Father and Son

Antara Pria Dua Generasi

            Pernah menyimak baik-baik lagu Father and Son nggak? Lagu yang sempat populer dengan berbagai bentuk versi ini bagus banget lho isinya. Ceritanya tentang percakapan seorang anak laki-laki dan bokapnya. Nah, sang bokap ini membagi pengalamannya pada anak laki-lakinya yang dianggapnya belum mengerti asam garam kehidupan.

            Atau dalam syair lagu Welcome To The Black Parade punyanya My Chemical Romance. Hmm, meski isinya lumayan seram, tapi maknanya sebetulnya sama juga. Tokoh bokap dalam lagu ini pengen nunjukin, ini lho yang harus kamu lakukan ntar kalau kamu dewsa dan ketika aku nggak ada.

            Yup, itulah percakapan antara pria dari dua generasi yang berbeda. Karena beda generasi, bokap pun kadang akan nunjukin ke kita tentang pelajaran yang bisa diambil dalam hidup sampai bagaimana menghadapinya ketika dibenturin sama masalah.

            Khas cara pria tentunya. Karena bokap kita sadar, suatu saat nanti, kita pun akan memegang berbagai tanggung jawab seperti apa yang sekarang dipegangnya. Makanya, bokap pun jadi suka memberikan berbagai ‘pelajaran’ tentang apa itu hidup.

            Sayangnya karena udah beda zaman, makanya beda juga dong pengalaman dan masalah yang harus dihadapi. Dan kadang, bokap kurang nyadarin hal itu. Bisa ditebak, kadang yang namanya beda pendapat sampai perselisihan antar pria dua generasi ini pun terjadi.

            Tapi, beda ini bukan berarti bikin hubungan kita dengan bokap jadi renggang dong. Kuncinya cuman satu, komunikasi baik-baik. Kalau kita bisa menjelaskan duduk perkaranya dengan benar, bisa membuktikan kepercayaan dan bertanggungjawab pada diri kita, dijamin, bokap pun kayaknya nggak akan ngelarang-ngelarang atau ngekang kok. (ika)

 

No Body’s Perfect

            Ada pepatah “The greatest gift i’ve ever had came from god, and i call him dad.” Artinya, bakat terbaik yang pernah saya miliki adalah dari Tuhan, dan saya menyebutnya ayah. See, betapa seorang bokap itu begitu berarti buat hidup kita kan.

            Sampai, nggak sedikit juga kan anak akhirnya menjadikan bokapnya sebagai idolanya. Dengan kelebihan yang dimiliki dan kita rasakan, ia telah mampu membuat sosok diri kita ini berprestasi atau punya kepribadian oke. Selain juga karena cerminan yang kita lihat pada dirinya.

Tapi, juga nggak sedikit mereka yang ngerasa hidupnya bagai neraka karena keberadaan sang bokap. Nggak pernah akur de. Ih, semoga Youngsters jangan sampai ada yang mengalaminya ya?!

            Yah, sebagai manusia biasa, bokap tentunya juga bisa sosok orang yang nggak sempurna kan. Ngakunya aja deh, mungkin ada juga Youngsters yang punya bokap otoriter dan hanya ingin dituruti tapi nggak mau ngedengerin suara hati kita.

            Atau, punya bokap yang nggak mau tahu apa urusan kita. Pokoknya urusan dia adalah mencari uang, ngebiayain hidup kita, dan memenuhi kebutuhan yang kita perlu. Kita mau dapat prestasi kek, mau bikin masalah kek, yang penting urusan dia ya kerja.

            Yah sekali lagi, dan syukur-syukur Youngsters tahu apa pentingnya kedekatan dengan bokap, usahakan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan bokap. Tentu, karena dia bokap kita, dan karena dia orang yang bisa jadi tempat kita belajar mengerti hidup. (ika)

 

Solusi dari Sudut Pandang Kedewasaan

            Apa sih yang khas dari anak muda? Hmm, bete banget kan kadang kalau dijulukin bahwa kita itu orang yang nggak dewasa?! Tapi… ya emang kadang gitu kok. Hayoo ngaku…!!!

            Coba deh ingat-ingat, ketika kita dapat masalah. Sering maunya emosi atau perasaan yang diduluin. Nah, kalau udah gini, coba deh curhat ke bokap. Dan dijamin, Youngsters bisa dapat sesuatu dari sudut pandang yang beda.

            Yah namanya aja orang yang lebih tua dari kita, tentunya pengalamannya juga lebih banyak dari kita kan. Makanya, bokap kadang bisa nunjukin dan ngasih pertimbangan kepada kita. Kadang pertimbangan itu di luar sepengetahuan kita.

            Meskipun kadang, pengalaman yang ia dapatkan dulu beda versinya sama yang kita alami sekarang, tapi proses untuk menghadapinya, mental yang diperlukan, sampai cara berpikir bisa jadi sebetulnya nggak beda-beda jauh.

So, nggak usah ragu untuk ngadu ke bokap deh kalau ada masalah. Masalah yang kita alami nantinya pun akan terasa lebih terang benderang dan nggak sebutek seperti yang kita alami pas di awal lho! (ika)

 

Kita Bisa Deket, Kok

            Jangan keburu bilang kalau kamu nggak bisa dekat dengan bokap. Karena sebetulnya, masih ada kata belum terlambat agar hubungan kamu dan bokap tetap harmonis, akur, bahkan kayak temenan. Caranya, ini dia tipsnya…

-Hindari yang namanya keburu negatif thingking. Kalau dia nanya ini itu, bukan berarti maunya interogasi dan mau turut campur. Karena, sebetulnya itu wujud dari perhatiannya lho.

-Nggak ada salahnya ngomong. Bokap atau bahkan kita nggak akan akan tahu kan apa yang akan terjadi setelah kita ngomong atau berkomunikasi terus terang. Bahkan, sebetulnya dia akan makin senang lho kalau kita bisa terbuka dengan mereka. Mereka pun akhirnya jadi ngerasa lebih dihargai dan dipercaya.

-Dia tetap orangtua kita. Sedekat-dekatnya Youngsters dengan bokap, bukan berarti kemudian kita bisa seenaknya dong. Tetap aja, kita kudu ngehormati mereka sebagai orangtua kita dong.

-Perhatikan sikon juga ya. Jangan sampai pas dia sedang kecapekan, eh, kitanya ngelunjak nggak nyadar sikon. Ya… jangan salahin siapa-siapa kalau bokap sampai marah atau emosi.

-Saling percaya dan terbuka, itu juga kunci dari hubungan kalian berdua. Kalau nggak saling percaya, terus main rahasia-rahasiaan, ya kapan bisa akurnya…

-Bikin janjian untuk aktivitas bersama. Walaupun jarang, walaupun sebentar, tapi nilainya penting banget lho. Kita dan bokap jadi bisa sama-sama ngerti dan paham tentang karakter dan kemauan kita dalam berkomunkasi dengan bokap. Begitu juga bokap ke kita. (ika)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s