Arsip untuk November, 2006



21
Nov
06

Bos Perempuan

Memiliki Sifat Keibuan

            Atasan wanita di Indonesia kini bukanlah hal yang baru lagi. Banyak wanita yang mampu merintis jenjang karir hingga posisi atas. Tak dielakkan, wanita yang memiliki karir hingga posisi atas ini dapat memiliki bawahan termasuk para pegawai pria.

            Namun, sering kali terjadi konflik yang melibatkan atasan wanita. Ini menurut Suhaemi, seorang psikolog yang kini bekerja di Staf Bidang Pembinaan dan Disiplin Pegawai di BKD Kota Batam, timbul karena adanya karakter wanita yang memiliki sifat sensitif dan emosional.

            “Tapi sebetulnya ada keuntungan lho dari adanya atasan wanita. Ia biasanya memiliki sifat keibuan yang menyayangi atau mengayomi,” ujar wanita lulusan jurusan psikologi Universitas Islam Bandung ini.

            Wanita juga memiliki sifat teliti. Dari sifat ini, sebetulnya ada keuntungan yang bisa didapatkan oleh atasan yaitu belajar dari kesalahan atas tugas yang telah dikerjakannya. Di sisi lain, sifat teliti ini bisa juga menimbulkan rasa capek pada bawahan yang mendapatkan tugas dari atasan wanita.

            “Bisa capek mungkin ya kalau atasan wanita terlalu teliti. Bawahan bisa harus mengerjakan tugasnya berkali-kali,” imbuh Emi.

            Wanita yang terkadang memiliki karakter emosional juga dapat menimbulkan kesulitan bagi dirinya untuk memilah antara profesionalisme dan emosional. Untuk menghadapi hal ini bawahan, “Harus pintar-pintar mengambil saat dimana ia good moodnya muncul,” lanjut Emi. (ika)

 

Kenali Karakter Kepemimpinannya

Ada beberapa tips yang diberikan oleh Emi bagi bawahan dalam menghadapi atasan wanita. Pertama-tama, kenali dahulu karakter kepribadian atasan terutama pada beberapa karakter seperti apakah ia memiliki watak pemarah, emosional, ataukah demokratis. “Kita harus kenali karakter kepemimpinan dia seperti apa,” imbuh Emi.

Selanjutnya, jadikan atasan wanita sebagai teman. Ketika ia memiliki good mood, dekati dia dengan mengajaknya makan bersama, ngobrol, atau curhat. Karena, wanita pada umumnya menjadikan kantor juga sebagai bagian dari lingkungan yang dekat dengannya.

Untuk karyawan yang sedang kurang menyukai sikap atasan wanita ketika ia ada dalam posisi emosional, jangan ngambek. “Usahakan pada porsi kita. Tidak usah terlalu menunjukkan sikap kita. Biasa-biasa saja. Karena marahnya atasan wanita biasanya hanya sebatas itu saja,” ujar Emi.

Dan jika kita sedang kurang merasa senang dengan sikap atasan wanita yang memiliki sikap emosional, jangan jelek-jelekkan ia di depan orang lain. Karena walau bagaimanapun, kita harus menjaga privasi dia sebagai atasan. Apalagi kalau atasan tersebut adalah orang yang menggaji kita.

Berpikirlah positif bahwa apa yang dia berikan adalah demi kelangsungan hidup kita dan perusahaan. “Ia memiliki ilmu dan pengalaman yang lebih dipunyai dan ia ketahui,” tambah Emi.

Dan yang terakhir, jangan bersikap sok tahu atau bersikap merasa lebih tahu dari atasan wanita. Jika ada permasalahan, lebih baik pilih diam lebih dahulu. Baru jika ada kesempatan lain dimana momennya lebih mengenakkan dan mendukung, ungkapkan.

“Tentunya harus punya trik agar atasan wanita tidak merasa dikalahkan bawahan. Caranya improvisasi saja.” (ika)

 

Bisa Koreksi Diri

Sebagai atasan wanita, tetap saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan sikap kepemimpinannya. Apalagi, jika bawahan atau orang lain pun telah memberikan kritik dan masukan tentang sikapnya selama ini.

