21
Nov
06

Diremehkan Lingkungan Kerja

Menjadi Anak Bawang di Kantor

            Susah memang jika ketika diremehkan oleh lingkungan tempat kerja kita sendiri atau diistilahan menjadi anak bawang di kantor. Bila ada proyek atau tanggung jawab kerja baru, kita tidak diperhitungkan untuk dapat membuktikan kemampuan kita. Bahkan ketika kita sudah mampu membuat sebuah prestasi kerja, kemampuan kita masih dirasa belumlah apa-apa. Sulit bukan jika menghadapi kondisi seperti ini?

            Ada beberapa hal memang yang membuat seseorang diremehkan oleh lingkungan kerjanya. Bisa karena dirasa kurang atau memang tidak mampu mengerjakan tugas, dirasa belum maksimal kemampuannya, atau mungkin memang karena ketika diserahi tugas dan masukan, ia meremehkan hal tersebut.

            “Memang ada orang yang ketika diberi masukan, akhirnya mau berubah. Tapi ada juga yang tidak mau berubah. Bisa jadi karena ia memang lebih senior,” ujar Adelina Sitomorang HRD Manager Panbil Industrial Estate. Jika memang itu menyangkut orang yang lebih senior dari kita, ajak saja berkomunikasi namun pada saat yang tepat. Misalnya di kala sedang bersantai.

            Menjadi orang yang baru di lingkungan kerja yang baru pun terkadang membuat posisi orang tersebut diremehkan dalam lingkungan kerja. Bisa jadi, ini karena kemampuan kita sebagai orang baru yang belum diakui dan diektahui oleh lingkungan kerja tersebut.

            Tentunya sebagai orang baru untuk menghadapi hal tersebut perlu melakukan adaptasi. Selain itu, perluaslah hubungan kerja dengan mencoba mengajak rekan kerja yang bisa diajak bekerja sama. Ini bisa dilakukan dengan mencoba membantu tanggung jawab rekan kerja lain yang dirasa bisa dibantu apabila ia mengalami kesulitan. Meskipun terkadang, ada juga rekan kerja lainnya yang justru merasa kita telah melangkahi wewenang atau otoritas kerja orang lain.

            “Jujur saja bilang kalau kita sebetulnya ingin belajar dan dibantu jika mengalami kesulitan. Intinya pada komunikasi,” imbuh Adel.

            Sebagai perumpamaan, Adel memisalkan jika orang yang diremehkan dalam lingkungan kerjanya itu seperti air yang ditekan dengan gayung. Makin ditekan, air tersebut makin mengeluarkan tekanan yang besar.

            “Jika kita diremehkan itu sebetulnya justru menjadi pacuan untuk kita. Kiat harus bisa membuktikan kalau kita bukan seperti yang ia bilang,” saran Adel. (ika)

 

Coba Berprestasi di Bidang Lain

            Ternyata, pengalaman diremehkan oleh orang lain di bidang kerja juga pernah dialami oleh Adelina Sitomorang. Wanita yang kini menjabat sebagai HRD Manager Panbil Industrial Estate ini bahkan mengalami pengalaman diremehkan sejak lulus dari perguruan tinggi.

            “Empat belas tahun yang lalu, saat pertama kali saya lulus dari universitas swasta, bahkan saya diremehkan oleh sahabat saya sendiri yang memang lulusan universitas negeri,” aku Adel membuka cerita.

            Tapi ternyata, wanita lulusan Universitas Putera Bangsa Surabaya ini justru dapat menembus lowongan bekerja di sebuah grup besar perusahaan makanan di Indonesia. Dan bahkan, teman yang meremehkan dirinya inipun sampai sekarang justru tidak dapat menyamai prestasi yang pernah diraih Adel.

            Itu untuk urusan peluang diterima kerja. Sementara ketika sudah diterima kerja, Adel ternyata juga masih harus mengalami diremehkan karena kurang lancar dalam keahlian menggunakan komputer.

“Namun saya cover dengan berprestasi di bidang lain yang turut mendukung

juga dalam perusahaan. Seperti menjadi MC karena kebetulan saya juga suka. Alhasil, saya digunakan sebagai MC setiap kali ada upacara di kantor atau acara-acara tertentu. Bahkan sampai saat ini MC menjadi talenta lain yang saya aktualisasikan sambil tentu saja memperdalam komputer saya pada waktu itu,” cerita Adel.

            Bagi diri Adel pribadi, hari ini ia bisa menjadi sosok yang tangguh karena akibat proses dari masa lalu. Proses masa lalu itu bisa karena proses belajar, proses penekanan dari lingkungan, “Atau sampai kepada orang lain yang underestimate pada kita,” imbuh Adel.

            Dikatakannya lebih lanjut, boleh saja orang berpendapat tentang ketidakmampuan diri kita sampai pada sikap meremehkan. Tapi bagi Adel, ia selalu menekankan kepada orang lain yang mengalami hal tersebut, berdasarkan pengalaman dan prinsip dalam hidupnya, bahwa orang tidak hidup berdasarkan perkataan orang lain yang belum tentu benar adanya.

            “Perkataan yang benar kita jadikan sebagai input atau kritik membangun dan perkataan yang tidak benar dijadikan sebagai pemicu agar kita lebih semakin maju,” tegas Adel. (ika)

 

Tips dari Adel agar kita tidak diremehkan orang lain:

-Pacu diri sendiri untuk memperbaiki kekurangan yang ada

-Berprestasi di bidang lain yang manfaatnya dapat digunakan juga dalam perusahaan

-Humble atau rendah hati untuk meminta nasihat dan mau belajar dari orang lain dan jangan merasa malu untuk belajar

-Buktikan prestasi kita

-Miliki target tertentu dalam pekerjaan

-Gali dan maksimalkan kemampuan atau talenta yang kita miliki

-Dapat diajak kerja sama untuk kepentingan perusahaan (ika)

 

Kiat menghadapi orang yang merasa diremehkan :

-Encouragement atau beri mereka keberanian bahwa mereka mampu melakukan pekerjaannya

-Bila orang tersebut memang tidak sanggup di bidangnya, bisa jadi mungkin ada kesalahan penempatan (wrong place). Bisa beri solusi kepadanya untuk pindah ke tempat lain sesuai dengan kualifikasinya (selama itu ada posisi tempatnya)

-Motivasi orang tersebut agar dia memacu dirinya dan membuktikan prestasinya sehingga orang menjadi mengappricate atau menghargai pekerjaanya

-Menantang orang tersebut untuk banyak belajar dan tidak malu untuk bertanya

-Dapat diajak kerja sama untuk kepentingan perusahaan (ika)

 

Kiat menghadapi orang yang sulit menerima input dan memiliki kebiasaan suka meremehkan orang lain:

-Adakan komunikasi dengan orang tersebut pada saat yang tepat misalnya di waktu santai

-Jelaskan bahwa tidak semua orang sempurna atau perfect dan setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing

-Kita harus mendukung orang yang diremehkan terutama bagi orang yang baru masuk sehingga ia dapat memiliki kesempatan dalam beraktualisasi diri

-Beri pengertian bahwasanya setiap orang yang telah melakukan bagian dalam pekerjaannya masing-masing berhak atas prestige atau penghargaan atas dirinya sehingga tidak ada alasan untuk iri (ika)


0 Tanggapan ke “Diremehkan Lingkungan Kerja”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Kalender

November 2006
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kelompok Tema

Terimakasih untuk...

  • 387,767 pembaca

Koleksi Foto Milik Ika

pintu air jagir wonokromo

My Grand Father

dandelion

Teratai di Simbatan

the hidden face

Broken Queen of The Ant

Shadow of The Big Tree

Following The Stone

Keong

Tepi Laut Tanjungpinang

More Photos

Kategori

Aneka Tulisan