MOS

Buat MOS Jadi Berkesan

Hore… sebentar lagi masuk sekolah nih. Buat Youngsters yang diterima di sekolah apalagi yang benar-benar sudah diidolakan sejak lama, selamat deh! Nah, tentunya setelah diterima, teman-teman menghadapi MOS dong. Itu lho, Masa Orientasi Sekolah.

MOS ini makin hari makin nggak menyeramkan kok. Tengok saja misalnya MOS yang ada di SMA Yos Sudarso dan SMA Kartini. Benar-benar ajang MOS ini sekarang jadi ajang yang memang ditujukan untuk memperkenalkan sekolah. Dan, bukan lai jadi ajang balas dendam lho.

Nah, biar MOS ini nggak hanya lewat begitu saja dan ada kesannya, tentunya Youngsters sekalian sayang banget deh kalau cuma dilalui begitu saja. Manfaatkan benar-benar ya MOS yang akan dilalui ini.

Misalnya nih, karena tujuannya memang untuk memperkenalkan sekolah baru kita, coba cari tahu deh apa saja ya yang ada dalam sekolah baru kita. Mulai dari fasilitas sekolah, ekskul, para guru, sampai kakak-kakak kelasnya juga kudu dikenal.

Banyak manfaatnya lho kalau Youngsters bisa kenal kenal sekolah apalagi sejak masa MOS ini. Misalnya nih, kalau lagi butuh buku ini itu, bagaimana sih caranya biar bisa pinjam buku di perpustakaan, atau buku apa saja ya yang bisa dipinjam.

MOS juga bisa buat kenalan bagi para Youngsters sekalian tentang ekskul apa yang bisa kita ikuti nanti. Cari tahu juga manfaatnya. Apalagi kalau ekskul itu bisa bermanfaat buat prestasi kita nantinya.

Kenalan dengan guru dan kakak kelas juga bisa lho dilakukan di MOS ini. Jadinya kalau sudah selesai MOS, kita bisa bersay hai hei ke guru atau kakak kelas kita waktu di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. Tambah kenalan dan apalagi syukur-syukur bisa akrab dengan mereka membantu Youngsters nantinya kalau ada kesulitan apa-apa di pelajaran atau masalah sekolah lainnya.

Dan yang terakhir, tentunya MOS jadi ajang kita buat nambah teman baru nih. Syukur-syukur lagi kalau itu kakak kelas yang tentunya bisa membantu kita kalau ada kesulitan masalah yang menyangkut sekolah.

Waaah, banyak gunanya kan MOS itu. Jangan dipikir seram-seramnya dulu dong. Misalnya sampai parno, ih, jangan-jangan nanti kakak kelas mau balas dendam sama kita. Nggak gitu kok, sekarang ini sudah nggak zamannya Man MOS buat balas dendam!!! (ika)

 

Jaga dan Tanam Pohon Sampai Kelas Tiga

            Bagaimana mengemas MOS jadi ajang buat anak baru mengenal dan mencintai sekolahnya, ternyata diwujudkan oleh SMA Kartini dengan aksi penghijauan. Ada pohon mangga atau rambutan yang nantinya akan ditanam para teman-teman kita yang baru masuk di SMA Kartini ini nih.

            “Kita juga mengadakan penghijauan sebanyak 20 batang pohon di lingkungan sekolah. Satu pohonnya dijaga satu kelompok yang jumlahnya lima orang. Tidak hanya menanam, kelompok ini juga akan pantau terus sampai lulus,” ujar Pak Abdul Halim Saleh, Ketua Panitia MOS 2006 SMA Kartini.

            Anak baru nantinya ditugasi untuk mengerjakan penanaman pohon mulai dari melubangi tanah sampai tanaman tertanam dan terpagar dengan rapih. Kalau ada kelompok yang gagal melaksanakan sesuai dengan waktu yang telah diberikan, ya, harus siap-siap terima hukuman. Tapi santai saja kok, hukuman ini sifatnya tidak militer dan justru mendidik.

            Sedangkan untuk atribut MOS, mereka diminta untuk memilih antara topi yang terbuat dari batok kelapa, bola yang dibagi dua, atau kain berbentuk segitiga. Hehehe, seperti orang demo ya.

            Ada juga atribut lainnya seperti kalung yang terdiri dari rentengan klengkeng atau buah stroberi. Jadi kalau sudah selesai, kalungnya ini bisa dimakan sendiri. Hmm, nyam nyam nyam!

            “Kita tidak mau atribut atau hukuman untuk membawa sesuatu ini bersifat mubazir. Misalnya seperti membuat kalung dari buah-buahan tadi, kan bisa dimakan sendiri oleh mereka,” ujar Pak Halim yang juga guru Agama di SMA Kartini.

            Serunya lagi nih, untuk materi MOS ada tambahannya seperti penyuluhan narkoba atau HIV dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Jadinya selain MOS dapat ilmu tambahan. Ada juga pemateri tamu seperti Pak Dr Hamdullah atau Pak Abdurrahman L C. “Kedua orang tersebut bisa memotivasi anak-anak tentang kisah bagaimana menjadi orang sukses,” imbuh Pak Halim.

            Karena meminimalisir yang namanya militerisme, latihan baris berbaris dalam MOS kali ini malah pakai para alumni SMA Kartini. Wah, selain kenal sama kakak kelas, jadi bisa kenal sama mantan kakak kelas juga ya.

            Di sela-sela MOS, adapula beberapa permainan yang cukup mendidik dan mengasah kecerdasan otak nih. Seperti, bagaimana ya mengangkat botol hanya dengan menggunakan pipet. Nah lho, bingung kan?! (ika)

 

Kelompoknya Berupa Nama Ilmuan

            Siapa sih Albert Einstein, Auguste Conte, Adam Smith, Louis Pasteur, Henry Dunant, atau John Dalton? Waaah, kalau buat para Youngsters yang mau sekolah di SMA Yos Sudarso atau yang biasa disebut Smakys, sebentar lagi udah bakal tahu dong mereka-mereka itu siapa.

Bukannya berarti para tokoh itu akan datang ke sekolah mereka. Tapi, para teman-teman yang jadi anak baru di Smakys inilah yang akan mencoba mengenal mereka. Ini karena setiap kelompok MOS akan dibagi dan diberi nama dengan nama-nama para ilmuan tersebut.

“Supaya siswa atau siswi dikenalkan dengan ilmuan dan ahli sosial yang nantinya ada kaitannya dengan bidang pelajaran yang akan ditekuni. Mereka jadi nggak bingung lagi siapa itu John Dalton kalau pas belajar pelajaran eksak,” ujar Pak Franz Xaviery, Pembina OSIS Smakys.

Menurut Pak Franz, MOS yang tahun ini diselenggarakan di Smakys memiliki latarbelakang dari gejala sosial yang berkembang pada diri siswa. Misalnya tentang kedisiplinan, prilaku yang kurang sopan, semangat dan motivasi belajar, atau sense of belonging.

Dari MOS ini tujuannya, para siswa siswi jadi dapat memiliki kedisiplinan sebagai siswa dan siswi Smakys, punya kesadaran dan memiliki prilaku etis dan intelektual, memiliki semangat dan cara belajar yang berorientasi pada KBK dan perguruan tinggi, serta punya rasa memiliki sekolah.

“Jadi bahan atau materi MOS ini mengikuti kedisiplinan tata krama cara belajar serta wawasan wiyata mandala,” imbuh Pak Franz yang sejak jauh-jauh hari sudah mempersiapkan kegiatan MOS ini dengan para guru dan beberapa siswa yang kebanyakan tergabung dalam OSIS Smakys.

Seperti di beberapa sekolah lainnya, di Smakys juga dilarang banget lho yang namanya militerisme atau ajang balas dendam ke adik kelas. “Setiap prilaku MOS ada tujuannya. Misalnya untuk hukuman, ya mereka kita minta untuk menggali bakat minat seperti puisi, nyanyi, atau main gitar,” kata Pak Franz.

Semua ini juga nantinya berujung untuk acara Pentas Potensi yang diadakan Rabu (19/7) sore. Jadi, mereka akan diminta untuk mempersiapkan apa yang akan ditampilkan dalam acara tersebut.

Di dalam MOS, ada juga acara dinamika kelompok yang isinya permainan. Selain sebagai refreshing, permainan ini juga memperlancar tujuan dari materi. Misalnya tentang kedisplinan.

Selain itu, para murid baru juga akan diajari cara belajar ala Yos Sudarso. Jadinya, nanti mereka bisa belajar dengan sistematis, relatif singkat, dan teratur. “Cara belajar tiap bidang studi kan juga beda. Sehingga nantinya guru yang mengajar jadi mudah,” terang Pak Franz.

Ditambahkan oleh Pak Yuri Ismanto, Ketua Panitia MOS 2006 Smakys, ada empat poin yang ingin dicapai dalam MOS kali ini. Antara lain kedisiplinan seperti belajar dan cara hidup sehari-hari, tata krama, dan cara belajar.

“Kita juga tekankan untuk menghilangkan kesan penggojlokan fisik. Ini bukan ajang balas dendam. Sanksinya pun jika memang ada yang melanggar aturan, yang sifatnya mendidik seperti membawa tanaman yang kemudian diberi nama sesuai nama latinnya,” ujar Pak Yuri. (ika)

About these ads

One thought on “MOS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s