“Atasan wanita hendaknya bisa koreksi diri dan juga bisa menerima kritik. Selain itu, harus juga evaluasi permasalahan dan isu yang berkembang,” ujar Emi.

Atasan wanita juga perlu mengadakan pendekatan individu kepada bawahan. Adakan komunikasi yang efektif sehingga sebagai atasan wanita, bisa menerima masukan dari bawahan. Usahakan untuk tidak emosional dalam menanggapi kritikan. Adakan evaluasi atau komunikasi kembali.

Terkadang, atasan wanita juga menghadapi kesulitan ketika berhadapan dengan bawahan pria atau mereka yang lebih tua. Kedua kelompok bawahan ini bisa juga bersikap kurang kompromi dengan atasan wanita karena adanya perasaan merasa memiliki power atau usia lebih tua.

“Menghadapi hal ini, atasan wanita harus lebih pro aktif dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul,” saran dari Emi. (ika)

21
Nov
06

Multi Karir

Tidak Hanya Tambah Penghasilan

            Multi karir atau memiliki profesi lebih dari satu kini bisa menjadi pilihan. Seseorang yang tidak hanya memiliki satu profesi ini memang bisa bermula dari beberapa alasan. Bisa dari sendiri, bisa juga dari orang lain.

            “Misalnya dari diri sendiri karena banyak waktu yang tidak produktif pada perjalanan karirnya kala itu. Ada pula yang muncul karena ingin menambah penghasilan,” ujar Harry Rahardjo, Ketua Ikatan Praktisi Sumber Daya Manusia Barelang.

            Umumnya, mereka yang merasa kurang produktif dalam penggunaan waktu sehari-hari ini adalah orang-orang yang sudah memiliki sistem kerja yang telah berjalan sendiri. Mereka tinggal mendelegasikan tugas dan mengawasinya.

            Seseorang yang memiliki multi karir menurut Harry juga bisa disebabkan karena kejenuhan pada profesi yang sedang ditekuninya. Namun, ia sayang untuk melepaskan profesinya tersebut sehingga mencari profesi lain.

            “Ia berpikir, apa salahnya bisa melakukan multi profesi. Jenuh jadi hilang, mendatangkan uang, menambah kawan, serta memunculkan peluang baru,” imbuh Harry yang juga Senior HR and Corporate Affair Manager.

            Itu tadi beberapa alasan mengapa seseorang sengaja memilih untuk memiliki multi profesi. Namun, adapula seseorang yang memiliki alasan tidak berasal dari diri pribadinya sendiri atau alasan yang tidak dikehendaki.

            “Ini karena ada orang lain yang meminta. Dengan persetujuan diri, akhirnya diterimalah profesi tersebut,” lanjut Harry. Masih menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang kemudian muncul ketika seseorang dihadapkan pada permintaan untuk menjalani multi profesi.

            Pertimbangan tersebut antara lain, karena seseorang tersebut memang menyukainya atau menginginkannya, karena bisa, dan memang terpaksa. Untuk yang terakhir, orang tersebut mungkin kemudian merubah sikap sehingga akhirnya bisa menerima karir tersebut.

            “Multi profesi karena orang lain ini bisa jadi misalnya, ada seseorang yang dimintai untuk membei les privat pada anak tetangganya. Kemudian, kemampuan orang ini untuk memberi les privat ternyata dinilai bagus dan banyak orang lain kemudian juga memintanya. Ini kan bisa menjadi multi karir tapi berasal dari orang lain,” jelas Harry.

            Multi karir ini pun memiliki sebuah keuntungan lain. Yaitu, kemungkinan munculnya sebuah profesi yang bisa ditekuni lebih dalam dan menjanjikan untuk menjadi profesi di hari tua. (ika)

 

Gunakan Kuadran Kepentingan

            Ketika seseorang memiliki profesi lebih dari satu, ia perlu mengetahui prinsip waktu dan kepentingan. Yaitu, tentang pembagian untuk memprioritaskan kepentingan antara profesi satu dengan profesinya yang lain. Jika tidak, akan ada tumpang tindih antar kepentingan yang membuat seseorang menjadi kebingungan, mana yang harus dilakukannya terlebih dahulu.

            Cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan kuadran kepentingan. Untuk mereka yang pemula bisa berlatih dengan cara menuliskan semua kepentingan baik itu yang menyangkut profesi maupun pribadi.

            Ada empat kuadran yang dibatasi oleh dua garis. Untuk garis horisontal merupakan kepentingan yang sifatnya mendesak. Semakin ke arah kanan, kepentingan dinilai makin mendesak. Sedangkan untuk garis vertikal adalah kepentingan yang dinilai penting. Semakin ke atas garis, kepentingannya dinilai makin penting.

            Di dalam garis tersebut ada empat bagian kuadran yaitu kuadran satu untuk kepentingan yang dinilai penting tetapi tidak begitu mendesak. Kuadran dua untuk kepentingan yang tidak begitu penting dan tidak begitu mendesak. Kuadran tiga untuk kepentingan yang mendesak tapi tidak begitu penting. Sedangkan kepentingan keempat adalah kepentingan yang begitu mendesak juga begitu penting.

            Setelah semua kegiatan yang akan dilakukan disusun dalam bentuk daftar, letakkan masing-masing pada keempat kuadran tersebut. “Untuk kuadran keempat inilah yang harus segera dilaksanakan. Sedangkan kuadran pertama bisa dilakukan setelahnya. Sedangkan bagi kuadran ketiga bisa diatasi dengan mendelegasikan orang lain untuk mengerjakannya,” saran Harry.

Harry yang juga melakukan multi profesi seperti sebagai dosen,entrepreneur, dan juga trainer ini memberi tips bagi mereka yang sedang atau akan memutuskan untuk memilih multiprofesi.

“Bisa mengaturnya dengan matriks, membuat semuanya menjadi mudah, kalau bisa mendelegasikan kenapa tidak, serta jalani saja selagi bisa. Just do it saja,” imbuhnya. (ika)

21
Nov
06

Pelecehan Seksual di Kantor

Adanya Stimulus yang Memancing

            Sikap merespon pelecehan seksual dalam lingkungan teman sekantor memang berbeda-beda. Ada yang menganggapnya hal biasa, adapula yang begitu sensitif menghadapinya.

            Pelecehan seksual terjadi sebetulnya bisa dikarenakan suatu hal. “Kalau tidak ada stimulus, tentu tidak ada respon,” ujar Eva Rosalina, psikolog dari Pusat Pelayanan Psikologi Pikori Batam.

            Eva pun mengungkapkan, pelecehan seksual ini bisa dikarenakan wanita sendiri yang memancing pihak lelaki untuk menggoda. Akibatnya, muncullah respon dari lelaki untuk melecehkan.

            Misalnya dari cara berpakaian pihak wanita yang menggunakan rok mini atau baju berbelahaan dada rendah inilah yang dapat memicu pria untuk melakukan pelecehan seksual.

            Sindiran-sindiran atau joke yang ‘jorok’ pun bisa memicu munculnya pelecehan seksual. “Apalagi kalau direspon dan sampai berkembang,” imbuh Eva.

            Masing-masing orang biasanya memiliki respon yang berbeda-beda terhadap joke ini. Ada yang menganggap jike atau guyonan itu menjadi hal yang biasa, adapula yang mungkin merasa sudah kelewat batas.

            “Kita bisa beri batasan mana yang bisa kita terima dan mana yang melebihi batasan. Joke ini bisa diberi timbal balik. Tapi jika tidak bisa diterima, hindari,” saran Eva untuk menghindari pelecehan seksual. (ika)

 

Bisa Beri Tahu Atasan

            Jika pelecehan seksual terjadi di lingkungan kantor kita, mungkin kita bisa menghindarinya untuk menunjukkan sikap kalau kita tidak menginginkan adanya sikap tersebut. Namun jika si pelaku tetap terus menerus tidak menunjukkan perubahan ada dua hal yang bisa dilakukan.

            “Bisa sampaikan keberatan itu secara personal. Beri tahu baik-baik dan jangan beri tahu ke teman-teman lain. Ini agar ia tidka menjadi lebih agresif atau justru saling memperlamalukan,” ujar Eva.

            Sebagai wanita pun perlu untuk mengoreksi diri apabila memang perilaku kita mungkin justrui menjadi pemicu adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh wanita. Caranya tentu dengan menjaga sikap tubuh sehingga bisa bersikap secara profesional.

            Kemudian yang perlu dijaga dari wanita adalah cara berpakaian. “Tentunya berpakaian tertutup dan terbuka menimbulkan sikap respon yang berbeda dari mereka,” imbuh Eva.

            Apabila sikap pelaku ini benar-benar sudah keterlaluan, kita bisa melaporkanya kepada atasan. Caranya dengan melakukan secara tertutup. “Tunjukkan fakta-fakta yang ada,” ujar Eva untuk menghindari adanya kesan kalau kita bukan berniat untuk memburuk-burukkan orang lain. (ika)

 

Saling Mengingatkan Teman

            Tidak selamanya pelecehan seksual diakibatkan oleh para pria. Wanita pun bisa turut andil dalam timbulnya pelecehan seksual apalagi jika ia bersikap atau berpakaian yang dapat memunculkan stimulus.

            Namun mungkin menjadi menjengkelkan apabila ada seorang teman wanita yang meski sudah berulang kali diingatkan atas sikap dan perilakunya, tidak menunjukkan perubahan. Sehingga ia pun masih kerap dijadikan bahan pelecehan seksual.

            “Perlu saling mengingatkan apabila ada sikap teman yang kurang menyenangkan tersebut,” solusi dari Eva.

            Jika sudah keterlaluan ketika berulangkali diingatkan, kita bisa meminta bantuan orang lain yang dirasa lebih dekat dengannya untuk mengingatkan.

            Bagaimana jika masih tidak ada perubahan? Caranya sama, yaitu dengan mengatakan hal tersbeut kepada atasan. (ika)

21
Nov
06

Manajemen SDM

Bukan Hanya Tanggungjawab Bagian SDM

            Selama ini banyak orang menyangka tanggungjawab kepegawaian sebuah perusahaan berada sepenuhnya pada pundak seorang Manajer SDM atau bagian HR. Padahal, sesungguhnya tanggungjawab tersebut juga perlu dipikul oleh para manajer operasional lainnya.

            Untuk itulah pada minggu lalu, tanggal 3 sampai 4 Agustus di gedung Politeknik Batam lantai 4 diadakan workshop bertemakan HR Management for Non HR Managers. Dalam acara tersebut hadir sebagai pembicara DR Ahmad S Ruky, praktisi HR dan Eddy S Trenggono, seorang Psikolog.

Melalui workshop ini seorang manager akan memperoleh pemahaman tentang bagaimana menangani Sumber Daya Manusia melalui analisa perilaku dan proses organisasi. Sehingga, seorang manajer dalam lini apapun mampu menjadi yang efektif dalam menjalankan tugasnya menangani SDM yang berada di bawahnya.

Di dalam suatu perusahaan atau organisasi, memahami dan menilai perilaku setiap karyawan sangat unik karena mempunyai latar belakang berbeda dari segi pendidikan dan kepribadian. Untuk itu manajer harus tepat dan bijaksana dalam melakukan penilaian. Setiap manager sebetulnya adalah Manajer Sumber Daya Manusia, sehingga penanganan sumber daya manusia pada suatu departemen atau cabang selayaknya harus dapat diselesaikan terlebih dahulu oleh masing-masing manajer.

            “Sebenarnya masalah kepengelolaan manusia merupakan tanggungjawab yang tidak hanya ada pada manajer HR akan tetapi juga pada pimpinan unit. Masalah ini sudah ramai dibicarakan sejak tahun 90-an. Mengurus SDM bukan hanya tanggungjawab HR saja, akan tetapi tiap-tiap pimpinan unit satuan kerja juga,” terangnya.

Ini bukan berarti sebuah perusahaan tidak lagi membutuhkan seorang manajer SDM. Dalam implikasinya manajemen SDM, seperti halnya bidang manajemen yang lain, memiliki dua aspek yaitu aspek stratejik dan operasional. Tentu saja, setiap manajer dapat menjadi manajer SDM pada aspek operasional.

Seorang manajer memungkinkan menjadi manajer SDM pada aspek stratejik. Akan tetapi harus ada satu orang yang bertanggung jawab terhadap manajemen SDM di dalam perusahaan, terutama pada aspek stratejik. Sehingga, keberadaan manajer SDM masih tetap relevan.

            Lantas bila timbul pertanyaan dimana batasan antara manajer SDM dengan manajer operasional, sebetulnya ada pada kerangka yang sudah ditetapkan oleh masing-masing organisasi. Memang dalam prakteknya masih rancu akan tetapi menurut Ruky tidaklah serumit yang diperkirakan.

            Ruky kemudian mengambil contoh tentang masalah perekrutan tenaga kerja yang melibatkan peran bagian HR dan manajer lainnya yang memegang andil sebagai pengguna atau user. Syarat-syarat pokok yang menjadi kriteria perusahaan itulah yang menjadi wewenang bagian HR. Akan tetapi manajer operasional sebagai user juga berperan untuk menetapkan apakah calon karyawan baru tersebut diterima atau tidak sesuai dengan kebutuhan dari bagian perusahaan tersebut yang sedang membutuhkan.

            “Jadi keputusan itu juga datang dari dua belah pihak. Pilihan ada pada user. Akan tetapi kualifikasi perusahaan seperti apa ada pada bagian SDM. Demikian pula jika ada kesalahan yang terjadi selama karyawan bekerja. Teguran diberikan oleh atasan dan bukan bagian SDM. Bagian SDM menjadi pemutus final,” imbuh Ruky. (ika)

21
Nov
06

Manajemen Lintas Fungsi

Cermati Pengaturan Waktu Kerja

            Mentang-mentang puasa, semuanya jadi punya alasan untuk lemas dan nggak efektif bekerja. Jika diminta untuk mengerjakan tugas, alasannya bisa sedang kurang begitu enak badan atau sedang lemah kurang tenaga.

            Padahal, puasa merupakan aktivitas yang biasa dilakukan manusia setiap tahunnya. Meskipun, frekuensinya sebulan dalam setahun. Namun  tetap saja, di bulan-bulan tersebut, alasan klasik seperti itu juga yang selalu ada. Padahal, jam kantor pun di berbagai kantor baik negeri maupun swasta sudah memberikan keringanan dengan memberlakukan jam kerja lebih pendek daripada hari biasanya.

            Biasanya, faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja seseorang hingga menjadi menurun adalah tidak ada asupan makanan atau minuman seperti yang biasa dilakukan. Jika biasanya pukul 12 siang makan siang, di waktu puasa hal itu tidak dilakukan lagi. Hingga tidak sedikit akhirnya orang beralasan, perut kosong karena puasa membuat gairah dan konsestrasi kerja jadi menurun.

            “Biasanya yang menyebabkan orang tidak efektif bekerja di bulan puasa adalah karena mungkin sahur yang berlebihan dan kurang tidur sehingga menimbulkan rasa ngantuk pada saat bekerja keesokan harinya. Wajar saja terkadang orang jadi merasa berat atau malas untuk melakukan aktivitas kerjanya,” ujar Yuliana, Sekretaris Presiden Direktur dan Staff Personalia PT Giken Precision Indonesia.

Padahal kinerja yang menurun saat puasa tidak selalu karena perut yang kosong. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh penerapan pola kerja yang kurang tepat. Jadi jika Anda merasa beberapa hari dalam berpuasa ini justru membuat lemas dan kurang efektif dalam bekerja, Anda perlu mengkoreksi polakerja Anda sendiri juga.

Untuk mereka yang merasa kurang efektif dalam bekerja, berikut ini ada beberapa hal yang mungkin perlu Anda perhatikan dan Anda ubah dalam pola kerja sehari-hari. Satu diantaranya adalah dengan menyelesaikan tugas-tugas berat sebelum jam 12.00. Karena biasanya, pada pagi hari Anda masih dalam keadaan semangat dan fresh sehingga sangat efektif jika digunakan untuk melakukan pekerjaan yang menyita energi dan pikiran.

Jangan mengingat-ingat kalau Anda sedang puasa meskipun kadang puasa dianggap relatif berat bila dilakukan sambil bekerja. Anggap saja sebagai diet sambil mengumpulkan pahala. Dengan demikian waktu akan cepat berlalu, Anda pun dapat menyelesaikan pekerjaan seperti biasa.

Atur waktu presentasi dengan klien di pagi hari karena tubuh masih dalam kondisi segar, fit dan bertenaga. Tapi jika klien menjadwalkan siang hari, simpanlah tenaga untuk siang hari dengan mengerjakan tugas-tugas yang lebih ringan di pagi hari.

            Jangan terus menerus berada di depan layar komputer karena dalam keadaan tidak puasa pun kepala anda akan terasa pening jika terlalu fokus ke layar komputer terus menerus. Maka alihkan perhatian dan pandangan ke hal lainnya setiap satu jam sekali selama 5 menit. Misalnya dengan bisa membebaskan pandangan ke luar jendela atau keluar ruangan sejenak. Kemudian jika sudah merasa lebih fresh kembalilah ke pekerjaan.

            Dengarkan musik agar otak tidak jenuh. Caranya dengan memutar musik kesukaan Anda. Bagi penikmat musik sendiri, mendengerkan musik sambil bekerja diyakini dapat menambah semangat dan gairah bekerja.

            Jangan lupa untuk istirahat meskipun tidak ada acara makan siang. Gunakan jam istirahat ini untuk berhenti dari aktivitas kerja. Sebagai ganti kegiatan makan siang bisa dengan kegiatan ibadah. Atau, bertemulah dengan rekan-rekan kantor saat istirahat sekedar menyegarkan pikiran.

            Hal yang lebih penting, hadapilah pekerjaan dengan tenang, optimis, dan santai. Sikap tegang hanya membuat pekerjaan sulit dihadapi, konsentrasi pun jadi pecah. Kondisi ini bisa berlanjut pada tahap jenuh. (ika/bbs)

 

Lebih Bertanggung jawab dalam Bekerja

Bagi Yuliana, puasa justru membuatnya beinteropeksi dalam bekerja. “Puasa itu kan ibadah yang langsung untuk Allah SWT. Jadi hanya Allah sajalah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa untuk Allah atau untuk dirinya sendiri.”

Maksudnya, ada kepentingan pribadi yang bersembunyi. Yuliana memisalkan tujuan puasa supaya kelihatan alim atau karena malu pada lingkungan. Atau, kalau di depan orang lain puasa tetapi sesungguhnya tidak.

Jika puasa dilakukan dengan ikhlas, menurutnya dapat mengantarkan seseorang itu melaksanakan puasa dengan ikhlas. Dan kunci ikhlas inilah yang dapat menghantarkan seseorang tetap dapat beraktivitas kerja seperti biasanya dan bahkan dengan kualitas yang lebih baik.

“Misalnya kita bekerja dengan lebih bisa meredam amarah, lebih banyak tersenyum, dan lebih bertanggung jawab dalam pekerjaan kita. Karena kita jadi semakin tahu bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan di bulan suci Ramadan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah,” alasan Yuliana.

Akhirnya dalam bekerja, Yuliana selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik walaupun hasilnya kadang menurutnya tidak selalu berhasil baik. Tetapi paling tidak niat untuk melakukan bekerja lebih baik malah menjadi ladang amal untuknya dalam mengemban tugas sebagai karyawan di perusahaan tempatnya bekerja.

“Dengan puasa praktis yang dulunya mungkin masih sering ngerumpi dengan teman-teman sekarang jadi lebih bisa mengerem dan otomatis kerjaan saya lebih cepat selesai. Yang penting berusaha untuk mengisi Ramadan ini sebagai ajang perbaikan diri. Kerja pun jadi lebih efektif,” tegasnya. (ika)




Kalender

November 2006
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 387,762 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

pintu air jagir wonokromo

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan