Media Massa dan Anak

Takut Nggak Gaul

            “Denger-dengarnya nih, Mieke Amalia udah cerai lho.”

            “Ah, masa iya?!”

            “Ah, Jeng ini bagaimana. Itu lho, yang gara-gara katanya ada affair sama Tora Sudiro. Ck ck…”

            “Iya, kok bisa ya. Istrinya Tora juga sampai marah tuh katanya.”

            Nah, model percakapan seperti itu mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para wanita. Rasanya kalau sampai ketinggalan berita, nggak seru dan pasti dicap ketinggalan zaman.

            Meski terkadang berita tersebut sudah ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi maupun dalam sebuah media cetak, namun selalu saja rasanya masih kurang dan membuat wanita ingin berburu berita lain yang meskipun sama, ada di media cetak atau stasiun televisi lainnya.

            “Kalau saya nggak, semua stasiun televisi saya ikuti. Karena kadang ada acara yang menurut saya kurang berkualitas. Jadi lihat-lihat acaranya juga,” ujar Silvia Hilda (34), pemilik Silhouette Models.

            Media pun sepertinya juga tidak pernah kehabisan bahan berita. Ada saja masalah yang bisa diangkat untuk ditampilkan kepada masyarakat. Mulai dari potong rambut, ganti penampilan, sampai kasus perceraian yang selalu seru untuk diikuti.

            Bagi Silvia dan Nydia Aulita (22), adiknya, hanya acara-acara besar saja yang diikutinya. “Tapi kalau itu cuma ini pacaran sama ini, terus yang ini sudah putus, nggak sayaikuti. Cuma yang berita besar saja,” aku Nydia.

            Berbeda dengan Wilcorina (18) yang berpofesi sebagai model. Berita-berita kecil seperti berita tentang artis potong rambut lah yang justru diikutinya. “Soalnya kalau berita besar kayak Olga Lydia misalnya, itu sudah biasa,” imbuh gadis yang baru lulus SMA ini.

            Dan memang, ketika masalah kecil tersebut diangkat ke layar kaca atau media cetak, masyarakat pun malah menganggapnya sebagai bahan hiburan. Belum lagi jika ada masalah besar seperti perseteruan antara dua artis yang sedang bertikai dan memiliki versi keterangan yang berbeda-beda. Misalnya dalam kasus perceraian Tamara dan Rafli diungkap ke permukaan hingga sengketa hak wali anak.

            Seperti menyaksikan telenovela atau film dengan konflik yang selalu berganti macamnya, itulah bentuk hiburan yang justru kini amat disukai oleh kebanyakan kaum wanita. Saking banyak penggemarnya, berita ini pun tidak tanggung-tanggung disajikan oleh berbagai model media. Bahkan untuk media televisi, bisa ada beberapa kali berita yang sama dan diulang-ulang dalam satu harinya, mulai dari pagi sampai malam hari.

            Malahan ketika itu menyangkut berita aib, orang pun menyukai berita tersebut untuk diangkat sebagai bahan obrolan. Jika sampai ada yang tidak mengetahui perkembangan terbaru dari berita tersebut, cap tidak gaul bisa langsung tertera.

            Nah, coba Anda melihat ke diri sendiri, benarkah Anda memiliki ciri-ciri sebagai penyuka acara gosip tersebut? Kalaupun iya, sebetulnya Anda pun tidak sepenuhnya salah dan sampai merasa bersalah kok. Karena, sebetulnya ada manfaat yang bisa kita petik dari tayangan gosip selebriti tersebut. (ika)

 

Sebagai Pelajaran Hidup

            Apa yang Anda rasakan ketika melihat tayangan infotaiment atau berita gosip yang ada di media cetak? Kalau itu tentang cerita selebritis yang bercerai, mungkin Anda merasa bersyukur jika keluarga Anda dalam keadaan tenang, kalau itu tentang cerita artis yang sakit dan tak kunjung sembuh, mungkin Anda bersyukur jika Anda sehat dan tak mengalam kejadian seperti itu.

            Artinya, apapun yang diberitakan oleh kebanyakan media kadang bisa membuat Anda berpikir tentang hidup Anda sendiri. Kadang Anda bersyukur melihat kejadian itu tidak menimpa Anda.

Atau, justru kadang Anda ikutan bahagia ketika tahu berita menggembirakan yang terjadi di kalangan selebritis. Misalnya, berita pernikahan Danny dan Lulu Tobing yang akhirnya menikah meski banyak perbedaan yang ada di antara keduanya.

“Kadang dari berita-berita seperti itu, saya jadi dpat informasi pembelajaran diri. Bagus dan jeleknya tergantung mana yang kita mabil. Kalau jelek, yang kita ambil biar jangan sampai kita seperti itu,” ujar Silvia.

Demikian halnya menurut Helda Indah Nontina (25), Staf Administrasi Biro Umum Otorita Batam. Tayangan infotaiment atau berita selebritis di media menurutnya tergantung dari setiap orang dalam menyikapinya. “Segi positif negatifnya itu tergantung kita. Kita bisa belajar yang positif sperti pengalaman hidup, atau bagaimana cara memperjuangkan hidup,” ujarnya.

Sementara itu bagi Nydia, berita tentang selebritis bisa membuatnya termotivasi. Apalagi jika itu menyangkut berita tentang prestasi seorang artis yang diberitakan oleh media.

Apapun yang diberitakan oleh media, sebetulnya ada yang bisa Anda petik. Misalnya, berita tentang artis yang bercerai. Petik hikmah di balik kejadian tersebut hingga kejadian serupa tidak lantas ikut-ikutan menimpa Anda.

Jangan malah sebaliknya. Ketika ada berita perselingkuhan, Anda lantas mencurigai suami habis-habisan karena takut sang suami juga akan meninggalkan Anda. Runyamnya, justru masalah yang malah akan menimpa Anda. (ika)

 

Waspadai Anak Belajar Menggosip

            Tayangan berita selebritis sebetulnya memang dikonsumsi untuk orang dewasa. Namun waspadai juga jika berita tersebut juga dinikmati oleh anak-anak Anda yang mesih berusia belia.

            Ini dikarenakan jumlah berita tentang selebritis yang akhir-akhir ini marak di berbagai media hingga orang pun kadang kurang punya pilihan untuk menyaksikan atau membaca hiburan lain. Pun demikian sikap kita yang terkadang terus memburu berita-berita selebritis di televisi yang kerap muncul. Bahkan meski berita tersebut sudah kita saksikan sebelumnya.

            Jika anak terlalu sering menyaksikan berita di media tentang gosip selebrtisi, pola pikirnya pun makin lama bisa terpola. Akhirnya sejak kecil, mereka terbiasa untuk bersikap menggunjingkan teman sebayanya yang direka-rekanya, memiliki jalan cerita seperti tayangan infotaiment atau berita selebritis di media cetak.

            Jadi jika Anda tak ingin kejadian tersebut menimpa buah hati Anda, maka Anda pun harus merubah terlebih dahulu kebiasaan dalam menikmati berita selebritis. Jika memang dirasa Anda sudah mengetahui berita tersebut, ada baiknya untuk tidak menyaksikan berita lainnya melalui media yang sama, misalnya tayangan infotaiment di televisi.

            Dari kebiasaan tersebut, si kecil pun akhirnya bisa turut terbiasa untuk menyaksikan dan mengikuti berita selebritis sebagai bagian dari berita informasi. Dan, bukan sebagai hiburan yang akhirnya mempengaruhi pola pikiran mereka.

Sementara jika anak sedang masa perkembangan alias ABG, Silvia yang kini putri sulungnya sedang beranjak remaja, memiliki kiat tersendiri untuk menghadapinya. “Misalnya ada berita artis yang hamil di luar nikah, ya kita jadikan bahan diskusi untuk anak agar ia tidak melakukan hal tersebut.” (ika)

 

Gunakan Sebagai Bahan Diskusi

            Karena begitu gencarnya berita gosip selebritis, pihak NU dan MUI pun bahkan sempat memfatwakan bahwasanya tayangan tersebut haram hukumnya. Terlepas hukumnya apa, Anda setidaknya bisa mengambil yang terbaik untuk diri Anda sendiri.

            Karena saat ini sedang bulan Ramadan, tayangan gosip selebritis ini mungkin bisa tetap menjadi hiburan Anda. Namun sekali lagi, perhatikan proporsinya. Jangan sampai demi sebuah berita saja, Anda sampai berburu berita tersebut ke berbagai media.

            Jadikan berita selebritis tersebut sebagai bahan informasi saja. Cukup Anda ketahui dan juga bisa Anda petik hikmah kejadiannya. Namun jika Anda ingin membahas berita tersebut dengan orang lain, jadikanlah itu sebagai bahan diskusi.

            Sulit membedakan antara gosip dan diskusi? Begini caranya, jika Anda dan kawan Anda misalnya menyaksikan berita selebritis, Anda sah-sah saja jika ingin menjadikannya sebagai bahan obrolan. Tapi bukan berarti Anda dan kawan Anda kemudian malah menambah-nambahi berita tersebut. Apalagi dengan ikut-ikutan menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi.

            “Kalau saya kebetulan karena juga bergerak di dunia entertaiment,saya juga memposisikan diri saya seandainya menjadi mereka. Kita juga nggak mau ketika berita yang tidak benar beredar,” ucapnya.

            Karena kedekatannya dengan dunia entertaiment, Silvia pun jadi bisa mengkros cek melalui kawannya yang dekat dengan dunia selebritis di Jakarta. Misalnya jika kabar tentang Sukma Ayu yang dahulu sempat diisukan terkena mal praktek oleh pihak medis, atau Dhani Dewa yang dikabarkan menikahi Mulan Kwok.

            Semenatra itu jika Anda ingin mendapatkan manfaat dari berita tersebut, coba jadikan itu sebagai bahan diskusi dengan teman Anda. Misalnya bagaimana agar kejadian serupa tidak terjadi pada diri kita, atau bagaimana jika seandainya kita sendiri yang menghadapi masalah tersebut.

            Nah, jadinya ketika berita selebritis tersebut Anda dapatkan, Anda tidak lantas terjebak pada sikap yang justru merugikan Anda sendiri. Ingat, sekarang bulan ramadan lho… (ika)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s