Indonesia.

            Dengan bekerja freelance atau paruh waktu, wanita pun lebih bisa berkonsentrasi dalam mengurus keluarga, bisa tetap berkarir, dan malah bisa mengontrol pendapatannya. Bahkan bisa-bisa meski hanya dari bekerja freelance, tidak sedikit juga profesi yang masuk dalam kelompok freelance ini bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar.

            “Bekerja itu nggak berarti harus di kantor dan full waktunya. Bisa juga kok jadi freelance dan tetap dapat penghasilan,” Nisa menegaskan. (ika)


0 Tanggapan ke “Wanita dengan Karir Lebih Cemerlang Dari Pasangan”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Kalender

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 387,767 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

pintu air jagir wonokromo

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan