Arsip untuk Mei, 2007

27
Mei
07

Ngegencet Adik Kelas

Tolong… Gue Digencet!

            Buat Youngsters, istilah gencet menggencet mungkin kita ketahui saat MOS. Biasanya nih, dilakukan sama kakak-kakak kelas yang nge-MOS kita. Tujuannya sebetulnya baik, untuk melatih mental kita biar nggak gampang cengeng.

            Tapi gencet-ngegencet ini ada batasannya lho. Apalagi kalau sampai di siang bolong yang udah lewat masa MOS-nya, eh, acara kayak beginian masih ada. Wah, harus diwaspadai tuh.

            Seperti kata Pak Syamsul Bahri, bagian kesiswaan SMK Ibnu Sina. Ada batasan yang harus dilakukan oleh kakak kelas saat melakukan MOS ke adik kelas yang notebene anak baru.

            “Tentunya itu tidak boleh menyangkut hak atau perasaan seseorang yang sampai menyingung perasaan,” ujar Pak Syamsul sambil mengumpamakan ada seorang anak yang mengeluarkan perkataan kotor atau mengatai dengan menyamakannya seperti nama seekor binatang.

            Selain dalam bentuk perkataan, ngegencet itu juga bisa dari segi fisik. Dalam MOS, dilarang banget tuh yang namanya sikap menampar, memukul, atau bahkan mendorong kepala seseorang dengan sengaja. “Sanksinya yang sebatas normal saja,” imbuh Pak Saymsul.

            Itu kalau pas MOS. Nah kalau hari-hari biasa nggak ada MOS dan perilaku seperti itu juga kok masih jalan, wah ini dia yang namanya udah ngegencet. Sasarannya bisa ke adik kelas, bisa juga ke kakak kelas.

            Di SMA Katolik Yos Sudarso yang punya julukan Smakys sendiri, cerita gencet menggencet ini sempat ada dan untungnya, sekarang udah aman-aman aja. “Ceritanya dulu sih waktu aku pas masih SMP kelas tiga. Aku dengar dari kakak kelasku. Katanya dulu masih ada senioritas kayak gitu,” ujar Glory Rosari Oyong yang pada periode tahun lalu menjabat sebagai ketua OSIS.

            Begini nih waktu itu ceritanya, “Misalnya ada adik kelas yang lewat terus dimintai apa gitu. Tapi dia nggak ngasih. Ya udah, lewat. Tapi ntar pas pulangnya tuh anak dihajar habis-habisan di kamar mandi,” tutur Glory yang ngerasa lega banget karena sekarang masalah kayak begituan udah nggak ada lagi. (ika)

 

Salah Kita Apa Sih…?

            Bingung juga kalau tahu-tahu ada teman atau kakak kelas yang ngedeketin dan terus main kasar ke kita. Masih agak mending kalau dimaki-maki. Tapi kalau sampai udah main fisik bahkan pelecehan seksual, hiy… Lho, salah kita apa sih?

            “Biasanya kalau ada yang sengak, sok belagu lah,” kata Adi Yudha Pratama, siswa kelas XII Smakys. Dia juga ngaku, kalau kadang anak yang culun suka juga jadi bahan sasaran. Tapi cuma sebatas di ucapan saja dan sebagai wujud keisengan.

            Sedangkan kalau di sekolah, Adi ngaku paling-paling ngusir anak-anak yang nempatin tempat nongkrong yang biasa dipakainya sama teman-temannya. “Tapi asal kita fair-fair aja, di sini ini nggak ada masalah kok,” tambahnya.

            Kalau di SMK Ibnu Sina yang kebanyakan punya murid cewek, kadar gencet-ngegencet ini paling-paling hanya masalah main di mulut saja. Nggak sampai pada permainan fisik.

            “Biasanya masalah eksyen atau gaya dari penampilan anak-anak saja. kadang ada juga yang ketahuan dari kotak saran, misalnya ada yang nggak suka sama gaya adik kelasnya, Pak tolong dong sama anak kelas itu. Kita nggak enak karena kakak kelas,” ujar Pak Symasul menirukan keluhan dari murid-muridnya yang kadang ia ketahui.

            Gencet ngegencet baik di kalangan cewek maupun cowok kebanyakan emang karena ada yang ngerasa nantang duluan. Misalnya kalau kayak kata Adi tadi cowok yang gayanya belagu, di cewek biasanya karena ada yang sok kecentilan atau kecantikan.

            “Kadang ada juga yang karena caper atau karena digosipin, itu yang kadang sering,” imbuh Glory.

            Nah, biar Youngsters nggak ngalamin kejadian kayak begitu, mending ikutin nih beberapa tips dari teman-teman kita. Misalnya dengan jangan nyari masalah duluan, hormat dan sopan sama kakak kelas.

            Tapi kalau sampai nggak ada hujan nggak ada angin terus kita digencet sama kakak kelas atau bahkan teman kita sendiri, tanyakan, apa salah kita. Kalau memang kitanya yang salah, ya kita harus minta maaf dan janji buat memperbaiki kesalahan kita.

            Tapi kalau kitanya yang nggak salah, terus acara gencet ngegencet ini kok mash terus kita alami, mending aduin saja ke guru BP. Seperti cara yang dipakai sama Kelvin Sumito K, siswa kelas X Smakys.

Dia akhirnya mutusin untuk ngadu ke wali kelas dari cewek yang ngegencet Kelvin. Akhirnya, sejak itu Kelvin pun nggak digencetin lagi dan malahan, cewek yang ngegencet dirinya justru jadi temen. (ika)

 

Pengarahan Sebelum Masuk Kelas

            Beruntungnya teman-teman kita yang sekolah di SMK Ibnu Sina. Karena, kasus gencet menggencet ini terhitung langka. “Rata-rata kasusnya malah muncul dari satu gank dan bukan antar gank. Paling-paling karena masalah ceweknya yang direbut temannya sendiri atau saingan ngedapetin cewek,” ujar Pak Syamsul Bahsri, bagian kesiswaan yang biasanya menangani masalah pada siswa.

            Sedangkan kalau di kalangan cewek, biasanya sih perang antar mulut sampai memaki-maki gitu. Nah kalau yang ini, biasanya timbul karena gap cara berpakaian atau karena tingkah polah yang dirasa menyebalkan. Kalau ada masalah kayak begini ini, Pak Syamsul akan memanggil mereka yang kedua-duanya dan kemudian diberi penjelasan secara persuasif.

            “Malahan kalau sudah saling mengerti dan berbaikan, mereka jadi saling akrab kok,” imbuh Pak Syamsul.

            Untuk menghindari adanya kesenjangan antar siswa yang sampai memunculkan gencet menggencet, makanya dalam upacara setiap Senin misalnya, dikasih pengarahan tentang etika, cara berpakaian, atau cara beradaptasi.

Selain itu, para guru di sekolah ini juga ditekankan untuk memberikan pengarahan sebelum dan setelah pelajaran sekolah. Setidaknya tiga sampai lima menit. Jadi nggak langsung pelajaran tapi ada pengarahan tentang etika menjadi siswa yang baik. Maksudnya sebagai antisipasi sebelum kasus gencet menggencet ini jadi banyak di kalangan siswa. (ika)

 

Dasarnya dari Bully

            Bully, ini bukan salah ketik nama lho. Kata Bully ini ditujukan sebagai istilah untuk orang yang melakukan penindasan terhadap orang lain. Nah, yang namanya gencet menggencet teman atau adik kelas ini dasarnya ya dari bully.

“Bully merupakan suatu prilaku ancaman, baik fisik maupun verbal terhadap seorang anak oleh anak lain dengan tujuan memperoleh kepuasan. Pelaku bully biasanya sangat puas melihat orang lain menjadi gelisah. Bahkan jika korban memandang bermusuhan dari si korban. Anak yang menjadi korban disebut dengan istilah bully boy, bila laki-laki, dan bully girl bila perempuan. Pada anak, Bully biasanya baru muncul pada usia sekolah,” terang Bu Melly Puspitasari, psikolog Awal Bros.

Bully biasanya berlangsung sampai bertahun-tahun lho. Akibatnya pun jadi bisa mempengaruhi korban. Gejala yang timbul antara lain depresi, rendah diri, reaksi paranoid seperti curiga tanpa alasan, cemas, obsesi misalnya muncul pikiran-pikiran yang tidak masuk akal secara terus menerus, sampai agresi hingga bunuh diri.

Pelaku bully ini adalah berasal dari anak-anak yang tidak punya rasa takut atau perasaan takutnya rendah sekali. Sedangkan korbannya adalah anak-anak yang tidak dapat melawan ketika diancam atau diperas.

Seringkali kita hanya mengamati adanya motif agresi di balik bully. Sebetulnya bully tidak hanya didasari oleh rasa permusuhan, tetapi juga kecemasan dan perasaan inferior. Lewat tingkah laku jagoan, ia inginnya sih berusaha mengatrol harga dirinya.

“Melalui Bully, anak juga bisa mengalihkan rasa dendamnya terhadap orang lain yaitu kepada korban. Dan dari hasil studi didapatkan bahwa perilaku Bully umumnya anak yang dahulu pernah diperlakukan sama seperti yang ia lakukan sekarang terhadap korbannya,” tambah Bu Melly. Yah, jadi istilahnya proses belajar dan balas dendam gitu. (ika)

 

Tips kalau Youngsters digencet:

-Tanyakan baik-baik, apa kesalahan yang telah membuatnya kesal pada kita

-Kalau memang kita yang salah, coba minta maaf dan berjanji akan memperbaiki kesalahan kita

-Bila ternyata kita tidak bersalah dan ia terus menerus menggencet kita, laporkan saja kepada guru

-Jangan menyimpan dendam kepada orang yang telah menggencet kita

-Termasuk, jangan juga membalaskan dendam perbuatan menggencet tersebut kepada orang lain, misalnya adik kelas kita

27
Mei
07

Bad Habbits

Kok Bisa Unik Gitu Ya…

            Pertamanya sih waktu kenal biasa-biasa saja. Tapi yang namanya orang, biasanya kelihatan aslinya kalau udah kenal banget. Setelah itu baru deh kita bisa tahu kebiasaan teman atau pacar kita yang ternyata…

            Bad habbits alias kebiasaan buruk kadang memang bisa dialami oleh saja. Termasuk teman atau pacar kamu sendiri. Lho, kok kayak iklan layanan masyarakat ya?! Tapi memang benar lho. Bahkan, kamu sendiri juga bisa kok nggak luput dari yang namanya bad habbits kok. Hayo ngaku???

            Cuman, bad habbits ini mesti dilihat-lihat dulu. Kalau tingkatnya biasa sih masih bisa ditolerir. Tapi kalau udah parah dan menyangkut bisa memalukan dirinya sendiri bahkan orang di sekelilingnya, alias ngerugiin, ya itu yang kudu diwaspadai.

            Bingung gimana kadar bad habbits itu tergantung parah atau nggak? Begini ciri-cirinya, misalnya bad habbits itu selalu dilakukan oleh teman atau pacar kamu di sembarang tempat dan dianya kok nggak malu melakukannya.

Bad habbits tergolong bisa parah juga apabila bisa merugikan orang lain di sekitarnya termasuk kamu sendiri sebagai orang terdekatnya. Misalnya nih, Youngsters sampai ikut-ikutan malu, atau merasa dirugikan seperti sering kehilangan barang karena teman atau pacar kita kleptomania.

By the way, bad habbits ini memang bisa terjadi karena berbagai hal. Ada yang memang sudah punya kebiasaan dari lama dan jarang ada orang yang mengingatkan kebiasaan buruknya itu. Nah, jadinya akut banget kan apalagi kalau kebiasaan itu sudah tumbuh dari kecil.

Bad habbits juga bisa muncul karena orang itu sendiri yang emang nggak mau berubah. Wah, kalau yang ini lebih parah lagi. Orang diingetin sama orang lain aja kadang susah sembuh, eh, ini malahan dirinya sendiri yang memang nggak mau sembuh.

 

Bad Habbits yang Bisa Dimiliki Teman Kita

            Ini dia beberapa kebiasaan buruk yang kadang terjadi pada teman dan bahkan diri kita sendiri lho!

Kebiasaan jorok

            Kebiasaan ini nggak hanya terlihat dari tipe orangnya yangg susah untuk menjaga kebersihan lho. Yang termasuk kebiasaan jorok juga bisa berarti sering melakukan hal-hal yang dinilai kurang sopan atau kurang etis dilakukan di tempat umum. Misalnya nih kayak bersendawa, suka ngupil, atau kentut sembarangan. Hiyaks!

Emosional

            Kalau yang satu ini merupakan kebiasaan seseorang yang memiliki sifat nggak ngenakin ke orang lain. Kayak gampang emosi, judes, atau sampai marah-marah nggak jelas, dikit-dikit gampang nangis alias cengeng, atau tukang ngambek.

            Parahnya lagi nih, kalau kebiasaan emosional ini diterusin dengan sikap yang merugikan orang lain di sekitarnya. Misalnya, ada teman yang kesal dengan sikap kita, terus dia ngambek dan ngediemin kita. Parahnya, sampai menghasut teman lainnya untuk menjauh berteman dari kita.

Cuek dan egois

            Ini bertentangan sama yang tadi. Orang yang punya kebiasaan cuek atau egois ini nggak memperhatikan bagaimana situasi, kondisi, atau perasaan dari temannya. Maunya menang sendiri. Biasanya nih, bisa kelihatan kalau pas dia ngomong, dia nggak suka dipotong atau justru suka memotong ucapan teman. Dia pun suka berpikir pokoknya dia yang untung dan nggak ambil pusing orang lain mau kayak gimana.

Kleptomania

            Klepto itu orang yang suka mengambil barang milik orang lain yang dirasanya menarik. Nggak mesti barang yang berharga lho. Bahkan penghapus murahan asal menurutnya menarik pun bisa diembatnya.

Wah, kalau yang satu ini susah nih diatasinya. Karena meskipun kamu sebagai orang di sekelilingnya udah memperingatkannya berkali-kali, dia nggak bakal nyadar begitu aja lho. Karena dia merasa dia nggak salah sedikit pun. Satu-satunya cara, mungkin dia harus dibawa ke psikolog untuk diobati.

Pelupa dan teledor

            Ups, punya teman yang kebiasaan pelupa dan teledor ini emang kadang nyusahin. Kadang kalau pinjam barang, lupa terus ngembaliinnya. Atau kalau nggak gitu, gampang banget bikin rusak barang yang dipinjamnya.

            Tapi kalau kita punya teman seperti ini nggak susah kok disembuhinnya. Karena, sikap pelupa dan teledor ini munculnya hanya karena faktor kebiasaan. Kalau kita sebagai orang di sekitarnya mau sering-sering ngingetin, kemungkinan dia bisa kok sembuh.

Kebiasaan yang ada kaitannya sama tubuh

            Kebiasaan ini emang nggak sampai merugikan orang lain sih. Cuman nggak enak banget kan kalau ngelihat teman kita suka dikit-dikit menggigit bibir atau jari kelingkingnya, menggoyang-goyangkan kaki kalau sedang ngomong, atau mengedik-ngedikkan bahu. Kalau kita ingin teman kita merubah kebiasaannya ini, kita emang kudu sering-sering ngingetin dia. Lama-lama juga bisa berubah kok.

Suka ngegosip dan iri

            Kalau yang satu ini nggak hanya kadang bisa merugikan orang lain lho. Bahkan orang di sekitarnya yang kebetulan dekat pun kalau nggak kuat iman bisa ketularan. Jadi sebelum kitanya ketularan, ketika kita ngelihat ada teman yang baru kita kenal punya gejala seperti ini, nggak usah diladenin. Alihin saja pada pembicaraan yang lain. Lama-lama dia juga ngerasa kok kalau kita orangnya nggak enak kalau diajak ngegosip atau main iri sama orang lain.

            Lebih bagusnya lagi nih kalau Youngsters mau sedikit-sedikit ngingetin teman kita yang punya kebiasaan buruk ini. Kasihan juga lho kalau dia terus-terusan menjaga kebiasaan buruk ini.

 

Jangan Langsung Menyalahkan

            That what friends are for, ungkapan itu ditujukan untuk mereka yang emang selalu menyediakan diri menjadi teman sejati. Termasuk, ketika teman sedang dilanda bad habbits. Bukannya ditinggalin begitu aja, tapi kita kudu ngebantu dong kalau teman kita punya bad habbits.

            Caranya, jangan langsung salahkan teman kita kalau dia punya kebiasaan buruk. Apalagi sampai mengolok-oloknya di depan teman-teman kita yang lain dan menggosipinya di belakang. Kasihan kan.

Jadi, bantu dia dengan mengatakan, dia bisa kok merubah kebiasaannya itu. Asalkan syaratnya, teman kamu ini emang juga mau sadar dan mau berubah. Katakan bahwa kamu dan teman-temanmu yang lain mau kok membantunya untuk berubah. Kamu pun kudu meminta teman-teman yang lain untuk membantu temanmu yang lagi punya bad habbit ini. Saling menjaga perasaan deh.

Setiap kali dia ‘kumat’ kebiasaan buruknya, alihkan perhatiannya pada hal yang lain. Jadi lama kelamaan dia pun terbiasa untuk melupakan bad habbitsnya itu. Kalau sampai ia berhasil untuk tidak melakukan. Kasih dong perhatian.

Misalnya nih kayak begini, “Eh, tahu nggak, kamu bisa lho tadi seharian nggak ngupil di tempat umum. Tuh, buktinya bisa hilang juga kan kebiasaannya.” Nah dengan cara ini, dia jadi ngerasa lebih termotivasi dan dia bisa bilang ke dirinya sendiri, “Eh, ternyata gue bisa lho!” (ika)

27
Mei
07

Bangganya Punya Prestasi Olahraga

Badan Sehat, Prestasi pun Dapat

            Tu wa ga pat, gerak badan.. jadi sehat! Eh, kayaknya semboyan rajin olahraga bikin sehat badan itu emang udah sering kita dengerin dari kecil ya?! Dan kenyataannya emang beneran, kalau kita rajin olahraga, yang namanya penyakit pun enggan buat ngedatengin tubuh kita.

            Eh, tapi jangan dipikir kalau olahraga itu cuman buat sehat badan aja lho. Dari olahraga, kita juga bisa dapat mengejar prestasi dan mencari kebanggaan. Jadi jangan dikiran yang namanya kebanggaan itu cuman bisa didapetin dari prestasi akademik, modelling, seni musik atau yang lainnya. Dari olahraga juga kita bisa dapet itu, kok!

            Emang, kebanyakan sih kita jarang kepikiran untuk sampai mencari prestasi di bidang olahraga. Soalnya, kebanyakan kesannya kalau di bidang olahraga itu kurang menggunakan otak dan hanya menggunakan fisik.

            Padahal, itu nggak bener banget! Misalnya kayak bridge atau catur, itu kan juga memerlukan kerja keras otak. Lagian juga dengan tekun dan berprestasi di bidang olahraga, kita juga bisa dapat yang namanya kebiasaan untuk memiliki jiwa sportifitas, setia kawan, serta pantang menyerah.

            Belum lagi rasanya jika berhasil mengalahkan lawan seusai melewati kerja keras dalam sebuah pertandingan, wah, rasa puasnya bisa sulit untuk dilupakan deh. Makanya kalau ingin bisa berprestasi di bidang olahraga, buruan deh untuk rajin berlatih atau ikutan klub. (ika)

 

Banyak Kenalan Dari Mana Saja

            Selain prestasi, ternyata olahraga itu bisa bikin kita jadi banyak kenalan lho. Ini diakui sama Tri dan Putri. “Kita jadi lebih kenal atlit luar dan jadi tahu lebih dalam tentang apa itu olahraga,” aku Tri yang sudah dari SD menekuni olahraga lari.

            Beda lagi kayak Putri. Karena banyak kenalan inilah pikirannya jadi terbuka untuk terus mengejar prestasi hingga ke PON. “Kita sering cerita-cerita sama atlet lain. Mereka juga ngajakin, eh, kenapa nggak kita sampai PON sekalian,” ujar cewek yang menguasai multiolahraga ini.

            Dari berkenalan dengan para atlit muda dari luar itu juga, Putri jadi punya kebanggaan lebih. Menurutnya, banyak orang luar yang tahu kalau di Batam jarang ada atlit cewek untuk basket. Karena terhitung langka, Putri pun jadi bangga karena dikenal sebagai satu diantara sedikit atlet cewek di bidang basket.

            Selain bisa mengenal banyak teman, dapat pengalaman mengunjungi tempat-tempat lain pun jadi bisa dirasakan oleh para teman-teman kita ini. Misalnya kayak Aldi yang gape karate.

Pemegang sabuk hitam karate itu sudah pernah keliling Indonesia untuk mengikuti berbagai ajang karate. “Saya sudah pernah ke Bandung, Padang, Jakarta, Tasikmalaya dan bahkan sampai ke Malaysia,” jelasnya.

            Malahan ungkapnya, dulu ia sudah mau dikirim ke Yunani. “Eh, karena Indonesia tak punya uang, akhirnya saya tak jadi berangkat deh,” kenangnya. (ika/rur)

 

Giat Lebih Penting dari Bakat

            Keberhasilan itu adalah 1 persen kejeniusan dan 99 persen kerja keras, nah, pernah ngedengerin kata-kata tersebut nggak? Yup, kata-kata tersebut emang berlaku juga dalam dunia olahraga. Buat Youngsters yang pengen punya prestasi dalam olahraga, tentunya juga kudu kerja keras dong.

            Itu juga yang diungkapin sama pelatih bulutangkis, Pak You. Menurutnya, untuk menjadi atlet itu perlu disiplin dan giat latihan. Kalau ada anak yang berbakat tapi kurang latihan, dia tentu bisa kalah sama mereka yang nggak punya bakat tapi rajin latihan.

            Soalnya, mereka yang rajin latihan meski awalnya nggak punya bakat, dia malah bisa mengejar kemampuan mereka yang punya bakat lho. Tapi kalau dasarnya punya bakat saja dan nggak pernah rajin diasah, akhirnya ya tentu saja kayak pisau yang tumpul.

            Simak saja cerita dan tips kayak dari Tri, Dendy, atau Leo. Kebanyakan dari mereka menyarankan untuk latihan rutin, serius, dan melakukan beberapa latihan pendukung lainnya. Kayak Leo nih, meski dia atlet bulutangkis, tapi yang namanya lari sampai angkat barbel juga dilakoninya. (ika)

 

Bukan Buat Jago-jagoan

* Aldi Kurniawan, Karateka Batam

            Cerita mengesankan yang tersisa dalam Porprov kemarin dirasakan sama teman kita, Aldi Kurniawan. Gimana nggak, dalam satu hari, cowok yang masih tercatat sebagai siswa SMAN 4 Batam ini dapat memperoleh dua emas sekaligus. Yang satu untuk kelas Kata Perorangan Putra dan yang satunya lagi Kelas Kumite 55 kilogram.

            “Saya senang sih meski awalnya sempat deg-degan. Tapi karena kontingen karate Batam sudah mencanangkan juara umum, jadi lega karena saya sudah menyumbang dua emas,” ujarnya.

            Ngomong-ngomong, gimana sih ceritanya bisa terjun ke dunia karate. Trenyata, Aldi ini sudah memulainya sejak usia 12 tahun. Latihannya pun sampai sering luka-luka gitu. “Wah, kalau cuma keseleo itu sudah jadi makanan sehari-hari, baik di pertandingan maupun latihan. Malah yang paling parah waktu saya tanding di Bandung, bibir saya sampai bonyok, karena pukulan lawan,” ujarnya.

            Meski sampai ngalamin bonyok, tapi apa yang dimulai dan dilakoni Aldi ini emang udah jadi pilihannya sendiri. Meskipun sang papa sendiri juga punya latar belakang ilmu beladiri.

            Buat Aldi, dan juga ini harus ditiru sama teman-teman, karate itu bukan buat gagah-gagahan lho. Ada juga segi positif yang diambil Aldi dari ilmu beladiri. “Kita juga diajari untuk selalu menahan emosi jika sedang bertanding, kalau sudah tercampur emosi, teknik kita jadi tak terkontrol,” itu ujarnya.

            Ia juga mengaku mencintai olahraga ini karena ia bisa mengenal banyak teman, baik dari dalam maupun luar negeri. “Selain banyak kenalan, saya juga bisa menimba pengalaman dari mereka,” pungkasnya.

            Nah, sekarang udah makin ngerti kan, kalau dari olahraga itu kita bisa dapat banyak hal. Sehat iya, prestasi bisa, teman pun banyak. So, ada yang ingin mengikuti jejaknya Aldi dan kawan-kawan? (rur/ika)

27
Mei
07

Father and Son

Antara Pria Dua Generasi

            Pernah menyimak baik-baik lagu Father and Son nggak? Lagu yang sempat populer dengan berbagai bentuk versi ini bagus banget lho isinya. Ceritanya tentang percakapan seorang anak laki-laki dan bokapnya. Nah, sang bokap ini membagi pengalamannya pada anak laki-lakinya yang dianggapnya belum mengerti asam garam kehidupan.

            Atau dalam syair lagu Welcome To The Black Parade punyanya My Chemical Romance. Hmm, meski isinya lumayan seram, tapi maknanya sebetulnya sama juga. Tokoh bokap dalam lagu ini pengen nunjukin, ini lho yang harus kamu lakukan ntar kalau kamu dewsa dan ketika aku nggak ada.

            Yup, itulah percakapan antara pria dari dua generasi yang berbeda. Karena beda generasi, bokap pun kadang akan nunjukin ke kita tentang pelajaran yang bisa diambil dalam hidup sampai bagaimana menghadapinya ketika dibenturin sama masalah.

            Khas cara pria tentunya. Karena bokap kita sadar, suatu saat nanti, kita pun akan memegang berbagai tanggung jawab seperti apa yang sekarang dipegangnya. Makanya, bokap pun jadi suka memberikan berbagai ‘pelajaran’ tentang apa itu hidup.

            Sayangnya karena udah beda zaman, makanya beda juga dong pengalaman dan masalah yang harus dihadapi. Dan kadang, bokap kurang nyadarin hal itu. Bisa ditebak, kadang yang namanya beda pendapat sampai perselisihan antar pria dua generasi ini pun terjadi.

            Tapi, beda ini bukan berarti bikin hubungan kita dengan bokap jadi renggang dong. Kuncinya cuman satu, komunikasi baik-baik. Kalau kita bisa menjelaskan duduk perkaranya dengan benar, bisa membuktikan kepercayaan dan bertanggungjawab pada diri kita, dijamin, bokap pun kayaknya nggak akan ngelarang-ngelarang atau ngekang kok. (ika)

 

No Body’s Perfect

            Ada pepatah “The greatest gift i’ve ever had came from god, and i call him dad.” Artinya, bakat terbaik yang pernah saya miliki adalah dari Tuhan, dan saya menyebutnya ayah. See, betapa seorang bokap itu begitu berarti buat hidup kita kan.

            Sampai, nggak sedikit juga kan anak akhirnya menjadikan bokapnya sebagai idolanya. Dengan kelebihan yang dimiliki dan kita rasakan, ia telah mampu membuat sosok diri kita ini berprestasi atau punya kepribadian oke. Selain juga karena cerminan yang kita lihat pada dirinya.

Tapi, juga nggak sedikit mereka yang ngerasa hidupnya bagai neraka karena keberadaan sang bokap. Nggak pernah akur de. Ih, semoga Youngsters jangan sampai ada yang mengalaminya ya?!

            Yah, sebagai manusia biasa, bokap tentunya juga bisa sosok orang yang nggak sempurna kan. Ngakunya aja deh, mungkin ada juga Youngsters yang punya bokap otoriter dan hanya ingin dituruti tapi nggak mau ngedengerin suara hati kita.

            Atau, punya bokap yang nggak mau tahu apa urusan kita. Pokoknya urusan dia adalah mencari uang, ngebiayain hidup kita, dan memenuhi kebutuhan yang kita perlu. Kita mau dapat prestasi kek, mau bikin masalah kek, yang penting urusan dia ya kerja.

            Yah sekali lagi, dan syukur-syukur Youngsters tahu apa pentingnya kedekatan dengan bokap, usahakan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan bokap. Tentu, karena dia bokap kita, dan karena dia orang yang bisa jadi tempat kita belajar mengerti hidup. (ika)

 

Solusi dari Sudut Pandang Kedewasaan

            Apa sih yang khas dari anak muda? Hmm, bete banget kan kadang kalau dijulukin bahwa kita itu orang yang nggak dewasa?! Tapi… ya emang kadang gitu kok. Hayoo ngaku…!!!

            Coba deh ingat-ingat, ketika kita dapat masalah. Sering maunya emosi atau perasaan yang diduluin. Nah, kalau udah gini, coba deh curhat ke bokap. Dan dijamin, Youngsters bisa dapat sesuatu dari sudut pandang yang beda.

            Yah namanya aja orang yang lebih tua dari kita, tentunya pengalamannya juga lebih banyak dari kita kan. Makanya, bokap kadang bisa nunjukin dan ngasih pertimbangan kepada kita. Kadang pertimbangan itu di luar sepengetahuan kita.

            Meskipun kadang, pengalaman yang ia dapatkan dulu beda versinya sama yang kita alami sekarang, tapi proses untuk menghadapinya, mental yang diperlukan, sampai cara berpikir bisa jadi sebetulnya nggak beda-beda jauh.

So, nggak usah ragu untuk ngadu ke bokap deh kalau ada masalah. Masalah yang kita alami nantinya pun akan terasa lebih terang benderang dan nggak sebutek seperti yang kita alami pas di awal lho! (ika)

 

Kita Bisa Deket, Kok

            Jangan keburu bilang kalau kamu nggak bisa dekat dengan bokap. Karena sebetulnya, masih ada kata belum terlambat agar hubungan kamu dan bokap tetap harmonis, akur, bahkan kayak temenan. Caranya, ini dia tipsnya…

-Hindari yang namanya keburu negatif thingking. Kalau dia nanya ini itu, bukan berarti maunya interogasi dan mau turut campur. Karena, sebetulnya itu wujud dari perhatiannya lho.

-Nggak ada salahnya ngomong. Bokap atau bahkan kita nggak akan akan tahu kan apa yang akan terjadi setelah kita ngomong atau berkomunikasi terus terang. Bahkan, sebetulnya dia akan makin senang lho kalau kita bisa terbuka dengan mereka. Mereka pun akhirnya jadi ngerasa lebih dihargai dan dipercaya.

-Dia tetap orangtua kita. Sedekat-dekatnya Youngsters dengan bokap, bukan berarti kemudian kita bisa seenaknya dong. Tetap aja, kita kudu ngehormati mereka sebagai orangtua kita dong.

-Perhatikan sikon juga ya. Jangan sampai pas dia sedang kecapekan, eh, kitanya ngelunjak nggak nyadar sikon. Ya… jangan salahin siapa-siapa kalau bokap sampai marah atau emosi.

-Saling percaya dan terbuka, itu juga kunci dari hubungan kalian berdua. Kalau nggak saling percaya, terus main rahasia-rahasiaan, ya kapan bisa akurnya…

-Bikin janjian untuk aktivitas bersama. Walaupun jarang, walaupun sebentar, tapi nilainya penting banget lho. Kita dan bokap jadi bisa sama-sama ngerti dan paham tentang karakter dan kemauan kita dalam berkomunkasi dengan bokap. Begitu juga bokap ke kita. (ika)

27
Mei
07

Milih Jujur atau Bohong

Karena Gengsi sampai Kebaikan

            Pertama-tamanya sekali dua kali berbohong. Kalau ditanya alasannya, jawabannya karena takut dimarahin lah, atau takut ngaku salah. Eh, lama-lama keterusan dan akhirnya jadi kebiasaan deh. Yup, yang namanya bohong emang kayak gitu itu. Pertama-tamanya enak, tapi jadinya keterusan.

            Hayo, coba deh ngaku, siapa di antara Youngsters yang ngerasa pernah berbohong? Mungkin hampir semua dari Youngsters kebanyakan ngaku iya kan. Versinya juga macam-macam. Ada yang karena kepepet akhirnya mau nggak mau harus bohong, ada juga yang emang karena nggak mau ngaku salah sama sekali.

            Maksudnya apaan tuh? Misalnya ngaku PR ketinggalan di rumah waktu ditagih sama guru. Padahal, aslinya emang nggak ngerjain, tuh. Nah kalau kayak gitu, berarti emang nggak mau salah kan?!

            Bohong, siapa sih yang nggak kenal sama istilah yang satu itu. Ada yang suka karena merasa diuntungkan, ada juga yang ngerasa benci karena merasa dirugikan. Sampai-sampai ada istilah seperti ini, hari gini percaya sama yang namanya kejujuran? Uh, susah banget. Nah lho, parah kan!

            Kapan dan kenapa seseorang bisa berbohong emang bisa dikarenakan beberapa hal. Kayak contoh tadi, bohong itu dilakukan karena takut akan konsekuensinya. Dimarahi orang meski kita udah berusaha jujur, itu kebanyakan alasannya.

Tapi meskipun konsekuensinya nggak dimarahi, ternyata ada lho alasan berbohong karena malu atau gengsi. Ini ratingnya lumayan banyak juga jika dibandingkan dengan alasan berbohong karena dimarahi. Misalnya ngaku bokap jadi pengusaha demi menaikkan harga diri.

            Ada juga, bohong yang dilakukan karena desakan orang di sekitarnya. Kalau dianya ngaku, bisa-bisa malah dihabisin sama orang-orang di sekelilingnya. Akhirnya bohong jadi langkah yang dipilih.

            Yang paling parah, kalau bohong itu ternyata karena udah jadi kebiasaan. Dan kalau nggak bohong rasanya gimanaaa… gitu. Jadinya dikit-dikit bilang bohong, enak sih. Nah lho, kalau udah sampai kayak gitu, emang susah kan cari orang jujur?!

Kemudian, pernah dengar nggak ada orang yang bilang seperti ini, “Aku kan bohong demi kebaikan.” Kalau berkata jujur, takutnya orang yang mendengarnya akan sakit, atau terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.

            Berbohong demi kebaikan atau white lies ini emang bisa kadang dibilang benar atau salah. Bisa benar, kalau memang ketika saat kita ngomong jujur, bisa-bisa ada hal-hal yang nggak mengenakkan terjadi.

            Sayangnya, white lies ini kadang dijadikan alasan sama orang-orang yang menghindar dari kesalahannya setelah berbohong. Alasannya sih demi kebaikan. Padahal kalaupun ngomong jujur, nggak akan terjadi sesuatu yang parah kok. (ika)

 

Katakan Jujur Meski Menyakitkan

            Nah sekarang pertanyaannya seperti ini nih, siapa hayo diantara Youngsters yang merasa pernah atau bahkan sering dirugikan sama orang-orang yang suka berbohong? Atau jangan-jangan malah sebaliknya, merasa suka merugikan orang lain dengan berbohong?

            Memang, yang namanya bicara jujur itu kadang menyakitkan. Kadang bukan hanya karena menerima marah saja, tapi justru ketika alasannya nggak siap menghadapi orang yang kecewa karena kejujuran yang udah kita ucapkan justru menyakitkan.

            Alhasil, banyak orang kadang memilih bicara bohong daripada jujur. Tapi, ada juga yang mensiasatinya dengan bicara bohong dulu dan berani jujur kalau situasinya udah agak mendingan.

            Nah buat Youngsters sendiri, milih mana sih, ngomong jujur meski menyakitkan ataukah bohong. Begitu juga ketika berhadapan dengan orang lain, berani terima kejujuran, ataukah bohong.

            Cuman kalau memang milih terima kejujuran, harus siap juga lho menerima hal yang paling menyakitkan atau nggak mengenakkan. Jangan sampai, maunya minta kejujuran, tapi justru ketika orang sudah bicara jujur malah marah-marah. Kalau sudah begitu, orang lain pun kayaknya kapok deh kalau mau ngomong jujur ke kita. (ika)

 

Berani Jujur Saat Lebaran?

            Lebaran emang identik dengan maaf-maafan. Tapi lebih afdol, kalau kita pun berani jujur mengungkapkan segala kesalahan yang udah kita perbuat. Terutama, salah yang emang fatal banget.

            Eit, kalau Youngsters ditantang seperti itu, berani nggak ya? Mengungkapkan kesalahan ketika udah suka berbohong sama orangtua, berani ngomong jujur karena udah pernah membocorkan rahasia teman, atau terus terang di depan pacar kalau pernah TTM-an? Nah lho?!

            Wah, kayaknya berani jujur saat lebaran ini jadi tantangan besar lho. Kalau Youngsters bisa ngomong jujur pas lebaran, ketika meminta maaf, kata maaf itu jadi lebih tulus rasanya. Bukan hanya basa basi ketika lebaran saja.

            Cuman kalau memang itu begitu menyakitkan untuk diungkapkan sehingga lebih baik tidak dikatakan agar tidak merusak damainya lebaran, bisa juga kok dilakukan. Asalkan, Youngsters emang bertekad untuk tidak melakukannya kesalahan berbohong itu lagi ya. (ika)




Kalender

Mei 2007
S S R K J S M
« Jan   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 377,094 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

Orang Ke Tiga (The Other Woman)

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan